KONSEP AMAL SALEH DALAM AL-QUR'AN: TELAAH ETIKA QUR'ANI DENGAN PENDEKATAN METODE TAFSIR TEMATIK

DRS. H.M. SAID MAHMUD, MA., NIM. 88109 / S3 (1995) KONSEP AMAL SALEH DALAM AL-QUR'AN: TELAAH ETIKA QUR'ANI DENGAN PENDEKATAN METODE TAFSIR TEMATIK. PhD thesis, PASCA SARJANA.

[img]
Preview
Text (KONSEP AMAL SALEH DALAM AL-QUR'AN: TELAAH ETIKA QUR'ANI DENGAN PENDEKATAN METODE TAFSIR TEMATIK)
BAB I, VI, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (3MB) | Preview
[img] Text (KONSEP AMAL SALEH DALAM AL-QUR'AN: TELAAH ETIKA QUR'ANI DENGAN PENDEKATAN METODE TAFSIR TEMATIK)
BAB II, III, IV, V.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only until 10 March 2017.

Download (11MB)

Abstract

Disertasi ini merupakan suatu studi analitik tentang Konsep Amal Saleh dalam al-Qur’an dengan pendekatan analisis semantik. Dalam upaya untuk menemukan rumusan tentang konsep Amal Saleh dari ayat-ayat yang menyebar dalam al-Qur’an, digunakan metode Tafsir Tematik yaitu mengumpulkan dan memadukan ayat-ayat yang berbicara tentang topic tersebut kemudian merumuskan pemaknaan atau kesimpilan kesimpulannya. Oleh karena ayat-ayat yang berbicara tentang Amal Saleh menyebar dalam al-Qur’an, maka ayat-ayat tersebutdisistematisasikan lalu hasilnya tampil dalam tiga kelompok yang masing-masing merupakan bagian utama dari kandungan ajaran Islam yaitu: ‘Aqidah, atau ayat-ayat yang berkaitan dengan keyakinan; Syari’ah, yakni ayat-ayat yang berkaitan dengan aturan-aturan atau ketentuan-ketentuan; baik tentang ‘Ibadah praktis – yaitu hubungan antara manusia dan Tuhannya—maupun mu’amalah yaitu aturan mengenai hubungan antara manusia dan sesamanya—termasuk di dalamnya tuntunan tentang tata cara dalam menyikapi alam beserta isinya--; dan akhlaq yaitu tuntunan tentang dalam memelihara sfat-sifat terpuji dengan jalan menyerap sifat-sifat Tuhan yang dikenal dengan sebutan al-Asma’ul Husna’ kemudian mengeksternalisasikannya dalam hidup keseharian. Dari segi analisis semantic, Amal Saleh berarti: “perbuatan baik”. Dan “perbuatan” itu sendiri –yang dalam kadar paling minim atau seukuran biji zarrah (atom)pun akan diberi balasan—tidaklah terbatas dalam bentuk perbuatan lahiriah tapi juga mencakup aktivitas batiniah seperti fikir dan zikir. Sedang “baik” yang menjadi predikat dari kata ‘Amal kriteria kebaikannya ditetapkan berdasarkan norma-norma Syara’. Sunnah Nabi dan akal sehat. Suatu perbuatan baru bias dukatagorikan sebagai Amal Saleh jika member manfaat pada diri si pelaku, keluarga atau umatnya. Ada dua syarat utama yang mutlak dan harus dipenuhi oleh suatu perbuatan sehingga dapat digolongkan sebagai Amal Saleh yaitu: (1) Husnul fa’iliyah (lahir dari keikhlasan niat si pelaku); dan (2) Husnul fi’liyah (pekerjaan tersebut mempunyai nilai-nilai kebaikan berdasarkan criteria yang ditetapkan oleh Syara’, Sunnah Nabi atau akal sehat). Dalam ketiga pokok-pokok ajaran Islam seperti yang telah disebutkan terdahulu, al-Qur’an menampilkan term-trem tertentu yang pada akhirnya member kesan bahwa memenuhi maksud term-term