TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP UPAH BURUH TANI DI DESA REJASARI - KOTA BANJAR - JAWA BARAT

H. AHMAD NUR SHODIK NIM. 02381600, (2008) TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP UPAH BURUH TANI DI DESA REJASARI - KOTA BANJAR - JAWA BARAT. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img] Text (TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP UPAH BURUH TANI DI DESA REJASARI - KOTA BANJAR - JAWA BARAT)
BAB I, BAB V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (1504Kb)
[img] Text (TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP UPAH BURUH TANI DI DESA REJASARI - KOTA BANJAR - JAWA BARAT)
BAB II, BAB III, BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (917Kb)

Abstract

Berbagai keluhan seputar melambungnya harga beras kian menyeruak. Tak hanya dari kalangan non petani yang mengeluhkan atas mahalnya harga kebutuhan pokok yang satu ini, tapi juga para buruh tani sebagai ujung tombak produksi beras pun ikut merasakan resah. Betapa tidak, penghasilan sehari-hari hanya cukup untuk beli 2 kg beras Kehidupan para buruh tani di masa sekarang ini sungguh sangat menyedihkan, upah harian buruh tani hingga saat ini masih terlalu rendah, upah harian buruh tani tidak sebanding dengan kenaikan harga kebutuhan hidup yang harus dibayarkan. Untuk dapat hidup layak di pedesaan, Pelaksanaan pengupahan buruh tani dilakukan antara pemilik tanah dengan para buruh tani dengan cara penangguhan pembayaran upahnya pada saat panen tiba, sementara terdapat hadis yang mengatakan Berikanlah Upah Sebelum Keringatnya Kering . Intisari yang terkandung dari hadis ini adalah merupakan anjuran untuk menyegerakan pemabayaran upah, karena upah merupakan hak yang harus diterima setelah mereka melaksanakan kewajibannya dalam bekerja. br br Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (Field Research) yang besifat deskriptif dengan menggunakan metode pendekatan normatif. Dengan pembahasan Tinjauan hukum Islam terhadap upah buruh tani. Pelaksanaan pengupahan buruh tani yang terjadi di Desa Rejasari kecamatan Langensari kota Banjar merupakan pengupahan sebagaimana biasanya, akan tetapi dalam rangka pembayaran upahnya dengan cara ditangguhkan sampai masa panen tiba, dengan cara mendapatkan kesempatan untuk ikut gacong/memetik hasil panen yang kemudian diberikan imbalan upah kerjanya sesuai dengan masa kerja yang telah dilakukan sebelumnya. Pemberian upah seperti ini menurut hukum Islam diperbolehkan karena didalamnya terdapat akad yang jelas dan pasti dari kedua belah pihak dan memang sudah menjadi Adat atau Urf bagi masyarakat setempat yang sering dilakukan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing I : Drs. KHOLID ZULFA, M.Si. ; Pembimbing II : BUDI RUHIATUDIN, S.H., M.Hum.
Uncontrolled Keywords: Upah, Buruh, Tani
Subjects: Keuangan Islam
Divisions: Fakultas Syariah > Muamalah
Depositing User: Users 1 not found.
Date Deposited: 19 Jun 2012 11:35
Last Modified: 11 Jul 2012 15:34
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/1422

Actions (login required)

View Item View Item