PENDIDIKAN TANPA SEKOLAH (DESKRIPTIF ANALISIS SISTEM PENDIDIKAN PADA KELOMPOK BELAJAR QARYAH THAYYIBAH)

NOFICA ANDRIYANI, NIM. 08480007 (2012) PENDIDIKAN TANPA SEKOLAH (DESKRIPTIF ANALISIS SISTEM PENDIDIKAN PADA KELOMPOK BELAJAR QARYAH THAYYIBAH). Skripsi thesis, PERPUSTAKAAN UIN SUNAN KALIJAGA.

[img]
Preview
Text
BAB I, IV, DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (2MB) | Preview
[img] Text
BAB II, III.pdf
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (209kB)

Abstract

NOFICA ANDRIYATI. Pendidikan Tanpa Sekolah (Deskriptif Analisis Sistem Pendidikan Pada Kelompok Belajar Qaryah Thayyibah). Skripsi. Yogyakarta : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga, 2012. Sistem pendidikan yang berlaku pada pendidikan formal yaitu sekolah pada umumnya adalah sistem pendidikan yang bersifat Top Dwon, dimana pendidikan siswa ditentukan oleh kurikulum yang ditetapkan oleh pihak pemerintah maupun pihak sekolah. Hal seperti ini disisi lain membatasi ruang gerak siswa. Untuk itu kelompok belajar Qaryah Thayyibah yang terletak di desa Kalibening Kecamatan Tingkir Kota Salatiga, mencoba merekontruksi sistem pendidikan dengan memberikan tawaran baru di dunia pendidikan Indonesia, dengan tujuan mengembalikan hakikat pendidikan yang membebaskan, memerdekakan, memberi ruang sepenuhnya kepada peserta didik, memberikan daya nalar yang kritis, kreatif, inovatif, ikhlas, dan menyenangkan. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menganalisis system pendidikan pada kelompok belajar Qaryah Thayyibah. Penelitian ini termasuk jenis penelitian lapangan, dengan metode penelitian kualitatif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah pendekatan deskriptif komparatif, yaitu pendekatan yang berusaha mendeskripsikan sistem pendidikan pada kelompok belajar Qaryah Thayyibah yang kemudian dikomparasikan dengan sistem pendidikan formal (sekolah). Hasil penelitian menunjukkan: (1) Kurikulum yang digunakan pada pendidikan kelompok belajar Qaryah Thayyibah menggunakan kurikulum berbasis kebutuhan (Bottom Up), dimana pendidikan menitik beratkan pada apa yang dibutuhkan siswa. (2) Dasar utama dan tujuan pendidikan adalah pendidikan berbasis masyarakat di mana institusi pendidikan yang didirikan atas prakarsa masyarakat kelurahan Kalibening dengan tujuan terwujudnya desa yang berdaya. (3) Konsep pendidikan menggunakan konsep pembebasan, siswa dibebaskan untuk belajar apapun, kapanpun, dimanapun, dan dengan siapapun. (4) Dalam pelaksanaan pendidikan, hampir sama dengan sekolah pada umumnya yang membedakan adalah siswa tidak berkewajiban untuk belajar di (Kelompok Belajar Qaryah Thayyibah) KBQT pada setiap harinya atau datang setiap hari. Semua mengutamakan pada kebutuhan siswa.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Pendidikan Tanpa Sekolah, Kelompok Belajar Qaryah Thayyibah,
Subjects: Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Divisions: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (S1)
Depositing User / Editor: Miftakhul Yazid Fuadi, SIP.
Date Deposited: 13 Mar 2014 08:45
Last Modified: 20 Jan 2017 08:56
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/10429

Actions (login required)

View Item View Item