HAK-HAK PEREMPUAN DALAM HUKUM KELUARGA ISLAM (Studi Atas Pemikiran Asghar Ali Engineer dan M. Quraish Shihab)

M. NUR HADI - NIM. 00360555, (2008) HAK-HAK PEREMPUAN DALAM HUKUM KELUARGA ISLAM (Studi Atas Pemikiran Asghar Ali Engineer dan M. Quraish Shihab). Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Agama akhir-akhir ini dituduh sebagai salah satu faktor penyebab ketidaksetaraan relasi jender. Ketika doktrin agama melahirkan perbedaan jender yang diskriminatif, secara otomatis dia telah melegitimasi dominasi salah satu kelompok jender terhadap kelompok lain. Islam sebagai agama yang bertujuan menyebarkan kasih sayang dan memperjuangkan keadilan tentunya tidak merestui penindasan sekelompok masyarakat terhadap segolongan masyarakat yang lain, termasuk perempuan. Sejak awal Islam hadir sebagai ajaran yang melawan semua bentuk penindasan. Termasuk salah satu agenda pembebasan Nabi adalah pembebasan perempuan dari kungkungan kultur patriarkhi Arab. Pada saat itu posisi perempuan sangat lemah di hadapan laki-laki. Mereka tidak hanya ditindas dan diperbudak, bahkan mereka dapat diwariskan seperti barang. Nabi kemudian meninggikan derajat perempuan dengan beberapa perubahan yang sesuai dengan kondisi pada saat itu. Namun Ketidaksejajaran status perempuan dan laki-laki ini masih dapat kita lihat dalam beberapa produk Hukum Islam, misalnya dalam perkawinan yang banyak melibatkan perempuan. Dalam beberapa aspek Hukum Perkawinan kita mendapat beberapa hak perempuan yang berbeda dengan hak yang dimiliki lakilaki. Dalam lembaga perkawinan inilah, seringkali perempuan mendapatkan perlakuan berbeda dibanding laki-laki. Ketidaksetaraan hak laki-laki dan perempuan inilah yang kemudian dianggap sebagai ketidakadilan agama terhadap perempuan. Namun sangatlah ironis jika agama hadir membawa ketidakadilan. Apakah benar ajaran yang memberikan perbedaan antara laki-laki dan perempuan itu dapat disebut ketidakadilan. Di sinilah letak penting penelitian ini. Dalam skripsi ini akan dibahas hakhak perempuan dalam lembaga perkawinan menurut Hukum Perkawinan. Hak-hak tersebut dikaji melalui pemikiran dua tokoh pemikir Islam yang berasal dari lingkungan dua mazhab besar Islam yaitu Syi'ah dan Sunni. Penelitian ini nantinya diharapkan dapat mengenal pemikiran dua orang pemikir Islam masa kini dalam menghadapi persolan perempuan dan pembacaan mereka terhadap teks-teks doktrin agama dari dua tradisi besar Islam. Dengan pendekatan studi literasi terhadap karya-karya pemikir yang kemudian kami komparasikan dapat diketahui bahwa kedua pemikir tersebut tetaplah masih dipengaruhi oleh mazhab besar mereka. Namun demikian tidaklah semua persoalan-persoalan tersebut mereka kembalikan pada maintstream mazhab fiqh semata. Beberapa kali mereka memiliki pendapat yang tidak sama dengan mazhab fiqh mereka. Dalam hal ini yang sangat tampak adalah Ashghar Ali Engineer. Beberapa kasus misalnya tentang khulu', mazhab syi'ah jelas tidak mengakui konsep perceraian dengan khulu' ini. Namun Ashghar sangat apresiatif terhadap model perceraian ini. Terlepas sejauh mana perbedaan mereka namun kedua pemikir jelas memiliki keberpihakan yang cukup terhadap perempuan. Kedua pemikir sepakat bahwa perempuan bukanlah kelompok masyarakat kelas dua. Perempuan memiliki kedudukan yang sejajar dengan laki-laki.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: b Pembimbing I : /b PROF. DR. KHOIRUDDIN NASUTION, MA. ; b Pembimbing II : /b BUDI RUHIATUDIN, S.H., M.HUM.
Uncontrolled Keywords: Hak, Perempuan, Keluarga Islam
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 16:40
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/1391

Actions (login required)

View Item View Item