PERAN PEGAWAI PENCATAT NIKAH (PPN) DALAM PELAKSANAAN PEMBACAAN TAKLIK TALAK

THORIQOTUL KHOIRIYAH, NIM. 03350075 (2008) PERAN PEGAWAI PENCATAT NIKAH (PPN) DALAM PELAKSANAAN PEMBACAAN TAKLIK TALAK. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (PERAN PEGAWAI PENCATAT NIKAH (PPN) DALAM PELAKSANAAN PEMBACAAN TAKLIK TALAK)
BAB I, V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (3MB) | Preview
[img] Text (PERAN PEGAWAI PENCATAT NIKAH (PPN) DALAM PELAKSANAAN PEMBACAAN TAKLIK TALAK)
BAB II, III, IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (1MB)

Abstract

ABSTRAK Pengkajian taklik talak dari aspek teoritis dan praktisnya, selalu mengalami perubahan. Taklik talak menurut fiqh konvensional adalah ucapan seorang suami untuk mengancam isterinya agar tidak melakukan sesuatu, dan jika ia melakukan sesuatu itu maka jatuhlah talak. Sedangkan menurut Kompilasi Hukum Islam (KHI) pada pasal 1 huruf e taklik talak adalah perjanjian yang diucapkan calon mempelai pria setelah akad nikah yang dicantumkan dalam Akta Nikah berupa janji talak yang digantungkan kepada sesuatu keadaan tertentu yang mungkin terjadi di masa yang akan datang''. Taklik talak sebagai salah satu bentuk pembaharuan hukum Islam, di dalam masyarakat ternyata menimbulkan pro dan kontra. Di mana masyarakat yang pro memiliki alasan bahwa taklik talak merupakan salah satu upaya menjaga keutuhan rumah tangga yang memiliki tujuan-tujuan yang positif. Sedangkan masyarakat yang kontra, beralasan bahwa tidak ada dalil-dalil qat'i yang mendukung taklik talak. Dalam arti pentingnya dan sucinya sebuah perkawinan, maka harus dapat di pahami bahwa adanya kemungkinan terjadi suatu situasi yang tidak diinginkan seperti pemutusan hubungan perkawinan. Dengan demikian dibutuhkan upayaupaya untuk memperkuat jalinan perkawinan yang harus dilakukan terlebih dahulu. Pelaksanaan upaya-upaya tersebut tidak hanya dilakukan oleh calon suami-calon isteri, akan tetapi juga oleh Pegawai Pencatat Nikah (PPN) yang memiliki kedudukan (status) yang tepat dalam hal ini sebagai praktisinya. Karena peran seorang PPN mempunyai fungsi sosial kemasyarakatan yang dibutuhkan agar nilai-nilai dalam upaya memperkuat jalinan perkawinan tersebut dapat terwujud. Peran adalah bertindak sebagai atau sesuatu yang diharapkan dimiliki oleh orang yang memiliki kedudukan di masyarakat. Sedangkan kedudukan (status) adalah tinggi rendah pangkat seseorang dalam jabatannya. Dalam menganalisis permasalahan di atas, penulis menggunakan metode pendekatan normatif-sosiologis, yaitu berdasarkan hukum-hukum yang ada untuk mendukung serta mencapai kemungkinan dalam mengkompromikannya. Sedangkan sosiologis yaitu suatu pendekatan yang digunakan untuk meneliti suatu masalah dengan mengaitkan suatu keadaan yang ada dalam masyarakat dengan menggunakan teori peran. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (Library Research), dengan mengkaji dan mentelaah berbagai buku dan sumber yang berkaitan dengan masalah. Penelitian ini juga didukung dengan interview kepada pejabat PPN, yang dapat mendukung kevalidan hasilnya. Setelah dilakukan penelitian terhadap permasalahan tersebut, maka dihasilkan bahwa peran PPN dalam pelaksanaan pembacaan taklik talak belum efektif dan belum dapat dikategorikan sebagai peranan ideal. Dari tujuan-tujuan positif yang dapat dicapai dengan pembacaan taklik talak, yaitu aspek psikologis, sosial dan hukum. Korelasi peran PPN dengan tujuan taklik talak pun belum dicapai dengan baik.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Drs. KHOLID ZULFA, M.Si.
Uncontrolled Keywords: Pegawai Pencatat Nikah, Pembacaan Taklik Talak
Subjects: Al-Ahwal Asy-Syakhsiyyah
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Al-Ahwal Asy-Syakhsiyyah (S1)
Depositing User / Editor: H. Zaenal Arifin, S.Sos.I., S.IPI.
Date Deposited: 11 Jun 2015 07:49
Last Modified: 11 Jun 2015 07:58
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/1472

Actions (login required)

View Item View Item