KARAKTERISTIK SIFAT MANUSIA MENURUT PENAFSIRAN SAYYID QUTB DAN HAMKA (Studi Atas Penafsiran QS. al-Ma'arij: 19-35)

AINA NOOR HABIBAH - NIM. 02531161, (2008) KARAKTERISTIK SIFAT MANUSIA MENURUT PENAFSIRAN SAYYID QUTB DAN HAMKA (Studi Atas Penafsiran QS. al-Ma'arij: 19-35). Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (KARAKTERISTIK SIFAT MANUSIA MENURUT PENAFSIRAN SAYYID QUTB DAN HAMKA (STUDI ATAS PENAFSIRAN QS. AL MA'ARIJ: 19-35))
BAB 1, BAB IV, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (3MB) | Preview
[img] Text (KARAKTERISTIK SIFAT MANUSIA MENURUT PENAFSIRAN SAYYID QUTB DAN HAMKA (STUDI ATAS PENAFSIRAN QS. AL MA'ARIJ: 19-35))
BAB II, BAB III.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (996kB)

Abstract

ABSTRAK Manusia merupakan makhluk yang memiliki kesempurnaan tertinggi karena ia dipersiapkan untuk menerima beban kewajiban. Di sisi lain, manusia memiliki kelemahan yang paling mendasar dan yang menyebabkan dosa adalah kepicikan dan kesempitan pikiran. Dalam hal ini, penulis mengangkat judul Karakteristik Sifat Manusia Menurut Penafsiran Sayyid Qut{b dan Hamka (Studi Atas penafsiran QS. al-Ma'arij 19:35). Karakteristik adalah ciri khas atau bentuk watak atau tabiat. Jadi manusia pasti memiliki sifat yang terdapat dalam ayat tersebut. br br Dalam skripsi ini, penulis menggunakan penafsiran Sayyid Qutb dan Hamka dengan jenis penelitian pustaka (library research). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif-analisis. Penelitian ini bersifat komparasi. Memilih Sayyid Qutb dan Hamka, mengingat keduanya termasuk mufassir modern yang hidup pada masa yang sama tetapi dari negara yang berbeda. Selain itu karya tafsirnya yang bercorak Adabi Ijtima'i, menurut hemat penulis sesuai dengan konteks saat ini. Diantara temuan dalam skripsi ini adalah bahwa dalam diri manusia pasti memiliki sifat keluh kesah, baik dalam keadaan susah ataupun senang, akan tetapi sifat itu akan hilang dengan sendirinya jika manusia bisa melaksanakan syarat-syarat yang di sebutkan dalam ayat selanjutnya (22-35), yaitu orang yang istiqomah sholatnya (daimun), disamping dia menjalankan shalat dengan istiqomah dia juga melaksanakan kewajiban kepada Allah dan sesama yaitu dengan membayar zakat, sedekah, percaya akan hari akhir dan azab-Nya, menjaga kemaluan (hafizun), menepati janji (ra'un) dan memberikan kesaksian dengan benar (qoimun) dan selalu menjaga shalat (yuhafizun). Lafadzlafadz tersebut terdiri dari isim fail, yang berarti harus berlangsung terus menerus yang tidak hanya dilakukan satu atau dua kali atau hanya dilakukan satu atau dua kriteria saja. Ternyata antara Sayyid Qutb dan Hamka tidak terdapat perbedaan yang mencolok dalam menafsirkan ayat tersebut, terutama dalam metode penafsiran, keduanya menggunakan metode tahlili, seperti juga ketika menafsirkan ayat dengan ayat dan hadis dan dari segi substansinya juga tidak terdapat perbedaan yang sangat mendasar.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing I : Drs. H. Mahfudz Masduki, M.A. ; Pembimbing II : M. Hidayat Noor, M.Ag.
Uncontrolled Keywords: Karakteristik, Sifat Manusia, Sayyid Qutb, Hamka
Subjects: Tafsir Hadist
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Tafsir Hadist (S1)
Depositing User / Editor: Miftakhul Yazid Fuadi, SIP.
Date Deposited: 30 May 2012 13:53
Last Modified: 18 Oct 2016 04:15
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/1252

Actions (login required)

View Item View Item