KONSEP KEDAULATAN MENURUT AYATULLAH KHOMENI DAN BARON DE MONTESQUIEUU

ARIFUDDIN, NIM. 02361160 (2008) KONSEP KEDAULATAN MENURUT AYATULLAH KHOMENI DAN BARON DE MONTESQUIEUU. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (KONSEP KEDAULATAN MENURUT AYATULLAH KHOMENI DAN BARON DE MONTESQUIEUU)
BAB I, IV, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img] Text (KONSEP KEDAULATAN MENURUT AYATULLAH KHOMENI DAN BARON DE MONTESQUIEUU)
BAB II, III.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (2MB)

Abstract

ABSTRAK Kedaulatan dalam kehidupan bernegara mempunyai peran yang sangat penting, karena kedaulatan merupakan simbol kekuasaan dalam sebuah negara. Berkaitan dengan kedaulatan sebuah negara adalah legitimasi bagi penguasa. Dalam wacana politik, dua hal tersebut sangat berkaitan antara satu dengan yang lainnya. Banyak tokoh yang telah menjelaskan perihal kedaulatan dalam negara melalui sistem pemerintahan, diantaranya Baron de Montesquieu dan Ayatullah Khomeini. Baron de Montesquieu (selanjutnya : Montesquieu) mengembangkan teori John Locke tentang pembagian kekuasaan dalam negara. Konsep yang digagas oleh Montesquieu menekankan, bahwa sistem pemerintahan harus dipisah/dibagi antara satu bagian dengan yang lain, agar tidak ada penguasa yang kejam, menindas terhadap rakyat, despotik dalam memimpin pemerintahan, karena sumber kekuasaan dalam negara berasal dari rakyat. Kemudian Montesquieu membagi kekuasaan menjadi kekuasaan Legislatif, Eksekutif dan Yudikatif. br br Berbeda dengan Montesquieu, Ayatullah Khomeini (selanjutnya : Khomeini) seorang ulama Syi'ah Itsna' Asy'ariyyah yang mengarsiteki langsung i Wilayah Faqth /i sebagai sistem pemerintahan di Iran. Dalam sistem ini pemimpin tertinggi adalah faqih dibantu dengan tiga elemen legislatif, eksekutif (Presiden) dan Yudikatif. Walaupun konsep atau gagasan i Wilayah Faqth /i ini menggunakan konsep kedaulatan Tuhan, namun Khomeini tidak meninggalkan peran rakyat dalam menjalankan atau mengarahkan jalan pemerintahan, melalui pemilihan wakil di legislatif dan pemilihan presiden. br br Kajian ini merupakan kajian tyata negara atau i siyasah /i , dalam penelitian ini menggunakan pendekatan historis, yaitu pendekatan yang digunakan untuk mengetahui latar belakang pemikiran tokoh mengenai kedaulatan rakyat, hal apa saja yang mempengaruhi para tokoh dalam memunculkan gagasan, dan bagaimana implementasi dari gagasan kedua tokoh. Kemudian dilakukan analisa perbandingan dari pemikiran kedua tokoh tersebut untuk mengetahui perbedaan dan persamaannya. br br Hasil penelitian ini adalah, persamaan pemikiran Montesquieu dan Khomaeni i Pertama /i , melakukan pemisahan kekuasaan i (separation of power) /i dalam pemerintahan. i Kedua /i , supremasi hukum mempunyai posisi signifikan atau sentral dalam pemerintahan. i Keetiga /i , bentuk pemerintahan republik. Sedangkan perbedaannya yaitu i Pertama /i , sumber kekuasaan atau kedaulatan, menurut Montesquieu kekuasaan berasal dari rakyat sedangkan Khomaeni berasal dari Tuhan, i Kedua /i , doktrin ajaran Khomaeni berasal dari Syi'ah Itsna' Asy'ariyyah dan Montesquieu berasal dari hukum-hukum kuno dan romawi. i Ketiga /i , Khomaeni mewujudkan gagasannya dalam pemerintahan, sedangkan gagasan Montesquieu menjadi inspirasi pendiri Amerika Serikat. i Keempat /i , Khomaeni menempatkan Faqih sebagai pemimpin tertinggi, bagi Montesquieu tidak ada pemimpin tertinggi kecuali tiga elemen yang ada.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Dr. Ahmad Yani Anshori
Uncontrolled Keywords: Konsep, Kedaulatan
Subjects: Perbandingan Madzhab
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Perbandingan Madzab (S1)
Depositing User / Editor: Zaenal Arifin, S.Sos.I., S.IPI.
Date Deposited: 11 Jun 2015 01:23
Last Modified: 11 Jun 2015 01:39
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/1381

Actions (login required)

View Item View Item