HAK ASUH (HADANAH) ANAK ANGKAT AKIBAT PERCERAIAN ORANG TUA ANGKAT DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM

FARIDA NUR HAYATI - NIM. 01351150, (2008) HAK ASUH (HADANAH) ANAK ANGKAT AKIBAT PERCERAIAN ORANG TUA ANGKAT DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (HAK ASUH (HADANAH) ANAK ANGKAT AKIBAT PERCERAIAN ORANG TUA ANGKAT DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM)
BAB I, BAB V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img] Text (HAK ASUH (HADANAH) ANAK ANGKAT AKIBAT PERCERAIAN ORANG TUA ANGKAT DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM)
BAB II, BAB III, BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (651kB)

Abstract

ABSTRAK Pernikahan tidak selalu berjalan mulus. Terkadang justru berakhir dengan perceraian. Perceraian dipilih karena dianggap sebagai solusi dalam mengurai benang kusut perjalanan bahtera rumah tangga. Sayangnya, perceraian tidak selalu membawa kelegaan. Sebaliknya, seringkali perceraian justru menambah berkobarnya api perseteruan. Salah satu pemicu perseteruan adalah masalah hak asuh anak. Apabila pasangan suami istri bercerai, siapa yang berhak mengasuh anak? Ayah ataukah Ibu? Apalagi anak tersebut adalah anak angkat. Untuk mengetahui lebih jauh dan secara mendalam mengenai hak asuh (had}nah) anak angkat tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hadanah bagi anak angkat menurut pandangan hukum Islam. Penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah merupakan penelitian dalam kategori kepustakaan (library research), adapun metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan normatif, yaitu pendekatan dengan berdasarkan pada al-Qur'an dan sunnah Nabi, termasuk penafsiran atas ayat-ayat dalam al-Qur'an, serta pendekatan yuridis, yaitu pendekatan dengan berdasarkan pada perundang-undangan maupun sengketa seperti kompilasi hukum Islam, dan Yurisprudensi. Penelitian dalam skripsi ini bersifat deskriptif-analitik yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan data kemudian dianalisis dan diambil kesimpulan. Hasil analisis memperlihatkan bahwa dalam Kompilasi Hukum Islam dinyatakan bahwa kedudukan anak angkat sama dengan anak kandung yaitu sama-sama mendapatkan hadanah, kecuali dalam hal nasab sehingga tidak mendapatkan waris, kecuali wasiat wajibah bagi anak angkat sebagaimana tercantum sepertiga saja, dengan demikin apa yang terjadi pada anak angkat sama halnya dengan anak kandung sesuai dalam hal hak pemeliharaan anak selama anak angkat tersebut di bawah umur maka hak diberikan pada ibu angkat, jika telah dewasa atau cukup umur sang anak angkat boleh memilih ingin ikut dengan siapa, meskipun demikian semua biaya pemeliharaan anak angkat tersebut dibebankan kepada ayah angkat. Hak pemeliharaan dan segala biaya kebutuhan sang anak angkat akan berakhir sampai anak angkat tersebut dewasa, mandiri atau telah menikah. Apabila anak angkat tersebut perempuan bila ia akan menikah maka yang bisa menjadi wali nikah hanyalah orang tua kandungnya atau saudara sedarahnya. Jadi walaupun orang tuanya bercerai baik ayah angkat maupun ibu angkat tetap berkewajiban memelihara dan mendidik anak-anaknya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing : Prof. Drs. H. Saad Wahid. Drs. Supriatna, M. Si.
Uncontrolled Keywords: Hukum Islam, Hak Asuh Anak
Subjects: Peradilan Islam
Peradilan Islam
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Al-Ahwal Asy-Syakhsiyyah (S1)
Depositing User / Editor: Miftakhul Yazid Fuadi, SIP.
Date Deposited: 15 May 2012 06:24
Last Modified: 28 Mar 2016 07:25
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/1031

Actions (login required)

View Item View Item