PERKEMBANGAN MASJID AT TAQWA GODEKAN TAMANARUM PARANG MAGETAN TAHUN 1997-2013

AHMAD SYAFI’I MUFADZILAH RIYADI, NIM. 10120044 (2014) PERKEMBANGAN MASJID AT TAQWA GODEKAN TAMANARUM PARANG MAGETAN TAHUN 1997-2013. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA.

[img]
Preview
Text (PERKEMBANGAN MASJID AT TAQWA GODEKAN TAMANARUM PARANG MAGETAN TAHUN 1997-2013)
10120044_bab-i_iv-atau-v_daftar-pustaka(1).pdf

Download (2MB) | Preview
[img] Text (PERKEMBANGAN MASJID AT TAQWA GODEKAN TAMANARUM PARANG MAGETAN TAHUN 1997-2013)
10120044_bab-ii_sampai_sebelum-bab-terakhir(1).pdf
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (717kB)

Abstract

Masjid At Taqwa Godekan didirikan oleh salah satu pengawal sekaligus prajurit pada Perang Diponegoro yaitu K.H Imam Nawawi. Masjid At Taqwa didirikan di Godekan bersamaan dengan babad tanah Godekan tahun 1840 Masehi. Pendirian Masjid At Taqwa bertujuan untuk syiar Islam di wilayah tersebut dan masjid sebagai alat untuk berdakwah. Masyarakat Godekan ketika itu masih berfaham Animisme sehingga dalam syiar Islam memerlukan waktu yang cukup lama. Masjid At taqwa merupakan masjid pertama yang berdiri di Desa Tamanarum. Pada tahun 1997 Masjid At Taqwa ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya oleh BPCB Trowulan. Perkembangan Masjid At Taqwa pada tahun 1997- 2013 terlihat pada fisik dan fungsi Masjid At Taqwa Godekan. Perkembangan fisik tersebut tercermin pada bangunan yang klasik dengan wajah baru dan bahanbahan yang kuat. Fisik masjid saat ini bentuknya sama seperti aslinya saat pertama kali berdiri. Pada perkembangan fungsi, Masjid At Taqwa Godekan tercermin pada perkembangan kegiatan-kegiatan yang dilakukan di berbagai bidang. Hal ini mempengaruhi kehidupan masyarakat sekitar. Hal ini menjadikan Masjid At Taqwa sebagai masjid kuno yang hidup kembali dengan wajah baru. Pokok permasalahan yang dibahas dalam pembahasan ini adalah perkembangan Masjid At Taqwa Godekan. Masjid ini mempunyai ciri khas yang menarik baik dari segi bangunan maupun fungsinya. Dari segi bangunan masjid tersebut hampir mirip dengan Masjid Pathok Negoro di Yogyakarta yang berarsitektur Jawa. Dari segi fungsinya masjid tersebut memberikan wadah bagi masyarakat dalam melaksankan kegiatan tradisi-tradisi islam yang diwariskan oleh para leluhur. Seperti ngepung ambeng, muludan, puluran dan lain-lain. Metode penelitian yang penulis lakukan menggunakan 4 (empat) tahap metode sejarah yaitu heuristik (observasi, wawancara dan dokumentasi), verifikasi (kritik sumber), interpretasi (analisis fakta sejarah) dan historiografi (penulisan sejarah). Pada penelitian ini, penulis menggunakan teori evolusi universal yang dibawakan oleh H.Spencer. Hasil dari penelitian ini adalah mengetahui perkembangan Masjid At Taqwa tahun 1997-2013. Perkembangan fisik masjid terlihat pada bangunan yang tampak seperti aslinya yang masih tetap berdiri kokoh dengan bahan yang lebih kokoh. Masjid menjadi lebih indah untuk dipandang dan nyaman untuk melakukan ibadah. Perkembangan fungsi terlihat pada perubahan kehidupan masyarakat sekitar baik dalam hal keagamaan, pendidikan, ekonomi maupun sosial budaya. Masjid At Taqwa selain sebagai tempat ibadah, juga sebagai tempat pendidikan ilmu agama untuk syiar islam maupun sebagai tempat mengadakan tradisi-tradisi Islam Jawa masyarakat setempat.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing : Siti Maimunah S.Ag., M.Hum
Subjects: Sejarah Peradaban / Kebudayaan Islam
Divisions: Fakultas Adab dan Ilmu Budaya > Sejarah Kebudayaan Islam (S1)
Depositing User / Editor: Miftahul Ulum [IT Staff]
Date Deposited: 02 Dec 2014 14:03
Last Modified: 21 Aug 2015 10:51
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/14870

Actions (login required)

View Item View Item