KISAH ISTRI FIR'AUN DAN MARYAM DALAM AL-QUR'AN (Studi Atas Tafsir al-Mizan Karya Muhammad Husain at-Tabataba')

IKA NARULITA - NIM. 02531163, (2008) KISAH ISTRI FIR'AUN DAN MARYAM DALAM AL-QUR'AN (Studi Atas Tafsir al-Mizan Karya Muhammad Husain at-Tabataba'). Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Kaum wanita muslimah pada umumnya, memerlukan suri tauladan agung yang menjadi simbol wanita mulia, yang telah dikisahkan dalam al-Qur'an. Sosok wanita teladan ini sebagai tolok ukur dalam perbaikan diri menuju fitrah wanita sejati. Seiring perubahan zaman, kaum wanita banyak mengalami berbagai erosi, misalnya kemerosotan dalam kepribadian, akhlak bahkan aqidah. Salah satu penyebabnya adalah krisis figur wanita teladan. Wanita muslimah semakin jauh meninggalkan teladan sejati mereka yang telah terbukti mampu memainkan peran positif. Oleh karena itu, penelitian tentang tokoh-tokoh wanita dalam al-Qur'an sangat urgen atau penting dilakukan berdasarkan beberapa alasan, pertama, sosok wanita dalam al-Qur'an sebagai suri tauladan agung, dan simbol wanita mulia dalam sejarah Islam. Kedua, pengulasan keteladanan dan pesan moral al-Qur'an yang terkandung dalam kisah-kisah tersebut. Ketiga, signifikansi pesan moral kisah wanita dalam al-Qur'an dalam konteks masa kini. Pengkajian figur wanita yang akan penulis lakukan adalah pengkajian kisah dua tokoh wanita, yaitu istri Fir'aun dan Maryam. Penulis akan mengkaji kedua tokoh tersebut melalui tafsir al-Mizan fi Tafsir al-Qur'an karya Tabataba'i. Kekhususan dalam kitab tafsir al-Mizan yang merupakan karya monumentalnya ini di dalam membahas beberapa ayat gender penulisnya memberikan nuansa esoterik yang hampir tidak kita jumpai di dalam kitab tafsir kalangan Sunni. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitis, yakni mengumpulkan data yang ada, menafsirkannya dan mengadakan analisa yang interpretatif dengan cara menyelami kemudian mengungkap arti dan nuansa yang di maksud oleh seorang tokoh. Selanjutnya untuk menganalisa data digunakan metode deduktif, yaitu menganalisa data-data yang bersifat umum, kemudian ditarik ke dalam kesimpulan yang bersifat khusus. Hal ini dilakukan untuk mengetahui detail-detail penafsiran Tabataba'i ketika menafsirkan ayat-ayat al-Qur'an tentang kisah istri Fir'aun dan Maryam. Berdasarkan uraian dalam penelitian ini, maka dapat dihasilkan beberapa kesimpulan yaitu, pertama, keteguhan iman yang tergambar dalam diri istri Fir'aun yaitu, Asiyah. Kisah istri Fir'aun mengandung pesan moral yang sangat berharga, bahwa dalam diri seseorang yang suci dan murni dari kekafiran dan kemunafikan, meskipun berdampingan dan bergaul dengan seorang yang kafir, maka hatinya tetap teguh memegang prinsip dan keimanannya. Sifat keibuan pada diri Asiyah, ketika menyelamatkan bayi Musa dari kekejaman Fir'aun, yang hendak membunuhnya. Kedua, kesalehan dan kesucian diri, yang tergambar jelas dari sosok Maryam. Dengan berbekal iman kepada Allah SWT Maryam tetap tegar dan ikhlas menerima segala ujian dari Allah SWT. Pemeliharan diri dengan menutup aurat dengan jilbab atau hijab. Keimanan dan ketakwaan mampu menumbuhkan rasa tenang dalam hati dan tentram dalam jiwa. Keimanan juga menumbuhkan rasa optimisme, keberanian, perasaan harga diri dan harapan serta rasa dekat dengan Tuhan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: b Pembimbing I : /b Dr. Ahmad Baidowi, S.Ag, M.Si. ; b Pembimbing II : /b Moh. Hidayat Noor, S.Ag, M.Ag.
Uncontrolled Keywords: Kisah, Istri Fir'aun, Maryam
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 16:40
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/1301

Actions (login required)

View Item View Item