TAFSIR SUFI-FALSAFI IBN 'ARABI TENTANG PEREMPUAN DALAM AL-QUR'AN

LAILIYATIS SA'ADAH, NIM. 03531533 (2008) TAFSIR SUFI-FALSAFI IBN 'ARABI TENTANG PEREMPUAN DALAM AL-QUR'AN. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (TAFSIR SUFI – FALSAFI IBN ‘ARABI TENTANG PEREMPUAN DALAM AL-QUR’AN)
BAB I, V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img] Text (TAFSIR SUFI – FALSAFI IBN ‘ARABI TENTANG PEREMPUAN DALAM AL-QUR’AN)
BAB II, III, IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (2MB)

Abstract

Marginalisasi terhadap peran perempuan di dalam wilayah hukum, sosial, dan politik, diterangai oleh banyak kalangan, akibat hegemoni tafsir tafsir patriarkis-klasik dalam menafsirkan kedudukan perempuan melalui doktrin agama, baik al-Qur'an maupun hadis. Perempuan dianggap tidak lebih dari quot;pelayan quot; laki-laki, makhlukn sekunder, dan padanan negatif lainnya, sehingga seolah-olah absah untuk diperlakukan sewenang-wenang oleh kaum laki-laki. br br Dengan menyimak aragam initimidasi dan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) terhadap perempuan itulah, muncul quot;gerakan baru quot; untuk menyuarakan hak-hak perempuan yang selama ini dibungkam. quot;Gerakan baru quot; tersebut biasa dikenal denga gerakan tafsir feminisme-kontemporer yang merupakan kebalikan dari tafsir patriarkis-klasik. Nama-nama seperti Riffat Hassan, Amina Wadud, Fatima Mernisi, Asghar Ali Engineer, dan lain sebagainya, dalam kajian pemikiran Islam kontemporer dimasukkan ke dalam kelompok quot;gerakan baru quot; ini. br br Karena itu, disinilah perlu ada semacam bentuk quot;tafsir lain quot; yang dapat mengantarkan pada pemahaman terhadap kedudukan perempuan secara quot;utuh quot;, baik ditinjau dari segi kodratnya sebagai manusia, maupun doktrin agama, dengan tidak membatasi diri terhadap apa yang tersurat dan interpretasi-interpretasi artifisial. Berdasarkan penelusuran penulis, pemahaman yang ideal tersebut dapat ditemukan pada tradisi kearifan atau kaum sufi - terlebih dalam pemikiran tokoh sufi terkenal dari Andalusia bernama Ibn 'Arabi, yang menjadi objek penelitian ini. br br Tujuan dari penelitian ini secara umum, yaitu mengetahui pandangan Ibn 'Arabi tentang perempuan dalam al-Qur'an, yang ia kemukakan dalam karyanya, terutama di i al-Futuhat al-Makkiyah, Fusus al-Hikam /i dan i Tarjuman al Asywaq /i . Melalui karya-karya besarnya itu, penulis melakukan pelacakan terhadap pemikiran -pemikirannya dalam bentuk teks langsung berupa dalil dari al-Qur'an dan hadis, maupun statemen-statemen pribadinya. br br Meskipun harus diakui, tidak gampang memahami setiap diksi dari tulisan-tulisannya. Ulasan-ulasan yang ia bangun, terkait dengan tafsir i sufi-falsafi /i tentang perempuan dalam al-Qur'an dikemukakan secara acak dan terpisah di antara beberapa karyanya tersebut. Maka untuk mengatasi problem itu, penulis menggunakan unsur-unsur metodis yang terdiri dari: (1) Deskriptif, yakni dengan mengutip secara langsung pendapat-pendapat Ibn 'Arabi, (2) Interpretatif, digunakan untuk menafsirkan makna dari pendapatnya, dan (3) Komparatif, yang penulis gunakan untuk membandingkan pendapatnya itu dengan tokoh-tokoh sufi dan para mufassir. br br Kemudian untuk lebih jauh memahami pemikirannya, penulis menggunakan pendekatan i historis-filosofis /i . Dengan pendekatan ini, maka diketahui bahwa model penafsiran Ibn 'Arabi bercorak sufi sekaligus filosofis. Dalam setiap memahami persoalan, termasuk tentang kedudukan perempuan dalam al-Qur'an, sangat tampak karakteristik penafsirannya yang bersifat ontologis. Ia bertolak dari proses awal penciptaan manusia, yang kemudian dipadukan dengan metode tasirnya yang menggunakan i mukasyafah /i . Dengan cara seperti itulah, Ibn 'Arabi menghasilkan pola tafsir yang jauh dari bias gender, tetapi lebih pada pemuliaan dan pengagungan terhadap perempuan. Bahkan dalam batas-batas tertentu, perempuan bagi Ibn 'Arabi, menjadi quot;sarana quot; penampakan Tuhan di wajahnya. br br Dengan cara ini, penulis hendak quot;menobatkan quot; sekaligus memperkenalkan sosok Ibn 'Arabi sebagai seorang mufassir, disamping ia juga selama ini oleh banyak orang dikenal sebagai seorang sufi dan filsuf muslim. Karenanya, ia layak disejajarkan dengan mufassir-mufassir lain yang sudah banyak dikenal orang.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Dr. Phil. Sahiron, MA.
Uncontrolled Keywords: Sufi, Falsafi, Perempuan
Subjects: Tafsir Hadist
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Tafsir Hadist (S1)
Depositing User / Editor: H. Zaenal Arifin, S.Sos.I., S.IPI.
Date Deposited: 19 Oct 2015 01:48
Last Modified: 19 Oct 2015 01:55
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/1309

Actions (login required)

View Item View Item