REINTEGRASI EPISTEMOLOGI KEILMUAN ISLAM DAN SEKULER (TELAAH PARADIGMA INTEGRASI-INTERKONEKSI DAN RELEVANSINYA TERHADAP UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA M. AMIN ABDULLAH

MASHUDI - NIM. 03511399, (2008) REINTEGRASI EPISTEMOLOGI KEILMUAN ISLAM DAN SEKULER (TELAAH PARADIGMA INTEGRASI-INTERKONEKSI DAN RELEVANSINYA TERHADAP UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA M. AMIN ABDULLAH. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (REINTEGRASI EPISTEMOLOGI KEILMUAN ISLAM DAN SEKULER (TELAAH PARADIGMA INTEGRASI-INTERKONEKSI DAN RELEVANSINYA TERHADAP UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA M. AMIN ABDULLAH)
BAB 1, BAB V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (3MB) | Preview
[img] Text (REINTEGRASI EPISTEMOLOGI KEILMUAN ISLAM DAN SEKULER (TELAAH PARADIGMA INTEGRASI-INTERKONEKSI DAN RELEVANSINYA TERHADAP UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA M. AMIN ABDULLAH)
BAB II, BAB III, BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

ABSTRAK Suatu hal yang paling nampak dalam perkembangan epistemologi seperti yang dirasakan oleh mayarakat Barat modern adalah penemuan atau penerapan sains dan teknologi yang dengan keberhasilannya sangat berbeda jauh dengan kegiatan (kreativitas) para filosof sebelumnya, sehingga pada masa ini dijuluki dengan zaman pencerahan (aufklarung). Namun pada masa ini juga masyarakat modern semakin menyadari bahwa penerapan sains dan teknologi berdampak negatif, karena dengan asumsi bahwa ilmu adalah bebas nilai itu ternyata membawa pada dehumanisasi yang menjauhkan diri dari nilai-nilai keagamaan. Berawal dari kesadaran inilah masyarakat modern untuk menggali kembali hubungan harmonis antara sains dan agama. Begitu juga, dalam dunia Islam bahwa upaya untuk mempertemukan kedua entitas tersebut telah banyak dilakukan, seperti penerapan sains Islami, Islamisasi ilmu, epistemologi Islam, hingga ke paradigma integrasi-interkoneksi. Karena itu khusus pada paradigma terakhir dan relevansinya terhadap UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang digagas oleh M. Amin Abdullah bahwa integrasi ilmu memang tidak mungkin dilakukan hanya dengan mengumpulkan dua himpunan keilmuan yang mempunyai basis teoritis yang sama sekali berbeda, tetapi integrasi ilmu memang tidak mungkin tidak mungkin dilakukan hanya dengan mengumpulkan dua himpunan keilmuan yang mempunyai basis teoritis yang sama sekali berbeda, tetapi integrasi hanya dapat dimungkinkan jika disertai upaya mengintegrasikan dan menginterkoneksikan pada dimensi ontologis, epistemologis, dan aksiologisnya. Karena bagaimanapun juga antara sains (keilmuan sekuler) dan agama (keilmuan Islam) dalam sisi kebenarannya sama-sama diakui - yang kemudian hanya diperlukan adanya keterbukaan dan quot;tegur sapa quot; antara kedua entitas tersebut, atau memanfaatkan dan ketersaling-kaitan antara hadarah an-nass hadarah al-ilm dan hadarah al-falsafah. Dari uraian di atas penulis dapat memformulasikan dua persoalan yang akan dijadikan sebagai bahan penulisan skripsi ini, yaitu: Pertama , bagaimana paradigma integrasi-interkoneksi epistemologi keilmuan ISlam dan sekuler dalam pandangan M. Amin Abdullah. Kedua, bagaimana pula relevansi paradigma integrasi-interkoneksi epistemologi keilmuan teresebut dalam transformasi IAIN menjadi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. br br Berdasarkan pada paradigma integrasi-interkoneksi maka sebagai sebuah kajian faktual tentang seorang tokoh, penulis dengan memakai metode diskriptif-interpretatif-analitis, yang mencoba untuk menelaah secara intensif tentang problem dikotomi ilmu dan spesialisasi ilmu yang mengakibatkan terjadinya quot;takfir quot; antar sesama Muslim hanya perbedaan kajian disiplin ilmu. Hal inilah yang dijadikan basis utamanya dalam penerapan paradigma integrasi-interkoneksi yang kaitannya dengan epistemologi keilmuan dalam Perguruan Tinggi Agama Islam di Indonesia, khususnya dalam konversi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Sementara tujuan dalam penelitian ini secara umum untuk mengetahui paradigma-paradigma epistemologi keilmuan yang dimulai sejak abad modern, karena pada abad ini ilmu pengetahuan telah mengalami pergeseran paradigma (shifting paradigm) secara besar-besaran yaitu paradigma dari dunia mitos ke dunia logos, atau dari teoantroposentrisme ke antroposentrisme - sehingga akhirnya terjadi disintegrasi antara ilmu (sciences) dan agama wahyu) - yang disebar-luaskan ke seluruh penjuru dunia. Namun tujuan secara spesifik dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana paradigma integrasi-interkoneksi dan relevansinya terhadap konversi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Integrasi yang ada sejak dulu masih terikat pada bentuk ideologi-ideologi pengetahuan, sehingga upaya tersebut terlalu utopis untuk diterapkan. Maka sebagai hasil analisis dari penelitian ini bahwa paradigma integrasi-interkoneksi mengajak umat Islam baik yang berkecimpung dalam pendidikan formal maupun nonformal untuk bersikap secara arif dan bijak, yakni tidak bersikap apatis-antipati terhadap keberadaan keilmuan sekuler -yang selalu menunjukkan taringnya, karena semua ilmu pengetahuan yang ada di muka bumi ini adalah berasal dari Tuhan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing I : Drs. H. Muzairi, MA. ; Pembimbing II : Dr. Alim Ruswantoro, M.Ag.
Uncontrolled Keywords: Reintegrasi, Epistemologi, Keilmuan, Islam, Sekuler
Subjects: Aqidah Filsafat
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta > Aqidah Filsafat
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Aqidah Filsafat (S1)
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Date Deposited: 06 Jun 2012 15:29
Last Modified: 04 Aug 2016 02:50
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/1339

Actions (login required)

View Item View Item