SHALAWAT BADAR KARYA K.H. ALI MANSUR Kajian Terhadap Peran Shalawat Badar Dalam Dinamika Politik Di Banyuwangi Tahun 1963-1971

ZAHRUL WAFA, NIM. 09120002 (2013) SHALAWAT BADAR KARYA K.H. ALI MANSUR Kajian Terhadap Peran Shalawat Badar Dalam Dinamika Politik Di Banyuwangi Tahun 1963-1971. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA.

[img]
Preview
Text (SHALAWAT BADAR KARYA K.H. ALI MANSUR Kajian Terhadap Peran Shalawat Badar Dalam Dinamika Politik Di Banyuwangi Tahun 1963-1971)
BAB I, V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img] Text (SHALAWAT BADAR KARYA K.H. ALI MANSUR Kajian Terhadap Peran Shalawat Badar Dalam Dinamika Politik Di Banyuwangi Tahun 1963-1971)
BAB II, III, IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (495kB)

Abstract

Terciptanya sebuah karya sastra, tentunya tidak bisa dilepaskan dari situasi dan kondisi sosial politik pada masanya. Sholawat Badar adalah rangkaian sholawat yang berisikan tawassul dengan nama Allah, dengan junjungan Nabi Solallahu „Alaihi Wassalam, serta para mujahidin teristimewanya para pejuang Badar. Sholawat ini adalah hasil karya K.H. Ali Manshur. Karya ini ditulis oleh K.H. Ali Mansur di Banyuwangi pada tahun 1963 ketika sedang terjadi konflik politik antara NU dan PKI. Ketika itu, K.H. Ali Mansur adalah Kepala Kantor Departemen Agama dan juga menjadi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama di Banyuwangi. Proses penciptaan Shalawat Badar penciptaan Shalawat Badar mengandung unsur mistik. Ditengah kegelisahanya memikirkan kondisi politik yang semakin kurang menguntungkan umat Islam, K.H. Ali Mansur bermimpi di datangi oleh oleh para habib berjubah putih.Bersamaan dengan itu istri beliau, Nyai Khatimah juga memimpikan Nabi Muhammad Saw sedang berpelukan dengan K.H. Ali Mansur.Keesokan harinya kedua mimpi tersebut di tanyakan kepada Habib Hadi al-Haddar Banyuwangi. Beliau menjawab: “ Itu ahli Badar, Ya Akhi”. Kedua mimpi aneh dan terjadi secara bersamaan inilah yang mendorong beliau untuk menulis Sebuah Sya‟ir yang kemudian dikenal dengan Shalawat Badar.Kemudian Shalawat Badar dikenalkan kepada masyarakat Banyuwangi dengan dikumandangkan oleh K.H. Ali Mansur dalam setiap kesempatan dalam setiap majelis ta‟lim di Banyuwangi. Pada perkembangan selanjutnya Shalawat Badar memiliki beberapa peran antara kurun waktu 1963-1971, baik peran bagi masyarakat NU Banyuwangi maupun luar wilayah Banyuwangi. Penelitian ini, memfokuskan pada peran Shalawat Badar pada tahun 1963-1971.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran Shalawat Badar pada tahun 1963-1971 baik di bagi masyarakat NU di Banyuwangi maupun di luar Banyuwangi dan mengetahui kondisi sosial-politik pada masa itu. Dalam penelitian ini mengunakan teori fungsionalisme, yang akan digunakan untuk melihat peran Shalawat Badar. Sedangkan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan antropologi, karena pendekatan ini menggunakan nilai-nilai yang didasari prilaku sosial masyarakat, status gaya hidup dan sistem kepercayaan. Dalam pengumpulan sumber, penelitian ini menggunakan dua metode, yaitu: kajian lapangan (field research) dan kajian pustaka (library research). Hasil penelitian ini merupakan gabungan dari sumber lisan (wawancara) dan pustaka yang terdiri dari buku-buku, majalah dan media. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat diketahui bahwa Shalawat Badar yang merupakan Shalawat yang populer dimasa kini adalah Shalawat yang memiliki peran besar, baik bagi masyarakat Banyuwangi maupun luar Banyuwangi pada tahun 1963-1971.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: PEMBIMBING:Drs. Badrun Alaena, M.Si.
Uncontrolled Keywords: Shalawat Badar
Subjects: Kebudayaan Islam
Divisions: Fakultas Adab dan Ilmu Budaya > Sejarah Kebudayaan Islam (S1)
Depositing User / Editor: Sugeng Hariyanto, SIP (sugeng.hariyanto@uin-suka.ac.id)
Date Deposited: 25 Apr 2014 00:53
Last Modified: 21 Aug 2015 02:36
URI: https://digilib.uin-suka.ac.id:80/id/eprint/12077

Actions (login required)

View Item View Item