UPACARA BABAD DALAN DI DESA SODO KECAMATAN PALIYAN KABUPATEN GUNUNGKIDUL

SEPTIAWAN FADLY CANDRA , NIM. 08120019 (2012) UPACARA BABAD DALAN DI DESA SODO KECAMATAN PALIYAN KABUPATEN GUNUNGKIDUL. Skripsi thesis, PERPUSTAKAAN UIN SUNAN KALIJAGA.

[img]
Preview
Text
BAB I, V, DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (3MB) | Preview
[img] Text
BAB II, III, IV.pdf
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (268kB)

Abstract

Upacara Babad Dalan adalah upacara adat yang telah diwariskan secara turun temurun, upacara ini dilaksanakan setiap satu tahun sekali pada Jum’at Kliwon sebagai hari yang telah ditetapkan. Namun untuk bulan pelaksanaannya tidak menentu, karena memang dikaitkan dengan jatuhnya musim panen padi. Upacara ini muncul tidak lepas dari dari tokoh Raden Mas Kertanadi yang lebih dikenal pula dengan Ki Ageng Giring. Upacara Babad Dalan bertujuan untuk menghormati dan mengingatkan ajaran-ajaran Ki Ageng Giring yang merupakan tokoh penyebar agama Islam di daerah tersebut. Ajaran-ajarannya meliputi mendekatkan diri kepada Yang Maha Agung, keprihatinan, dan keteguhan hati dalam kemauan. Selain itu juga berkaitan pula dengan adanya kepercayaan supaya warga desa diberi keselamatan dan kesejahteraan serta dijauhkan dari segala mara bahaya. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode field research (penelitian lapangan). Data diperoleh di lapangan didapatkan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Selain itu digunakan pula beberapa buku atau sumber tertulis yang relevan guna melengkapi data yang telah ada. Upacara Babad Dalan menarik untuk diteliti karena beberapa masalah yang ada didalamnya. Diantaranya bagaimana latar belakang munculnya dan bagaimana prosesi upacara Babad Dalan? apa makna serta fungsi bagi masyarakat pendukungnya? mengapa tradisi tersebut masih dipertahankan. Penelitian Upacara Babad Dalan ini menggunakan teori fungsionalisme Malinowski karena dengan teori tersebut mampu diungkap fungsi dari upacara tersebut. Setiap fenomena budaya sekecil apa pun pasti ada makna dan fungsinya bagi pendukung budaya tersebut. Selain itu Malinowski juga mensyaratkan peneliti budaya untuk mengumpulkan dan mencatat sebanyak mungkin kasus kongkret yang dilaksanakan oleh warga masyarakat. Dengan menggunakan teori ini penulis dapat memahami fungsi dari upacara Babad Dalan bagi masyarakat sehingga masih begitu kuat dipertahankan hingga sekarang, mampu memaparkan deskripsi dengan jelas baik latar belakang dan prosesi upacara. Selain itu mampu pula mengungkapkan fungsi dan makna sesaji yang digunakan dalam upacara tersebut dengan analisis makna simbol Turner yang mengatakan analisis simbol ritual akan membantu menjelaskan secara benar nilai yang ada di masyarakat. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan antropologi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: KEBUDAYAAN ISLAM, BABAD DALAN, TRADISI
Subjects: Kebudayaan Islam
Divisions: Fakultas Adab dan Ilmu Budaya > Sejarah Kebudayaan Islam (S1)
Depositing User / Editor: Miftakhul Yazid Fuadi, SIP.
Date Deposited: 14 Mar 2014 08:00
Last Modified: 23 Dec 2016 03:02
URI: https://digilib.uin-suka.ac.id:80/id/eprint/10766

Actions (login required)

View Item View Item