PANDANGAN MUHAMMAD HUSAIN HAIKAL TERHADAP HADIS ISRA' MI'RAJ NABI MUHAMMAD SAW

M. NUR ROHMAN - NIM. 03531509, (2008) PANDANGAN MUHAMMAD HUSAIN HAIKAL TERHADAP HADIS ISRA' MI'RAJ NABI MUHAMMAD SAW. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Hadis sebagai sumber ajaran Islam kedua setelah al-Qur'an menduduki posisi yang sangat penting dalam Islam. Oleh karena itu, diperlukan penelitian yang ketat untuk menguji otentisitas sebuah hadis. Para ulama klasik seperti al-Bukha ri, Muslim dan lain-lain menekankan penelitian pada aspek kesahihan sanadnya dengan asumsi bahwa kebenaran sebuah ilmu diukur dari kebenaran riwayatnya. Berbeda dengan mereka, para ulama modern seperti i Muhammad amp;#8216;Abduh /i dan i Muhammad Husain Haikal /i lebih menekankan pada penelitian kesahihan matan hadis yang didasaran pada pembacaan mereka terhadap sejarah penulisan (kodifikasi) yang lama dan peristiwa pemalsuan hadis yang marak pada masa awal Islam serta pembacaan mereka terhadap realita umat Islam pada zamannya yang diserang oleh mitos, takhayul, dan khurafat yang menjadikan mereka tertinggal dari peradaban dunia modern. Sebagai seorang pemikir modern, Muh}ammad H{usain Haikal memiliki gagasan modernisme yang dia tuangkan dalam karya monumentalnya Hayat Muhammad yang berisi perjalanan hidup Nabi Muhammad saw. dari proses kelahiran hingga wafat yang digambarkan dengan semanusiawi mungkin dengan pendekatan ilmu pengetahuan modern seperti psikologi termasuk di antaranya adalah sebuah peristiwa agung, yakni isra' mi'raj Nabi saw. Secara umum, ada tiga pemahaman mengenai isra' mikraj ini, yakni isra' mikraj dilakukan dengan ruh, isra' dengan jasad dan mikraj dengan ruh, serta isra' mikraj dilakukan dengan jasad. Dari sana, muncul sebuah rumusan masalah, yakni bagaimanakah pandangan Muhammad Husain Haikal mengenai hadis-hadis isra' mikraj, mukjizat Nabi saw., serta kritik yang ditujukan kepadanya terkait padangannya tersebut. Setelah meneliti dengan metode deskriptif analitis, penyusun menemukan bahwa dengan konsep kesahihan sebuah matan hadis yang digagas Muhammad Husain Haikal, yakni sesuai dengan al-Qur'an, syariat, akal dan panca indera, dia mengutip tiga hadis yang dianggapnya sahih dari segi matan meskipun lemah dari segi sanadnya sebagai sumbernya, yakni hadis riwayat i amp;#8216;Aisyah, Umm Hani', /i dan i Mu'awiyah bin Abu Sufyan /i . Ketiga hadis tersebut Haikal kutip sebagai pendukung pendapatnya yang menyatakan bahwa isra' mikraj Nabi Muhammad saw. dilakukan dengan ruh. Untuk menjelaskannya, Haikal membaca isra' mi'raj dengan konsep i wihdat al-wujud /i dan menganalogikannya dengan teori ilmu pengetahuan modern seperti telepati, gelombang suara, dan hipnotisme. Jika memang isra' mi'raj dilakukan dengan ruh, bukan jasad, maka hal itu menjadikannya masuk ke dalam kategori sesuatu yang gaib. Dan jika ia termasuk ke dalam ketori gaib, maka pembuktian secara ilmiah pun sulit dilakukan. Sehingga isr'a mikraj bukanlah mukjizat Nabi saw., tetapi lebih diartikan sebagai kelebihan yang diberikan Allah kepada Rasil-Nya. Oleh karena itu, menurut Haikal, mukjizat Nabi Muhammad saw. sebenarnya adalah al-Qur'an. Karena ia merupakan sesuatu yang sangat manusiawi, rasional, dan ilmiah. Meskipun begitu, ada beberapa kritik yang lancarkan atas pandangannya ini, yang pada intinya menyatakan bahwa Haikal terlalu terlena dengan metode ilmiahnya sehingga kurang memperhatikan hal-hal yang benar jika dilihat dengan metode yang lainnya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: b Pembimbing I : /b M. Alfatih Suryadilaga, M.Ag. ; b Pembimbing II : /b Ahmad Baidowi S.Ag.M.Si.
Uncontrolled Keywords: Pandangan, Hadis Isra' Mi'raj, Muhammad Saw
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 16:40
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/1317

Actions (login required)

View Item View Item