PERDEBATAN ETIS ATAS EUTHANASIA (PERSPEKTIF FILSAFAT MORAL)

BAJANG TUKUL - NIM. 02510946, (2008) PERDEBATAN ETIS ATAS EUTHANASIA (PERSPEKTIF FILSAFAT MORAL). Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (PERDEBATAN ETIS ATAS EUTHANASIA (PERSPEKTIF FILSAFAT MORAL))
BAB 1, BAB V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img] Text (PERDEBATAN ETIS ATAS EUTHANASIA (PERSPEKTIF FILSAFAT MORAL))
BAB II, BAB III, BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (1MB)

Abstract

ABSTRAK Euthanasia merupakan sebuah permasalahan medis yang aktual dan kompleks, secara umum euthanasia mempunyai arti mengakhiri hidup dengan cara yang mudah dan tanpa rasa sakit, euthanasia sering juga disebut dengan i enjoy death /i (mati dengan tenang). Kajian mengenai hal ini sudah seringkali dibahas dalam berbagai bidang, seperti : agama, medis, hukum dan psikologi. Namun sejauh ini, hasilnya masih mengandung berbagai ketidakpuasan karena memang sulit sekali untuk dijawab secara objektif dan meyakinkan. Karena tindakan euthanasia dilakukan oleh manusia selaku makhluk rasional yang berakal budi, maka tindakan tersebut tidak begitu saja dilepaskan dari tanggungjawab moral meskipun motif yang mendasarinya adalah karena belas kasih. Bagaimanapun juga tindakan euthanasia tidak bisa begitu saja dibenarkan atau disalahkan, banyak sekali unsur yang harus diperhatikan untuk menilai benar tidaknya tindakan tersebut. Dengan melihatnya dari sudut pandang filsafat moral penulis mencoba mengkaji problematika yang ada dalam permasalahan euthanasia tersebut. br br Merujuk pada dua aliran besar filsafat moral yang dalam penelitian ini juga dijadikan penulis sebagai alat untuk mengkaji permasalahan euthanasia, yaitu deontologisme dan teologi utilitarisme. Pada dasarnya penilaian deontologisme terletak pada benar tidaknya suatu perbuatan yang dilakukan oleh seseorang, apakah perbuatan itu baik, wajib atau tidak, bukan pada tujuan akhir atau hasilnya yang dinilai. Sedangkan penilaian teologi utilitarisme terletak pada kemanfaatan atau hasil akhir (tujuan) yang hendak dicapai, jadi bukan perbuatan itu sendiri yang dinilai. br br Dengan meletakkan dasar benar tidaknya suatu perbuatan pada nilai perbuatan itu sendiri, deontologisme memandang bahwa tindakan euthanasia adalah tidak dibolehkan. Deontologisme melihat bahwa tindakan euthanasia bagaimanapun juga tidak sesuai dengan sumpah Hypocrates yang dijadikan pedoman bagi tenaga medis dalam melakukan setiap tindakan, karena pada dasarnya tugas bagi para pelaku medis adalah untuk menghormati serta memberikan yang terbaik pada pasiennya bukan untuk melukainya. Sedangkan utilitarisme sendiri memandang bahwa tindakan euthanasia apapun jenisnya sebenarnya sah-sah saja dilakukan. Dengan mendasarkan pada tujuan serta kemanfaatan suatu tindakan, utilitarisme menilai bahwa memberikan perawatan dengan dengan segala macam alat yang ada di dalamnya kepada yang lebih membutuhkan adalah lebih baik daripada membiarkan perawatan yang mahal namun tidak membawa hasil apapun.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing I : Drs. Sudin, M.Hum. ; Pembimbing II : Fakhruddin Faiz, M.Ag.
Uncontrolled Keywords: Etis, Euthanasia, Filsafat Moral
Subjects: Aqidah Filsafat
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta > Aqidah Filsafat
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Aqidah Filsafat (S1)
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Date Deposited: 31 May 2012 12:17
Last Modified: 04 Aug 2016 02:40
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/1276

Actions (login required)

View Item View Item