PEMBAJAKAN SOFTWARE KOMPUTER DALAM UU NO. 19 TAHUN 2002 TENTANG HAK CIPTA PERSPEKTIF HUKUM PIDANA ISLAM

AHMAD NUR FUADY, NIM. 02371462 (2008) PEMBAJAKAN SOFTWARE KOMPUTER DALAM UU NO. 19 TAHUN 2002 TENTANG HAK CIPTA PERSPEKTIF HUKUM PIDANA ISLAM. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (PEMBAJAKAN SOFTWARE KOMPUTER DALAM UU NO. 19 TAHUN 2002 TENTANG HAK CIPTA PERSPEKTIF HUKUM PIDANA ISLAM)
BAB I, V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img] Text (PEMBAJAKAN SOFTWARE KOMPUTER DALAM UU NO. 19 TAHUN 2002 TENTANG HAK CIPTA PERSPEKTIF HUKUM PIDANA ISLAM)
BAB II, III, IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (1MB)

Abstract

ABSTRAK Penggunaan software bajakan kadang jarang diperhatikan dari segi hukumnya oleh pemakai software tersebut, namun jika pemakai mempunyai kepedulian lebih terhadap hak cipta orang lain, pemakai software bajakan tersebut tentunya akan menyadari bahwa yang ia lakukan tersebut adalah suatu perbuatan melanggar hukum. Meski dalam undang-undang di negara Indonesia ini terdapat aturan yang mengaturnya yaitu Undang-undang nomor 19 tahun 2002 Tentang Hak Cipta, namun dalam penegakannya hanya terbatas pada pemakaian komputer dilingkungan publik, tidak mengena pada pemakaian komputer dilingkungan pribadi (Personal Computer). Bukan hanya pada lingkup undang-undang hukum di Indonesia yang mempunyai aturan dalam hal ini, namun dalam hukum Islampun terdapat aturan hukum dalam bidang hak cipta umumnya dan pembajakan software khususnya. Karena fleksibilitas hukum Islam sehingga aturan hukum yang tergolong baru dan tidak ada pada masa Rosulullah SAW juga terdapat aturannya dalam hukum Islam. Pembajakan software tergolong kasus unik yang sedikit berbeda dengan pelanggaran hak cipta pada umumnya. Sebagai contoh pembelian seperangkat laptop, yang di kemudian hari karena kerusakan sistem memerlukan proses instalasi ulang software sistemnya, dan dikarenakan dalam pembeliannya tidak disertakan cd softwarenya, tapi hanya berupa serial number dari software yang disertakan dalam setiap pembelian laptop. Penginstalan laptop tersebut dengan menggunakan cd software lain yang merupakan kopian dari pihak lain dengan memasukkan serial number yang ada pada laptop tersebut otomatis software tersebut telah mendapatkan lisensi dari pihak pemilik hak cipta atas software komputer tersebut. Hal ini berbeda dengan pembelian sebuah buku yang jika buku itu rusak kemudian mengkopi dari buku milik orang lain maka ia tetaplah dikatakan melanggar hak cipta atas buku tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif, yaitu mengetahui permasalahan mengenai software komputer serta permasalahan pembajakan software tersebut yang tak lepas dari permasalahan tindak pidana hak cipta. Kemudian dalam sanksi hukumnya penyusun mengacu pada peraturan Undang-undang nomor 19 tahun 2002 serta al-Qur'an, as-Sunah dan ijtihad ulama sebagai landasan dalam hukum pidana Islam. Hasil dari penelitian yang dilakukan adalah bahwa tindak pidana hak cipta khususnya software komputer dapat digolongkan kedalam suatu bentuk hak milik immaterial atau tak berwujud, yang mendapat perlindungan hukum dalam Islam dan pelanggaran tehadapnya merupakan suatu jarimah. Jarimah dalam hak cipta ini di kategorikan sebagai jarimah ta'zir yang penerapan sanksi hukumnya ditetapkan oleh pemerintahan suatu negara dengan tujuan untuk mencapai kemaslahatan umat.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: SITI FATIMAH, SH, M.Hum.
Uncontrolled Keywords: Pembajakan, Software, komputer, Hak Cipta
Subjects: Jinayah Siyasah
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Jinayah Siyasah (S1)
Depositing User / Editor: Zaenal Arifin, S.Sos.I., S.IPI.
Date Deposited: 04 Jun 2015 06:55
Last Modified: 04 Jun 2015 07:00
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/1372

Actions (login required)

View Item View Item