LARANGAN ADAT KAWIN LUSAN DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM STUDI DI KELURAHAN SAMBUNGMACAN KAB. SRAGEN

MOHAMMAD ANSORI, NIM. 03350020 (2008) LARANGAN ADAT KAWIN LUSAN DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM STUDI DI KELURAHAN SAMBUNGMACAN KAB. SRAGEN. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (LARANGAN ADAT KAWIN LUSAN DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM STUDI DI KELURAHAN SAMBUNGMACAN KAB. SRAGEN)
BAB I, V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img] Text (LARANGAN ADAT KAWIN LUSAN DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM STUDI DI KELURAHAN SAMBUNGMACAN KAB. SRAGEN)
BAB II, III, IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (1MB)

Abstract

Perkawinan merupakan sunnah Rasullah SAW dimana melaksanakannya berarti telah menyempurnakan setengah dari agama. Perkawinan adalah penyatuan dua manusia yang berbeda jenis kelamin yang karenanya keduanya halal bercampur dan bergaul selayaknya suami isetri. Di Desa Sambungmacan Kabupaten Sragen terdapat larangan adat kawin lusan yaitu perkawinan yang disebabkan kedua calon pasangannya adalah anak “ketelu” dan anak “sepisan”. Kawin lusan merupakan topik yang sampai sekarang masih diperdebatkan di kalangan masyarakat Sambungmacan karena di satu sisi merupakan larangan adat masyarakat Sambungmacan yang berlaku turun-temurun tidak boleh dilanggar, karena asumsi malapetaka yang akan menimpa rumah tangga para pelaku kawin lusan. Sehingga dikhawatirkan tidak bisa melanjutkan jenjang kawin yang diinginkan, di sisi lain terdapat pula beberapa yang melanggarnya. Dengan demikian penyusun merasa tertarik untuk mencari faktor-faktor yang mempengaruhi ditaatinya larangan adat tersebut melalui kacamata antropologi dan mencari hukumnya dengan perspektif hukum Islam. Penelitian yang dilakukan penyusun dalam hal ini memilih penelitian lapangan dan merupakan penelitian kualitatif dimana data diambil dengan metode interview dengan tokoh masyarkat, tokoh adat, sesepuh, pajabat pemerintah dan tentunya para kerabat dekat pelaku kawin lusan. Dalam menganalisis skripsi penyusun menggunakan pendekatan normatif antropologi yaitu pendekatan yang digunakan untuk melihat dan menilai perilaku sehari-hari dan permasalahan-permasalahan yang terjadi di masyarakat Sambungmacan, apakah larangan kawin lusan tersebut sesuai atau tidak dengan perkawinan sebagaimana yang disyari’atkan oleh Islam. Berdasarkan hasil analisis maka dapat disimpulkan bahwa, larangan kawin lusan (anak “ketelu” dan “sepisan”) kurang sesuai dengan ketentuan hukum Islam, karena dalam nas tidak terdapat ketentuan mengenai larangan tersebut dan larangan kawin lusan juga tidak termasuk dalam kategori orang-orang yang haram untuk dinikahi. Larangan adat kawin lusan termasuk dalam kategori ‘urf fasid sehingga hukum kawin antara anak “ketelu” dan “sepisan” (lusan) adalah boleh (mubah).

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Drs. Kholid Zulfa, M.Si.,
Uncontrolled Keywords: Kawin Lusan, Hukum Islam
Subjects: Peradilan Islam
Peradilan Islam
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Al-Ahwal Asy-Syakhsiyyah (S1)
Depositing User / Editor: Zaenal Arifin, S.Sos.I., S.IPI.
Date Deposited: 10 Jun 2015 03:19
Last Modified: 10 Jun 2015 03:24
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/1429

Actions (login required)

View Item View Item