KERAJAAN PATI TINJAUAN HISTORIS KEKUASAANNYA ABAD XVI – XVII

MUHAMMAD LUTHFI ANSHORI, NIM. 98122106 (2003) KERAJAAN PATI TINJAUAN HISTORIS KEKUASAANNYA ABAD XVI – XVII. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA.

[img]
Preview
Text (KERAJAAN PATI TINJAUAN HISTORIS KEKUASAANNYA ABAD XVI – XVII)
BAB I. V.pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text (KERAJAAN PATI TINJAUAN HISTORIS KEKUASAANNYA ABAD XVI – XVII)
BAB II. III. IV.pdf
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (1MB)

Abstract

Pada abad XVI, pulau Jawa sudah mengalami berbagai perkembangan. Hal ini terlihat jelas di bidang spiritual, social ekonomi dan struktur politik di berbagai wilayah terutama Jawa sebelah utara, termasuk Pati. Sejarah Kerajaan Pati tidak lepas dari sejarah Kerajaan Demak, Pajang dan Mataram. Dalam cerita sejarah di Jawa Tengah, kedudukan para penguasa Pati agak penting, namun pada abad XVI dan XVII penguasa Pati terpaksa mengakui kekuasaan tertinggi raja-raja Demak, Pajang dan Mataram. Walaupun begitu, potensi daerah mereka yang secara ekonomis dan strategis cukup kuat, agaknya memungkinkan penguasa Pati sekali-kali menanamkan pengaruh politik sampai di Jawa Tengah sebelah selatan. Hal inilah yang mendorong penulis untuk meneliti lebih jauh tentang perkembangan social politik yang berkembang di daerah Kerajaan Pati abad XVI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang gambaran sesungguhnya dari Kerajaan Pati yang pernah ada sekitar Abad XVI-XVII, untuk menjelaskan bagaimana hubungan antara Kerajaan Pati dengan Kerajaan Mataram serta untuk mengetahui sebab-sebab terjadinya kehancuran Kerajaan Pati yang hamper tidak meninggalkan bekas mengenai keberadaannya. Penelitian ini menggunakan metode sejarah, melalui proses heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Kajian ini menghasilkan kesimpulan: 1. Berdirinya Kerajaan Pati dipelopori oleh Raden Kembangjaya atau Raden Jayakusuma dengan disatukannya Kadipaten Paranggaruda, Carangsoka dan Majasem, kemudian membuat pemerintahan sendiri dengan nama Pesantenan dan kemudian diganti nama menjadi Pati. 2. System pemerintahan/kekuasaan didasarkan pada garis keturunan atau hak waris menurut tradisi. 3. Pemberontakan yang dilakukan Pati terhadap Mataram bermula dari gerakan ekspansi besar-besaran yang dilakukan oleh Senopati Mataram. Kerajaan Pati mengalami kehancuran disebabkan adanya hasutan yang dilakukan oleh Tumenggung Endranata, yang mengatakan bahwa Pragola II akan melakukan pemberontakan terhadap Mataram.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: sejarah kerajaan Islam di Indonesia, sejarah Kerajaan Pati, Islam di Pulau Jawa
Subjects: Kebudayaan Islam
Divisions: Fakultas Adab dan Ilmu Budaya > Sejarah Kebudayaan Islam (S1)
Depositing User / Editor: Miftakhul Yazid Fuadi, SIP.
Date Deposited: 02 May 2014 02:09
Last Modified: 18 Apr 2017 03:52
URI: https://digilib.uin-suka.ac.id:80/id/eprint/12327

Actions (login required)

View Item View Item