INKULTURASI DALAM RELIEF-RELIEF DI GEREJA HATI KUDUS TUHAN YESUS GANJURAN BANTUL YOGYAKARTA

BISRI MUSTOFA, NIM. 09523020 (2013) INKULTURASI DALAM RELIEF-RELIEF DI GEREJA HATI KUDUS TUHAN YESUS GANJURAN BANTUL YOGYAKARTA. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA.

[img]
Preview
Text (INKULTURASI DALAM RELIEF-RELIEF DI GEREJA HATI KUDUS TUHAN YESUS GANJURAN BANTUL YOGYAKARTA)
BAB I, V, DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (2MB) | Preview
[img] Text (INKULTURASI DALAM RELIEF-RELIEF DI GEREJA HATI KUDUS TUHAN YESUS GANJURAN BANTUL YOGYAKARTA)
BAB II, III, IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (3MB)

Abstract

Suatu agama beserta kebudayaannya tidak mungkin hidup sendiri. Mau tidak mau agama yang eksis di dunia harus bersinggungan dengan agama serta kebudayaan yang lain. Persinggungan ini akan memunculkan reaksi penolakan ataupun penerimaan. Reaksi penolakan sudah barang tentu akan menimbulkan ketegangan di antara kedua agama. Reaksi penerimaan pun tidak semua kebudayaan dari agama lain dapat diterima. Tradisi atau kebudayaan yang dapat diterima paling tidak tradisi yang tidak bertentangan dengan ajaran agama. Oleh karena itu terjadilah akulturasi atau inkulturasi suatu agama terhadap tradisitradisi setempat. Salah satu bukti bentuk inkulturasi adalah relief-relief yang terdapat di Gereja Ganjuran. Dari latarbelakang diatas dapat ditarik beberapa rumusan masalah. Terdapat empat permasalahan yang terangkum dalam dua rumusan masalah yang diangkat dalam skripsi ini. Yang pertama, bagaimana bentuk inkulturasi dalam relief-relief di gereja Ganjuran serta apa yang melatarbelakangi inkultrasi tersebut. Yang kedua, apa saja kisah di balik relief dan bagaimana pemaknaan terhadap relief tersebut. Pendekatan yang dipakai dalam penelitian adalah pendekatan antropologi. Ada dua teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian. Yang pertama adalah teknik observasi dan yang kedua adalah teknik wawancara. Untuk pengumpulan data ini penulis membutuhkan waktu dua bulan. Penelitiannya dilakukan pada bulan Mei dan Juni 2013. Sedangkan untuk menganalisis data digunakan teknik analisis data deskriptif analisis. Dalam penelitian ditemukan bahwa dalam relief-relief yang ada di gereja Ganjuran terdapat unsur-unsur budaya Jawa. Tokoh-tokoh yang digambarkan dalam relief dilukiskkan dalam bentuk orang yang memakai busana Jawa kuna. Nilai-nilai budaya Jawa disisipkan dalam kisah-kisah yang diceritakan dalam relief. Alasan dari inkulturasi ini adalah untuk mempermudah pengkabaran ajaran Injil kepada umat setempat sehingga mereka dapat memahami dan menghayati Injil melalui kebudayaan sendiri. Relief-relief tersebut menceritakan tentang Yesus yang harus memanggul kayu salib yang akan digunakan untuk menghukumnya sendiri. Perjalanan ini ditempuhnya demi untuk menyelamatkan manusia yang menurut keyakinan Katolik penuh dengan dosa. Relief-relief ini dimaknai sebagai bahan perenungan umat Katolik terhadap kisah sengsara dan perjuangan Yesus untuk menyelamatkan manusia melalui pengorbanan diri di tiang salib. Relief-relief tersebut akan membawa orang yang melihatnya kepada masa lalu, mengingat dan mengenang kisah sengsara Yesus dan berfikir untuk meneruskan perjuangannya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: Khairullah Zikri, MA.St.Rel.
Uncontrolled Keywords: Inkulturasi, relief, gereja
Subjects: Perbandingan Agama
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Perbandingan Agama (S1)
Depositing User / Editor: Sugeng Hariyanto, SIP (sugeng.hariyanto@uin-suka.ac.id)
Date Deposited: 20 Jun 2014 07:50
Last Modified: 06 Aug 2018 11:17
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/12933

Actions (login required)

View Item View Item