SABAR DALAM AL-QUR'AN MENURUT YUSUF AL-QORDHOWI

NURUL HIDAYATI - NIM.00220320, (2008) SABAR DALAM AL-QUR'AN MENURUT YUSUF AL-QORDHOWI. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (SABAR DALAM AL-QUR`AN MENURUT YUSUF AL-QORDHOWI)
BAB 1, BAB IV, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img] Text (SABAR DALAM AL-QUR`AN MENURUT YUSUF AL-QORDHOWI)
BAB II, BAB III.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (946kB)

Abstract

ABSTRAK Barangkali tidak ada seorang pun di dunia ini yang belum pernah mendengar kata quot;sabar quot;, karena sabar adalah salah satu kata yang sangat sering diucapkan, tetapi dalam kenyataannya masih banyak orang-orang yang belum mengerti dan mendalami makna sabar yang sesungguhnya, apalagi menghayati , memiliki dan mengamalkannya. Pemilihan tokoh muslim Yusuf Al-Qordhowi sebagai perangkat utama analisis karena didasari pada asumsi penulis bagaimana ia membicarakan tentang sesuatu hal berarti itulah yang mewakili nilai-nilai Islam yang hakiki. Dalam hal ini pendekatan yang Yusuf Al-Qordhowi gunakan dianggap memadai bagi bahan ajaran Islam yang sebenarnya tentang sabar yang mana Yusuf Qordhowi mencoba menafsirkan kembali Al-Qur'an ketika berbicara tentang sabar dengan pendekatan historis kritis kontekstual. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pandangan Yusuf Al-Qordhowi tentang sabar dalam Al-Qur'an sebagaimana terdapat dalam berbagai karya atau bukunya. Untuk mengetahui bagaimana kaitan sabar dalam Al-Qur'an menurut Yusuf Al-Qordhowi dalam upaya pengembangan kepribadian muslim khususnya bagi konselor Islam. Dalam penelitian ini penulis menggunakan tipe deskriptif analitik, yaitu dengan cara mengumpulkan data kemudian data tersebut disusun, dijelaskan, dianalisis, kemudian diambil kesimpulan. Kesimpulan penelitian ini adalah Yusuf Qordhowi mengatakan bahwa quot;sabar quot; dalam Al-Qur'an ialah quot;menahan diri quot;. Lawan kata quot;sabar quot; dalam Al-Qur'an ialah quot;keluhan quot; (jaza'). Dalam Al-Qur'an juga berarti: menahan diri terhadap apa yang tidak kita sukai dengan tujuan memperoleh keridloan Allah Subhaanahu Wa Ta'ala. Dalam pandangan Yusuf Qordhowi, sabar merupakan mempunyai kaitan yang erat dengan mental dan moral yang tinggi dalam Islam. Di mana mental dan moral yang tinggi tersebut sekaligus sebagai pengembangan kepribadian muslim bagi seorang konselor yaitu mempunyai aqidah yang lurus (Salimul Aqidah), ahli syukur, taqwa, tawakal, ahli ibadah, orang yang penuh kasih sayang serta gemar bertaubat (ahli taubat). Selain itu, sebagai seorang konselor juga harus senantiasa quot;ber-mujahadah quot; (bersungguhsungguh untuk terus meningkatkan kualitas kesabaran.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing : H. Andy Dermawan, M. Ag,
Uncontrolled Keywords: Sabar
Subjects: Bimbingan dan Konseling Islam
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Bimbingan dan Konseling Islam (S1)
Depositing User / Editor: Miftakhul Yazid Fuadi, SIP.
Date Deposited: 22 May 2012 06:25
Last Modified: 29 Dec 2016 02:34
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/1116

Actions (login required)

View Item View Item