sebuat sekaligus bermakna bahwa memenuhi kewajiban beramal Saleh sesuai dengan tuntunan al-Qur’an. Term-Term tersebut masing-masing ada yang berkaitan dengan bidang ‘Aqidah atau keyakinan, ada yang menyangkut bidang Syari’ah atau ketentuan-ketentuan, dan ada yang mengenai Akhlaq atau menyangkut petujuk-petunjuk dalam upaya memelihara sifat-sifat terpuji. Dalam dimensi kehidupan duniawi, konsep Amal Saleh yang ditawarkan oleh Al-Qur’an bertujuan untuk memurnikan keyakinan umat dalam mengisi kehidupannya disamping menempatkan manusia sebagai pelaku aktif dalam menyikapi alamserta memanfaatkan segala fasilitas yang ada padanya berkaitan dengan kedudukan manusia sebagai Khalifah Tuhan di bumi. Sedang dalam dimensi kehidupan Ukhawi, bertujuan untuk menggugah kesadaran manusia akan hakekat dan tujuan hidupnya sebagai hamba Allah yang sedang dalam proses perjalanan menuju kehidupan abadi di akherat dengan menjadikan dunia sebagai sarana untuk mencapai tujuan tersebut Sasaran yang akan dicapai oleh Amal Saleh sebagaimana yang ditawarkan oleh al-Qur’an adalah: a) Dalam bidang ‘Aqidah, ialah untuk menyadarkan manusia agar mengenal arah serta tujuan hidupnya sehingga ia menemukan sumber motivasi yang paling kuat dalam mengisi lembaran hidupnya. b) Dalam bidang Syari’ah, agar manusia mengenal ibadah dengan baik, yaitu tata cara “berkomunikasi” dengan Allah; di samping mengenal tentang mu’amalah yaitu system pergaulan antar sesame manusia, dan dalam menyika pialam. C) Dalam bidang Akhlaq, ialah agar manusia senantiasa memelihara sifat-sifat terpuji dengan jalan menyerap sifat-sifat Tuhjan yang terkenal dengan nama Al-Asma’ul Husna, kemudian mengeksternalisasikannya dalam hidup keseharian. Beramal Saleh melalui pemurnian ‘Aqidah berarti mengembalikan manusia pada posisi kesucian keyakinan. Dan melalui syari’ah, manusia mengenal tata cara menyembah Allah swt. Dengan benar serta merealisir kehendak-Nya dalam mengatur kehidupan penghuni alam dan mengupayakan penyelamatanya. Sedang melalui akhlaq, manusia menyerap sifat-sifat Tuhan yang agung dan mengeksternalisasikannya dalam kehidupan sebagai bukti atas penunaian misinya selaku Khalifah Tuhan di bumi. KOnsep Amal Saleh dalam al-Qur’an adalah “rumusan” Rencana Kerja (kehendak) Tuhan tentang pengaturan kehidupan dalam upaya penyebaran Rahmat-Nya keseluruh alam, Melaksanakan Amal Saleh berarti menunaikan Amanah-Nya dalam rangka menyebarkan Rahmat sebagaimana yang dikehendaki oleh-Nya. Dengan demikian, tujuan penciptaan alam –yaitu tersebarnya Rahmat keseluruh alam – akan terwujud melalui penerapan konsep Amal Saleh dalam al-Qur’an.

Item Type: Thesis (PhD)
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: Amal Saleh
Subjects: Ilmu Agama Islam
Divisions: Pascasarjana > Disertasi > Ilmu Agama Islam
Depositing User / Editor: Sugeng Hariyanto, SIP (sugeng.hariyanto@uin-suka.ac.id)
Date Deposited: 07 Nov 2014 16:36
Last Modified: 08 Mar 2017 13:33
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/14439

Actions (login required)

View Item View Item