METODE TARJIH HADIS IMAM AL-GHAZALI (Studi Kitab al-Mustasfa min ‘Ilm al-Usul)

ALI SYAHIDIN MUBAROK, NIM. 09532008 (2013) METODE TARJIH HADIS IMAM AL-GHAZALI (Studi Kitab al-Mustasfa min ‘Ilm al-Usul). Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA.

[img]
Preview
Text (METODE TARJIH HADIS IMAM AL-GHAZALI (Studi Kitab al-Mustasfa min ‘Ilm al-Usul))
BAB I, V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img] Text (METODE TARJIH HADIS IMAM AL-GHAZALI (Studi Kitab al-Mustasfa min ‘Ilm al-Usul))
BAB II, III, IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (652kB)

Abstract

Hadis-hadis yang terlihat kontradiktif sudah ada sejak masa Nabi Muhammad SAW hingga direspon oleh Ulama dengan berbagai macam respon. Mayoritas Ulama menilai bahwa bentuk kontradiktif hanyalah pada aspek matan/teks saja, tidak dengan kandungannya. Namun bukan berarti Ulama mendiamkan kejadian tersebut, mereka mencari solusi dengan empat cara, al-Jam’u wa al-Taufiq, Nasikh Mansukh dan Tarjih. Langkah terakhir yang diambil ketika ketiga cara tersebut tidak bisa adalah dengan tawaqquf hingga didapat data lain guna menyelesaikan permasalahan tersebut. Salah satu cara menyelesaikan hadis kontradiktif tersebut adalah dengan melakukan Tarjih. Imam al-Ghazali dengan masterpiece-nya, al-Mustasfa min ‘Ilm al-Usul mengkaji Tarjih dengan nuansa yang berbeda dan menjadi rujukan utama bagi para pengkaji Tarjih setelahnya. Namun kenyataannya, terdapat beberapa poin yang perlu ditelaah kembali terkait langkah-langkah, konsistensi serta relevansi dari metode tarjih yang ditawarkan oleh Imam al-Ghazali. Imam al-Ghazali lebih dikenal sebagai Ahli Ushul, Sufi, Filusuf serta Ahli Kalam, bukan sebagai Ahli Hadis. Namun metode tarjihnya dijadikan rujukan ataupun perbandingan dikalangan Ulama Ushul maupun Ulama Hadis. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library reseach). Metode yang disajikan adalah metode yang bersifat deskriptif-analisis. Mengingat Imam al-Ghazali tidak dikenal sebagai Ahli Hadis, maka akan digunakan pendekatan ilmu hadis guna mengukur konsistensi serta relevansi terhadap metode tarjih yang ditawarkannya. Pemilihan pendekatan ini untuk melihat relasi studi hadis di kalangan Ushul dengan di kalangan Ahli Hadis mengingat keduanya memiliki keterkaitan satu sama lain, khususnya Ushul Fiqh terhadap Ilmu Hadis. Penerapan metode serta pendekatan tersebut mengungkap bahwa Imam al-Ghazali memiliki metode tarjih yang tidak berbeda jauh dengan kebanyakan Ulama Hadis. Hal ini juga menandakan bawah seorang Imam al-Ghazali memiliki kapasitas dalam bidang Ilmu Hadis. Meskipun demikian, penelitian ini mendapati adanya inkonsistensi Imam al-Ghazali dalam melakukan kajian metode tarjih. Apa yang ditulis di depan terdapat beberapa poin yang tidak terdapat di bagian pembahasan. Namun secara keseluruhan, metode tarjih hadis Imam al-Ghazali masih relevan digunakan sebagai salah satu perbandingan dalam memilih dan menggunakan metode tarjih hadis.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: Inayah Rohmaniyah, S.Ag., M.Hum., MA., Ph.D
Subjects: Tafsir Hadist
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Tafsir Hadist (S1)
Depositing User / Editor: Sugeng Hariyanto, SIP (sugeng.hariyanto@uin-suka.ac.id)
Date Deposited: 07 Mar 2014 00:46
Last Modified: 06 Aug 2018 03:37
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/10413

Actions (login required)

View Item View Item