FATWA HARAM MEROKOK MAJLIS TARJIH MUHAMMADIYAH

ALFIAN RISFIL AUTON , NIM. 07380073 (2012) FATWA HARAM MEROKOK MAJLIS TARJIH MUHAMMADIYAH. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text
BAB I, V, DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text
BAB II, III, IV.pdf
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (538kB)

Abstract

Menurut PP Nomor 19 Tahun 2003 Tentang Pengamanan Rokok Bagi Kesehatan, rokok adalah hasil olahan tembakau termasuk cerutu atau bentuk lainnya yang dihasilkan dari tanaman Nicotiana Tabacum, Nicotiana Rustica dan spesies lainnya atau sintetisnya yang mengandung nikotin dan tar dengan atau tanpa bahan tambahan. Seperti telah diketahui bersama bahwa sekarang ini beredar dan berlaku suatu fatwa haram, yang mengikat umat Islam khusunya, mengenai rokok dan penggunaannya. Hal itu lantas menjadi perdebatan yang seru diantara yang pro dan yang kontra. Majlis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah, yang menetapkan hukum merokok adalah haram, penyusun tertarik untuk meneliti bagaimana kerangka metode istinba � hukum yang dilakukan oleh Majlis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah dan faktor apa yang melatarbelakangi terjadinya pergeseran fatwa yang sebelumnya pada tahun 2005 mengatakan mubah hingga sekarang menjdi haram. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka (library research) yaitu kajian merujuk pada data-data yang ada pada referensi berupa buku-buku, karya ilmiah dan catatan yang terkait dengan topik penelitian.kajian ini menggunakan metode penelitian yang bersifat deskriptif-analitik, yang mendeskripsikan atau menguraikan data-data yang berkaitan dengan hukum merokok dalam perspektif Muhammadiyah yang telah diperoleh dan data-data dari berbagai segi untuk kemudian dianalisa guna mendapatkan suatu pandangan atau kesimpulan yang relevan pada saat ini. Penelitian ini berusaha untuk mencari tentang perumusan hukum merokok dalam fiqh menurut pandangan Muhammdiyah, sehingga dari penelitian tersebut dapat diketahui kerangka hukum dan metodologi di Majlis Tarjih dan Tajdid yang digunakan dalam merumuskan fatwa tentang rokok tersebut. Setelah dilakukan penelitian, latar belakang Majlis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah dalam merumuskan hukum merokok adalah bahwa merokok bertentangan dengan unsur-unsur tujuan syar �‘ah (maq��id asy-syar�‘ah), merokok merupakan perbuatan yang sangat berbahaya bagi keselamatan umat manusia, baik bagi si-perokok (perokok aktif) maupun bagi mereka yang terkena asap rokok (perokok pasif). Metode Ijtihad Majlis Tarjih dan Tajdid dalam menetapkan hukum merokok adalah haram, dengan menggunakan metode ijtihad jama’i, metode ijtihad bay �ni dan qiy�si. Dilihat dari segi sosiologisnya, Majlis Tarjih dan Tajdid beranggapan bahwa rokok lebih banyak mengandung mu�arat dibanding manfaat (ma �la�ah mursalah).

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Dr. H. M. Nur, M.Ag
Uncontrolled Keywords: PP Nomor 19 Tahun 2003, Rokok, FATWA HARAM MEROKOK, MAJLIS TARJIH MUHAMMADIYAH
Subjects: Muamalat
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Muamalah (S1)
Depositing User / Editor: Miftakhul Yazid Fuadi, SIP.
Date Deposited: 14 Mar 2014 07:13
Last Modified: 08 Jun 2016 03:58
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/10453

Actions (login required)

View Item View Item