PENGELOLAAN LIMBAH LAUNDRY TELOELAS DEMANGAN YOGYAKARTA DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM

AGUNG PUTRO DEWANTO, NIM. 08380065 (2012) PENGELOLAAN LIMBAH LAUNDRY TELOELAS DEMANGAN YOGYAKARTA DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM. Skripsi thesis, PERPUSTAKAAN UIN SUNAN KALIJAGA.

[img]
Preview
Text
BAB I, V, DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text
BAB II, III, IV.pdf
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (258kB)

Abstract

Pertumbuhan usaha laundry di kota-kota besar hingga pelosok daerah tentunya menjadi peluang bisnis yang cukup menjanjikan. Namun dibalik besarnya keuntungan yang dihasilkan dari bisnis laundry, ternyata memberikan dampak negatif bagi lingkungan di sekitar lokasi usaha. Penggunaan deterjen yang mengandung fosfat tinggi dan kurangnya kepedulian pelaku usaha untuk melengkapi bisnisnya dengan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang bisa menghambat pemurnian air sehingga membuat air tanah dan air sumur di sekitar lokasi tercemar oleh limbah kimia. Berangkat dari penjelasan di atas, dalam penulisan skripsi ini penulis ingin mengkaji lebih lanjut tentang bagaimana hukum mengenai pengelolaan limbah di Teloelas laundry dalam prespektif hukum Islam, sedangkan tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan skripsi ini adalah untuk menjelaskan apakah pengelolaaan pembuangan limbah usaha laundry sudah sesuai dengan hukum islam Pendekatan masalah yang penyusun gunakan adalah pendekatan normatif yaitu fikih lingkungan yang dengan pendekatan mas}lah}ah dan maqa>s}id asy- Syari>’ah. Jenis penelitian yang penyusun pergunakan adalah jenis penelitian lapangan (field research) dan pustaka (library research), yaitu penelitian pengumpulan data yang dilakukan secara langsung di lapangan dan diambil dari sumber pustaka sebagai alat pelengkap memperoleh data dalam penelitian. Maka, dapat disimpulkan bahwa kegiatan Laundry Teloelas dalam melakukan pengelolaan pembuangan limbah Laundry tidak dibenarkan menurut hukum Islam; dengan alasan pembuangan limbah laundry secara sembarangan akan menyebabkan kerusakan lingkungan. Sehingga, lebih baik ditinggalkan dari pada akan menyebabkan kerusakan yang lebih parah terhadap alam semesta ini. Sebagaimana kaidal usul fikih yang dijelaskan, dar’ul mafa>sid muqaddamun ‘ala> jalbil mash{a>lih bahwa meninggalkan kerusakan lebih diutamakan dari pada mengambil manfaatnya. bahwa meninggalkan kerusakan atas pencemaran yang disebabkan karena pembuangan limbah laundry yang tidak tepat, lebih diutamakan dari pada mengambil manfaatnya untuk mencukupi ekonomi kebutuhan hidup. Begitu juga tidak sesuai dengan prinsip dasar syari’ah , yaitu dalam pengelolaan pembuangan limbah laundry secara baik dan tidak mencemari lingkungan maka dengan begitu telah memelihara prinsip maqa>s{hid asy-syari>’ah yaitu: perlindungan terhadap agama (hi{fz{u al-di> n), perlindungan jiwa (hi{fz{u al- nafs ), perlindungan akal (hi{fz{u al-'aql), perlindungan keturunan (hi{fz{u al-nasl), perlindungan harta benda (hi{fz{u al-mal>l), dan Perlindungan lingkungan hidup (hi{fz{u al-bi>’ah). Sehingga, dengan tidak terpenuhinya prinsip dasar tersebut maka tidak akan tercipta kemaslahatan bagi manusia sebagai khalifah di muka bumi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: pengelolaan limbah, hukum islam
Subjects: Muamalat
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Muamalah (S1)
Depositing User / Editor: Miftakhul Yazid Fuadi, SIP.
Date Deposited: 05 Mar 2014 04:52
Last Modified: 08 Jun 2016 03:52
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/10004

Actions (login required)

View Item View Item