KONSEP i I'JAZ /i AL-QUR'AN MENURUT i ABU BAKAR AL-BAQILLANI /i DALAM KITAB i I'JAZ /i AL-QUR'AN (Studi tentang Korelasi Pemikiran al-Baqillani dan Teologi al-Asy'ari)

M. ALWY AMRU GHOZALI - NIM. 03531300, (2008) KONSEP i I'JAZ /i AL-QUR'AN MENURUT i ABU BAKAR AL-BAQILLANI /i DALAM KITAB i I'JAZ /i AL-QUR'AN (Studi tentang Korelasi Pemikiran al-Baqillani dan Teologi al-Asy'ari). Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Kajian terhadap i'jaz al-Qur'an cukup penting dilakukan. Selain sebagai prinsip elementar dalam kenabian, i'jaz al-Qur'an juga dibutuhkan dalam rangka mengetahui maksud Firman Allah Swt. sekaligus menambah keyakinan terhadap kebenaran pesanpesannya. Begitu pentingnya kajian ini, tak heran bila banyak tokoh melakukan penelusuran secara serius terhadapnya. Salah satu tokoh generasi awal yang menulis tema tersebut adalah Abu Bakar al-Baqillani (W. 403 H). Di dalam kitab I'jaz al-Qur'an, ia menjelaskan konsep itu dengan baik. Sehingga banyak tokoh berikut yang melakukan reproduksi pemahaman berdasarkan pemikirannya. Namun, membaca secara mendalam karya ini akan tampak betapa argumen yang dibangun oleh al-Baqillani dalam penempatan aspek kebahasaan sebagai kemukjizatan al-Qur'an yang sebenarnya merupakan bentuk pemihakan kepada aliran teologi tertentu, yaitu al-Asy'ari. Berangkat dari kenyataan tersebut, penulis mengajukan beberapa pertanyaan sebagai rumusan masalah dalam penelitian ini, yaitu: bagaimana konsep kemukjizatan al-Qur'an menurut al-Baqillani dalam kitab I'jaz al-Qur'an? Bagaimana konsep Kalamullah menurut al-Asy'ari? Bagaimana korelasi antara konsep kemukjizatan al-Qur'an menurut al-Baqillani dan pandangan Kalamullah teologi al-Asy'ari? Mengapa terjadi korelasi antara keduanya? Dengan menggunakan pendekatan historis dan metode diskriptif-interpretatif dan metode intertekstualitas dapat dihasilkan kesimpulan sebagai berikut: konsep kemukjizatan al-Qur'an menurut al-Baqillani di dalam kitabnya terletak pada pemberitaan gaib, keummiyan Nabi Muhammad Saw., dan susunan dan struktur (al-nazm wa al-ta'lif) bahasa yang indah. Hanya saja, aspek kebahasaan merupakan aspek yang sesungguhnya dari kemukjizatan al-Qur'an. Sebab, berdasarkan tantangan yang disodorkan oleh al-Qur'an untuk membuat semisalnya dan kenyataan tidak adanya perlawanan dari masyarakat. Kedua, konsep Kalamullah menurut teologi al-Asy'ari bersifat Qadim. Ia tidak diciptakan. Ketiga, al-Baqillani terbukti memihak kepada paham Kalamullah Qadim menurut teologi al-Asy'ari. Pandangan al-Baqillani tentang kemukjizatan al-Qur'an pada ranah susunan dan struktur bahasa yang indah seolah ingin menyampaikan pesan teologis bahwa Kalamullah adalah Qadim, sehingga tidak mungkin akan ditandingi oleh siapapun. Betapa al-Asy'ari dalam hal ini memberikan sumbangan yang besar terhadap kerangka berpikir (al-binyah al- amp;#8216;aqliyyah) al-Baqillani dalam konseptualisasi ilmu tersebut, begitu juga al-Baqillani yang berjuang melakukan pembelaan terhadap aliran keagamaannya. Keempat, korelasi pemikiran antara dua tokoh terjadi sebab: [1], pemahaman yang sama tentang Kalamullah antara al-Baqillani dan al-Asy'ari. [2], persinggungan antara al-Asy'ari dengan al-Baqillani dalam tranformasi pengetahuan baik secara langsung maupun tidak. [3], al-Baqillani hidup pada masa yang sedang gencar terjadi pembahasan masalah teologi. Wajar bila ia berusaha melakukan afirmasi terhadap pandangan teologi yang diikuti. Harapannya, penelitian ini dapat memberikan sumbangan intelektual yang berharga bagi jurusan TH tentang konsep kemukjizatan al-Qur'an dari sisi geneologi penulisan dan segala hal yang menyelimutinya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: b Pembimbing I : /b Dr. H. Abdul Mustaqim, M.Ag. ; b Pembimbing II : /b Dr. Phil. Syahiron Syamsuddin, M.A.
Uncontrolled Keywords: Al-Qur'an, I'jaz
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 16:40
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/1313

Actions (login required)

View Item View Item