Metode Pemahaman Hadis Nabi (Telaah atas Pemikiran Muhammad al-Ghazali dan Yusuf al-Qaradhawi)

Suryadi, NIM. 973088 / S-3 (2004) Metode Pemahaman Hadis Nabi (Telaah atas Pemikiran Muhammad al-Ghazali dan Yusuf al-Qaradhawi). Doctoral thesis, Pasca Sarjana.

[img]
Preview
Text (Metode Pemahaman Hadis Nabi (Telaah atas Pemikiran Muhammad al-Ghazali dan Yusuf al-Qaradhawi ))
BAB I, V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (7MB) | Preview
[img] Text (Metode Pemahaman Hadis Nabi (Telaah atas Pemikiran Muhammad al-Ghazali dan Yusuf al-Qaradhawi ))
BAB II, III, IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (13MB)

Abstract

Problematika pemahaman hadis merupakan sesuatu yang uegen untuk ditelaah, karena untuk meneladani Nabi, umat Islam dihadapkan berbagai persoalan menyangkut orisinalitas, metode maupun latar belakang pengkajinya. Penelitin ini bertujuan untuk: (1) menemukan metode pemahaman hadis Muhammad al-Ghazali dan Yusuf al-Qaradhawi (2) menemukan aplikasi metode pemahaman hadis kedua tokoh-meliputi persamaan dan perbedaanya dalam karakteristik metode, orisinalitas pemikiran, tipologi pemikiran dan implikasinya pemikiran dengan sumber primer al-Sunnah al-Nabawiyyah baina Ahl al-Fiqh wa Ahl al-Hadits, karya Muhammad al-Ghazali al-Ghazali dan Kaifa Nata’amal ma’a al Sunnah al-Nabawiyyah Ma’alim wa Dhawabith karya Yusuf al-Qaradhawi. Penelitian ini menggunakan pendekatan komparatif dan historis. Pendekatan komparatif digunakan untuk membandingkan metode pemahaman hadis kedua tokoh dan aplikasinya, sedangkan pendekatan historis digunakan untuk meneliti sejauhmana metode pemahaman hadis kedua tokoh dan aplikasinya dipengaruhi spatio temporal dan kondisi sosio-kultural tertentu. Adapun temuan penelitian ini adalah: Pertama tentang metode pemahaman hadis Nabi Muhammad al-Ghazali menetapkan 4 kriteria dalam memahami hadis Nabi, yaitu pengujian dengan (1) al-Qur’an (2) Hadis (3) Fakta historis (4) kebenaran ilmiah. Adapun Yusuf al-Qaradhawi menggunakan 8 kriteria, yaitu: (1) Memahami hadis sesuai petunjuk al-Qur’an (2) Menghimpun hadis-hadis yang setema (3) Kompromi atau tarjih terhadap hadis-hadis yang kontradiktif. (4) Memahami hadis sesuai dengan latar belakang, situasi dan kondisi serta tujuannya. (5) Membedakan antara sarana yang berubah-ubah danyang tetap (6) Membedakan antara ungkapan haqiqah dan majaz (7) Membedakan yang gaib dan nyata (8) Memastikan makna kata-kata dalam hadis. Kedua, tentang aplikasi metode pemahaman Muhammad al-Ghazali dan Yusuf al-Qaradhawi, yaitu: (1) Karakteristik metode. Kedua lebih menitikberatkan kajian pada matan dari pada sanad, hanya saja Muhammad al-Ghazali lebih memprioritaskan salah satu criteria--al-Qur’an--, sementara Yusuf al-Qaradhawi tidak. (2) Orisinalitas pemikiran. Pemikiran keduanya bukan hal yang sama sekali baru. Beberapa criteria yang ditawarkan keduanya merupakan refleksi dialogis pembacaan terhadap realitas masyarakat dan berbagai konsep yang ditawarkan para ulama sebelumnya. (3) Tipologi pemikiran. Keduanya termasuk pemikir kontekstual dengan tipologi: Muhammad al-Ghazali moderat liberal, sedang Yusuf al-Qaradhawi moderat tradisional. (4) Implikasi pemikiran implikasi yang muncul telah mengarah pada upaya pengembangan pemikiran hadis sebagai sesuatu yang positif untuk ditumbuhkembangkan. Beberapa metode yang ditawarkan Muhammad al-Ghazali maupun Yusuf al Qaradhawi telah member manfaat dalam menggali nilai-nilai hadis yang relevan dengan konteks histori saat ini serta member ruang adanya sikap menghargai terhadap segala perbedaan yang ada.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: Hadis Nabi, Muhammad al-Ghazali, Yusuf al-Qaradhawi
Subjects: Ilmu Agama Islam
Divisions: Pascasarjana > Disertasi > Ilmu Agama Islam
Depositing User: Edi Prasetya [edi_hoki]
Date Deposited: 03 Nov 2014 09:24
Last Modified: 07 Apr 2015 15:57
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/14391

Share this knowledge with your friends :

Actions (login required)

View Item View Item
Chat Kak Imum