PELAKSANAAN RESCHEDULING TERHADAP NASABAH WANPRESTASI PADA AKAD MURABAHAH

DURROH ABDUR ROKHIS - NIM : 03380440, (2008) PELAKSANAAN RESCHEDULING TERHADAP NASABAH WANPRESTASI PADA AKAD MURABAHAH. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (PELAKSANAAN RESCHEDULING TERHADAP NASABAH WANPRESTASI PADA AKAD MURABAHAH)
BAB I, BAB V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img] Text (PELAKSANAAN RESCHEDULING TERHADAP NASABAH WANPRESTASI PADA AKAD MURABAHAH)
BAB II, BAB III, BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (649kB)

Abstract

ABSTRAK Salah satu jenis pembiayaan dalam BRI syariah Yogyakarta adalah murabahah. Pembiayaan murabahah menempati urutan teratas yang dipergunakan oleh nasabah. Murabahah adalah suatu perjanjian yang disepakati antara bank dengan nasabah, dimana bank menyediakan pembiayaan untuk pembelian suatu barang yang diperlukan nasabah, dan nasabah membayar ke bank sejumlah harga barang tersebut dengan mark up/margin yang telah disepakati. Dalam akad murabahah pada BRI Syariah Yogyakarta pada umumnya pembayaran dilakukan secara cicilan atau angsuran dalam kurun waktu yang telah disepakati. Bahwa dalam melakukan angsuran nasabah bisa saja dihadapkan pada suatu keadaan dimana ia tidak dapat mengangsur kewajibannya kepada bank sebagaimana waktu yang telah disepakati. Keterlambatan atau ketidakmampuan nasabah untuk mengangsur kepada bank pada waktu jatuh tempo inilah yang menyebabkan bank harus menanggung risiko, yaitu dalam hal ini adalah risiko pembiayaan. Risiko pembiayaan adalah risiko dimana bank tidak memperoleh kembali cicilan pokok dari pinjaman yang dikeluarkannya atau investasi yang dilakukannya. Jadi walaupun bank telah melakukan prinsip 5c sebelum mengeluarkan pembiayaan, kemungkinan risiko masih bisa saja terjadi. Dalam mengatasi nasabah yang tidak bisa melunasi angsuran pada saat jatuh tempo BRI Syariah Yogyakarta menerapkan rescheduling sebagai salah satu cara untuk mengatasi risiko pembiayaan. Rescheduling yaitu memperkecil angsuran dengan memperpanjang waktu atau akad dengan margin baru. Rescheduling akan memberikan kelonggaran kepada nasabah dalam memenuhi kewajibannya mengangsur kepada bank dan bank sendiri juga akan mendapatkan kembali cicilan pokok dari pembiayaan yang dikeluarkannya. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan, maka dalam pengumpulan datanya menggunakan metode observasi dan wawancara yang dilakukan terhadap pihak Bank BRI Syariah Yogyakarta maupun nasabah, serta literatur-literatur yang relevan dengan fokus penelitian.Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan normatif dan bersifat preskriptif, yaitu penelitian yang mengkaji data berdasarkan praktik pelaksanaan rescheduling dan memberikan penilaian apakah sudah sesuai dengan prinsip-prinsip muamalah. Hasil penelitian menunjukkan dalam melaksanakan rescheduling terhadap nasabah yang melakukan wanprestasi pada akad murabahah telah sesuai dengan hukum Islam. Bank BRI Syariah Yogyakarta dalam melaksanakan rescheduling memperhatikan kemampuan nasabah dalam mengangsur (repayment capacity) dan juga tidak menambahkan margin terhadap sisa angsuran.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing : H. Syafiq M. Hanafi, S.Ag., M.Ag., Udiyo Basuki, S.H., M.Hum.,
Uncontrolled Keywords: Rescheduling, Wanprestasi
Subjects: Keuangan Islam
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Muamalah (S1)
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Date Deposited: 11 May 2012 03:29
Last Modified: 09 May 2016 07:39
URI: https://digilib.uin-suka.ac.id:80/id/eprint/1020

Actions (login required)

View Item View Item