ETOS KERJA KOMUNITAS PEMULUNG DALAM MEMPERTAHANKAN HIDUP DI BANTARAN SUNGAI GAJAH WONG KOTA YOGYAKARTA

RAHAYU KURNIASIH, NIM. 09230020 (2013) ETOS KERJA KOMUNITAS PEMULUNG DALAM MEMPERTAHANKAN HIDUP DI BANTARAN SUNGAI GAJAH WONG KOTA YOGYAKARTA. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA.

[img]
Preview
Text (ETOS KERJA KOMUNITAS PEMULUNG DALAM MEMPERTAHANKAN HIDUP DI BANTARAN SUNGAI GAJAH WONG KOTA YOGYAKARTA)
BAB I, IV, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (2MB) | Preview
[img] Text (ETOS KERJA KOMUNITAS PEMULUNG DALAM MEMPERTAHANKAN HIDUP DI BANTARAN SUNGAI GAJAH WONG KOTA YOGYAKARTA)
BAB II, III.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (887kB)

Abstract

Kehadiran pemulung memang bukan hal yang baru, tetapi ada perubahan mendasar dalam pola kehidupan mereka. Pemulung dengan gerobaknya sebagai alat produksi saat ini. Mereka inilah yang disebut dengan pemulung. Pada siang hari mereka bekerja mencari sampah dari satu tempat ketempat sampah lainnya. Pada malam hari mereka pulang ketempat tinggal masing-masing untuk beristirahat. Pada umumnya mereka ini terjun di bidang sektor informal mengingat mereka juga mempunyai bobot pendidikan dan ketrampilan yang rendah dan tidak memadai. Kisah-kisah para pemulung menunjukkan bahwa kemiskinan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keseharian mereka. Untuk makan sehari-hari terkadang mereka pun harus berhutang. Realitas tersebut menunjukkan bahwa hidup mereka bergelut dengan lingkaran kemiskinan yang dihadapi dalam kehidupannya, juga eksistensinya dipekerjaannya seringkali dihadapkan pada berbagai pelecehan. Selama masalah kemiskinan, terutama penyebabnya, selalu didominasi oleh dua pendekatan teoritis, yaitu budaya kemiskinan dan kemiskinan struktural. Kedua pendekatan ini sangat mempengaruhi cara pandang pemerintah diberbagai elemen masyarakat dalam upaya penanggulangan kemiskinan di Indonesia. Bahkan pemerintah menganggap pemulung sebagai pengganggu ketentraman masyarakat, dan mereka dianggap sebagai kelompok illegal atau tidak mempunyai ketentuan hukum, tegasnya itu dianggap “liar“, maka dari itu bagaimana proses etos kerja komunitas pemulung dalam mempertahankan hidup di bantaran Sungai Gajah Wong Kota Yogyakarta ? Setrategi apa yang mereka bangun dan kembangkan oleh seorang pemulung untuk tetap bertahan hidup ? Untuk mencapai tujuan tersebut, maka jenis penelitian ini adalah penelitian yang mengungkap fakta dilapangan di Kelurahan Muja Muju komunitas pemulung di bantaran Sungai Gajah Wong Kota Yogyakarta. Sementara sifat penelitian adalah deskriptif-kualitatif, yakni berupaya menghimpun data, mengolah data dan menganalisa data secara kualitatif dengan tujuan agar dapat memperoleh informasi yang mendalam tentang apa yang menjadi penelitian. Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa para pemulung sebagai golongan miskin subjek aktif, yang kreatif, memikirkan masa depan atau masa yang akan datang dan mempunyai etos kerja yang tinggi. Ciri-ciri subjek aktif tersebut ditunjukkan melalui praktek keseharian, pemanfaatan jaringan dan gaya hidup pemulung. Kata Kunci : Kemiskinan, Komunitas Pemulung dan Sungai Gajah Wong.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: Drs. H. M. Abu Suhud, M. Pd
Uncontrolled Keywords: Kemiskinan, Komunitas Pemulung dan Sungai Gajah Wong.
Subjects: Pengembangan Masyarakat Islam
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Pengembangan Masyarakat Islam (S1)
Depositing User / Editor: Sugeng Hariyanto, SIP (sugeng.hariyanto@uin-suka.ac.id)
Date Deposited: 26 May 2014 03:46
Last Modified: 17 Nov 2015 07:08
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/12633

Actions (login required)

View Item View Item