KEBERAGAMAAN NABI MUSA DALAM AL-QUR’AN

ADRIKA FITHROTUL AINI , NIM. 10530076 (2014) KEBERAGAMAAN NABI MUSA DALAM AL-QUR’AN. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA.

[img]
Preview
Text (KEBERAGAMAAN NABI MUSA DALAM AL-QUR’AN)
BAB I, IV, DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text (KEBERAGAMAAN NABI MUSA DALAM AL-QUR’AN)
BAB II, III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Kisah Nabi Musa merupakan salah satu kisah yang cukup banyak diceritakan dalam Al-Qur’an. Surat-surat Makkiyah maupun Madaniyyah sama-sama memberikan porsi yang cukup banyak dalam memaparkan tentang Nabi Musa. Hal ini menunjukkan adanya banyak pelajaran yang terkandung di dalamnya. Dengan itu, penelitian ini berupaya mengetahui pandangan Al- Qur’an terhadap Nabi Musa dalam hal genealogi, kisah perjalanan hidupnya yang merentang dari lahir sampai dewasa, serta keberagamaan Nabi Musa meliputi apa yang dipercayai Nabi Musa, apakah Nabi Musa mempunyai kualitas keimanan yang mantap serta apa yang dilakukan Nabi Musa untuk menjaga mantapnya keimanannya tersebut. Selain itu, penelitian ini menjelaskan mengenai syariatnya yang meliputi apa saja syariat Nabi Musa, apa saja yang ia lakukan dalam menjalankan syariatnya, serta arah mana yang ia jadikan kiblat ketika melakukan kewajiban shalat. Penelitian ini juga mendeskripsikan akhlak atau perilaku Nabi Musa dan keutamaan sifat yang ada pada diri Nabi Musa. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptifanalitis. Berbagai data yang diperoleh, baik dari al-Qur’an dan kitab-kitab tafsir yang memaparkan tentang Nabi Musa dan kemudian dianalisis untuk bisa menjawab beberapa persoalan yang terkait dengan keberagamaan Nabi Musa. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya menampilkan deskripsi saja, tetapi juga analisis, tanggapan, dan penilaian. Beberapa pengolahan dan analisis, maka penelitian ini menghasilkan beberapa kesimpulan, yakni: Pertama, akidah. Akidah Nabi Musa dijelaskan di dalam al-Qur’an melalui berbagai peristiwa yang dialaminya. Akidahnya menyangkut keimanan yang hampir seperti keimanan umat Islam, yakni keimanan terhadap Allah, kitab-kitab-Nya, hari Kiamat, serta takdir Allah. Akan tetapi, al-Qur’an lebih menekankan akidah Nabi Musa mengenai ketauhidan. Beliau selalu berpegang teguh kepada ajaran Allah dan ia menyembah hanya kepada-Nya. Selain itu, akidah Nabi Musa juga terlihat ketika ia menerima kitab untuk disampaikan kepada kaumnya. Beberapa istilah yang dipakai al-Qur’an dalam menyebut kitab yang ia terima pada dasarnya mempunyai makna yang sama, yakni kitab sebagai sesuatu yang menjadi penerang dan petunjuk baginya dan kaumnya. al-Qur’an juga menjelaskan mengenai akidah Nabi Musa terhadap datangnya hari Kiamat dan takdir Allah. Kedua, syariat. Syariat Nabi Musa mirip dengan syariat umat Islam saat ini, yakni melaksanakan shalat, melepas sandal, serta menghadap kiblat ketika shalat. Namun, al-Qur’an dan hadits tidak menjelaskan perihal ini dengan rinci. Selain itu, al-Qur’an juga menjelaskan kewajiban untuk membayar zakat serta perintah kepada Nabi Musa untuk menjalankan puasa. Ketiga, akhlak. Akhlak Nabi Musa menyangkut suatu tingkah laku dan perbuatan yang baik. Nabi Musa selalu mengajarkan kaumnya untuk selalu bersyukur terhadap nikmat yang telah Allah berikan kepada mereka. Ia juga selalu memanjatkan doa dalam berbagai peristiwa. Nabi Musa juga selalu segera bertaubat ketika melakukan kesalahan apapun tanpa menundanya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing : Drs. H. M. Yusron, M.A
Subjects: Ilmu Alqur’an dan Tafsir
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Ilmu Alqur’an dan Tafsir (S1)
Depositing User / Editor: Miftahul Ulum [IT Staff]
Date Deposited: 07 Apr 2014 09:42
Last Modified: 07 May 2015 09:32
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/11722

Actions (login required)

View Item View Item