KOFLIK ANTARA NU DAN MUHAMMADIYAH (1960-2002) (Studi Kasus di Wonokromo Pleret Bantul Yogyakarta)

SHODDIQ RAHARJO NIM. 00120070, (2008) KOFLIK ANTARA NU DAN MUHAMMADIYAH (1960-2002) (Studi Kasus di Wonokromo Pleret Bantul Yogyakarta). Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (KONFLIK ANTARA NU DAN MUHAMMADIYAH (1960 – 2002) (Studi Kasus di Wonokromo Pleret Bantul Yogyakarta))
BAB I, V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (2MB) | Preview
[img] Text (KONFLIK ANTARA NU DAN MUHAMMADIYAH (1960 – 2002) (Studi Kasus di Wonokromo Pleret Bantul Yogyakarta))
BAB II, III, IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (716kB)

Abstract

ABSTRAK Wonokromo adalah salah satu daerah awal pusat perkembangan Islam di Yogyakarta. Sejak awal berkembangnya dusun ini, dilakukan oleh seorang Kyai yang menjunjung tinggi ajaran-ajaran Islam. Sejak saat itu secara turun temurun selalu ditanamkan pada diri masyarakat Wonokromo untuk selalu menjunjung tinggi ajaran Islam. Norma ini selalu dipegang teguh oleh masyarakat Wonokromo sehingga lahir norma-norma pendukung yang lain yaitu ditanamkan rasa malu apabila tidak sampai bisa mengaji dan adanya proses seleksi bagi para pendatang, sehingga dusun ini pun mendapat julukan sebagai dusun santri. Pada awalnya masyarakat Wonokromo cukup homogen karena hanya ada satu faham Nahdlatul Ulama. Baru kemudian setelah itu muncul Muhammadiyah. Sejak munculnya Muhammadiyah, maka masyarakat yang pada awalnya merupakan masyarakat yang homogen, kemudian terjadi peralihan menjadi masyarakat yang heterogen sehingga sempat terjadi kategorisasi NU dan Muhammadiyah bahkan sempat terjadi konflik walaupun hanya berupa celaan. Konflik verbal yang sering muncul dalam kehidupan sehari-hari lama kelamaan menjadikan bentrok fisik. Seperti pada tahun 1960-an, muncul konflik tentang bedhug yang menjadikan munculnya bentrokan fisik. Dimulai dengan adanya perbedaan pendapat tentang hari raya yang kemudian mengarah kepada permasalahan NU dan Muhammadiyah. Namun konflik tersebut dapat diatasi dengan adanya pihak penengah yang mendamaikannya. Setelah konflik tersebut lahir norma baru dalam rangka penciptaan kerukunan antara NU dan Muhammadiyah agar konflik tersebut tidak terulang lagi. Norma tersebut tidak memperdebatkan perbedaan khilafiyah antara NU dan Muhammadiyah. Norma yang kedua adalah Masjid Taqwa Wonokromo sebagai kegiatan nasional sehingga tidak boleh untuk menyiarkan NU dan Muhammadiyah. Dalam penetapan hari besar Islam, masjid mengikuti pemerintah dan dalam hal pengangkatan takmir dibuat berimbang antara NU dan Muhammadiyah. Norma yang ketiga yaitu, sebisa mungkin menghindari penggunaan atau pemasangan simbol-simbol NU ataupun Muhammadiyah. Meskipun proses kerukunan telah berlangsung di dalam masyarakat, namun ternyata pada tahun 2002 konflik di Wonokromo muncul lagi. Pada saat itu yang terjadi mengenai konflik pemilihan kepala desa. Konflik pemilihan kepala desa memang secara implisit tidak menghasilkan suatu resolusi baru karena konflik ini secara tertutup dan hanya dirasakan oleh beberapa orang saja, walaupun memang membawa nama organisasi massa sehingga tidak ada norma baru yana lahir dan berlaku di masyarakat. Kerukunan kehidupan masyarakat Wonokromo yang sudah terwujud, bukanlah suatu hal yang mudah untuk mempertahankannya. Oleh karena itu yang terpenting adalah tetap waspada terhadap semua kemungkinan yang dapat mencetuskan kembali perseteruan di masa lalu pada semua aspek kehidupan, terutama dalam bidang politik yang seringkali menjadi pemicu konflik. Meskipun konflik pemilihan kepala desa dapat diredam, tetapi peristiwa itu merupakan suatu pertanda bahwa masih ada celah-celah kecil bagi munculnya konflik yang mungkin lebih besar lagi. Kondisi yang tidak dikehendaki oleh siapapun terutama warga masyarakat Wonokromo sendiri.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing : Siti Maimunnah, S. Ag., M. Hum.
Uncontrolled Keywords: Konflik, NU, Muhammadiyah
Subjects: Sejarah Peradaban Islam
Divisions: Fakultas Adab dan Ilmu Budaya > Sejarah Kebudayaan Islam (S1)
Depositing User / Editor: Miftakhul Yazid Fuadi, SIP.
Date Deposited: 15 May 2012 03:25
Last Modified: 20 Dec 2016 06:52
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/1084

Actions (login required)

View Item View Item