PERKAWINAN DI BAWAH UMUR DI KABUPATEN PACITAN (ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP PENETAPAN HAKIM PENGADILAN AGAMA PACITAN TAHUN 2001-2005)

AZHARUDDIN EFENDI USWA - NIM. 04350004, (2008) PERKAWINAN DI BAWAH UMUR DI KABUPATEN PACITAN (ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP PENETAPAN HAKIM PENGADILAN AGAMA PACITAN TAHUN 2001-2005). Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Seiring dengan perkembangan zaman sekarang ini, banyak fenomena adanya perkawinan di bawah umur, terutama di kalangan masyarakat pedesaan. Hal ini terjadi karena disebabkan banyak faktor yang mendorong kepada perbuatan tersebut, diantaranya adalah faktor internal dan faktor eksternal. Dalam hal ini perkawinan di bawah umur adalah perkawinan yang dilakukan dengan usia di bawah ketentuan perundang-undangan yang berlaku, yaitu Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan, yakni sembilan belas (19) tahun bagi laki-laki dan enam belas (16) tahun bagi perempuan. Selain berguna untuk mengurangi jumlah pertambahan penduduk, pencegahan perkawinan di bawah umur juga untuk menjaga kesehatan istri dan juga keturunannya. Karena seorang wanita yang menikah masih terlalu muda dapat menyebabkan meningkatnya jumlah ibu bayi meninggal dan keturunan yang dihasilkan rentan terhadap penyakit. Oleh karena itu, tujuan perkawinan yang didambakan sulit sekali untuk diwujudkan, yaitu sakinah, mawaddah, rahmah serta keluar dari prinsip-prinsip ajaran Islam, yaitu maqasid al-syari'ah. Dalam tulisan ini penyusun melakukan penelitian tentang beberapa faktor yang menyebabkan adanya perkawinan di bawah umur di Kabupaten Pacitan dan alasan pertimbangan-pertimbangan hakim dalam mengambil penetapan memberikan dispensasi kawin terhadap pasangan yang belum cukup umur tahun 2001-2005 dengan menggunakan metode dokumentasi da interview. Sedangkan pendekatan penelitian menggunakan pendekatan yuridis-normatif berdasarkan hukum positif. Namun, pada prakteknya batasan umur mengalami fleksibilitas dengan mempertimbangkan berbagai aspek yang berhubungan dengan perkawinan tersebut. Berdasarkan sebagian data yang penyusun kumpulkan, mewakili semua data tentang penetapan dispensasi yang ada di Pengadilan Agama Pacitan, pertimbangan-pertimbangan yang di ambil hakim sebatas pada hal-hal yang sederhana saja. Padahal aspek-aspek lain yang mempengaruhi pencegahan perkawinan di bawah umur sangat banyak untuk dipertimbangkan, yaitu aspek kesehatan dan prinsi-prinsip ajaran Islam maqasid al-syari'ah. Berdasarkan hasil penelitian di Pengadilan Agama Pacitan, penyusun menemukan hasil penetapan yang dikeluarkan oleh Hakim di Pengadilan Agama Pacitan hanya menggunakan prinsip cepat dan sederhana. Hakim tidak mempertimbangkan aspek-aspek kesehatan dan prinsip maqasid al-Syari'ah yang penyusun rasa aspek tersebut sangat perlu untuk diterapkan Hakim dalam menetapkan dispensasi, yaitu untuk mewujudkan tujuan perkawinan itu sendiri.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: b Pembimbing I : /b YASIN BAIDI, S.Ag, M.Ag. ; b Pembimbing II : /b DRS. MALIK IBRAHIM, M.Ag.
Uncontrolled Keywords: Perkawinan, Di bawah Umur
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 16:40
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/1397

Actions (login required)

View Item View Item