PEMBATALAN PERKAWINAN KARENA PEMALSUAN IDENTITAS DALAM KASUS POLIGAMI (STUDI PUTUSAN PA SLEMAN NOMOR 28/PDT.G/2006/PA.SMN)

TUGIMIN = NIM. 05350123, (2008) PEMBATALAN PERKAWINAN KARENA PEMALSUAN IDENTITAS DALAM KASUS POLIGAMI (STUDI PUTUSAN PA SLEMAN NOMOR 28/PDT.G/2006/PA.SMN). Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img] Text (PEMBATALAN PERKAWINAN KARENA PEMALSUAN IDENTITAS DALAM KASUS POLIGAMI (STUDI PUTUSAN PA SLEMAN NOMOR 28/PDT.G/2006/PA.SMN))
BAB I, BAB V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (801Kb)
[img] Text (PEMBATALAN PERKAWINAN KARENA PEMALSUAN IDENTITAS DALAM KASUS POLIGAMI (STUDI PUTUSAN PA SLEMAN NOMOR 28/PDT.G/2006/PA.SMN))
BAB II, BAB III, BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (597Kb)

Abstract

ABSTRAK Salah satu bentuk perkawinan yang sering diperbincangkan dalam masyarakat adalah poligami, karena mengundang pandangan yang kontroversial. Ketika Islam datang, kebiasaan poligami itu tidak serta-merta dihapuskan. Namun, setelah ayat yang menyinggung soal poligami diwahyukan, Nabi lalu melakukan perubahan yang radikal sesuai dengan petunjuk kandungan ayat. Perubahan dasar yang dilakukan oleh Nabi berkaitan dengan dua hal, pertama, membatasi jumlah bilangan istri hanya sampai empat. Kedua, menetapkan syarat yang ketat bagi poligami, yaitu harus berlaku adil. Hukum perkawinan sebagaimana yang terdapat dalam Undang-undang Perkawinan (UUP) No.1 Tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam (KHI) menganut kebolehan poligami, walaupun terbatas hanya sampai empat orang istri. Ketentuan itu tercantum dalam Pasal 3-4 Undang-undang perkawinan dan Pasal 55-59 KHI. Beberapa pandangan mengatakan dalam Undang-undang perkawinan sendiri mengandung inkonsistensi, misalnya di dalam Pasal 3 ayat (1), menegaskan asas monogami, tetapi ayat berikutnya memberi kelonggaran kepada suami untuk poligami walaupun terbatas sampai empat orang istri. Persyaratan yang ditetapkan bagi kebolehan poligami itu sangat berat. Sehingga menyebabkan orang mengambil jalan pintas melakukan perkawinan poligami dengan melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku yakni dengan memalsukan identitas. Undang-undang Perkawinan, menjelaskan bahwa perkawinan dapat dibatalkan apabila para pihak tidak memenuhi syarat-syarat untuk melangsungkan perkawinan. Di Pengadilan Agama Sleman ada kasus pembatalan perkawinan poligami karena suami memalsukan identitas. Kajian pembatalan perkawinan karena pemalsuan identitas dalam kasus poligami merupakan fenomena yang menarik untuk dikaji. Adapun pokok masalah dari penelitian ini nantinya adalah Bagaimana Pertimbangan Hakim terhadap Perkara Pembatalan Perkawinan karena Pemalsuan Identitas dalam Kasus Poligami Yang Diajukan di Pengadilan Agama Sleman. Metode yang digunakan untuk menganalisis data adalah metode induktif. Yaitu berawal dari data dan pengamatan terhadap perkara pembatalan perkawinan poligami di Pengadilan Agama Sleman yang bersifat khusus yang berakhir pada suatu kesimpulan (pengetahuan baru) berupa asas umum. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan sosio-yuridis dan normatif, yaitu pendekatan dengan melihat persoalan yang dikaji apakah sesuai dengan norma dan kebutuhan masyarakat yang didasarkan hukum Islam dan perundang-undangan di Indonesia. Pertimbangan Hakim di Pengadilan Agama Sleman, dalam menyelesaikan perkara pembatalan perkawinan poligami. Sebagian telah sesuai dengan Undangundang serta hukum Islam, yang terbukti bahwa Hakim telah menggunakan dalil-dalil nas } dan kaidah-kaidah fiqh yaitu dengan memeriksa alasan-alasan yang dipakai para Pemohon menyangkut syarat alternatif maupun syarat komulatif.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing I : UDIYO BASUKI, S.H., M.Hum. ; Pembimbing II : YASIN BAIDI, S.Ag., M.Ag.
Uncontrolled Keywords: Pembatalan Perkawinan, Pemalsuan Identitas , Poligami
Subjects: Peradilan Islam
Perdata Islam
Divisions: Fakultas Syariah > Al-Ahwal Asy-Syakhsiyyah
Depositing User: Users 1 not found.
Date Deposited: 22 Jun 2012 09:02
Last Modified: 22 Jun 2012 09:04
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/1468

Actions (login required)

View Item View Item