AL KALAM GHAIR AL MUBASHIR FI SURAT AL ANBIYA' (DIRASAH TAHLILIYYAH TADAWULIYYAH)

AHMAD RIZZA FIRDAUS, NIM. 10110062 (2014) AL KALAM GHAIR AL MUBASHIR FI SURAT AL ANBIYA' (DIRASAH TAHLILIYYAH TADAWULIYYAH). Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA.

[img]
Preview
Text (AL KALAM GHAIR AL MUBASHIR FI SURAT AL ANBIYA' (DIRASAH TAHLILIYYAH TADAWULIYYAH))
BAB I, IV, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Accepted Version

Download (5MB) | Preview
[img] Text (AL KALAM GHAIR AL MUBASHIR FI SURAT AL ANBIYA' (DIRASAH TAHLILIYYAH TADAWULIYYAH))
BAB II, III.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (1MB)

Abstract

Kalimat berdasarkan modusnya dapat dibagi menjadi tiga: kalimat berita (deklaratif), kalimat tanya (interogatif), dan kalimat perintah (imperatif). Secara konvensional, kalimat deklaratif dipakai jika penutur ingin menyatakan atau menyampaikan informasi kepada lawan wicaranya. Kalimat interogatif adalah kalimat yang dipakai jika penutur ingin memperoleh informasi, reaksi atau jawaban yang diharapkan. Adapun kalimat imperatif, adalah jika penutur ingin menyuruh atau melarang lawan wicaranya berbuat sesuatu. Namun dalam kajian pragmatik, ada kalanya kalimat tersebut digunakan secara tidak konveksional. Kalimat deklaratif, selain difungsikan untuk menyampaikan berita, juga difungsikan untuk bertanya; kalimat interogatif selain difungsikan untuk bertanya juga difungsikan untuk permohonan atau perintah. Sementara itu, kalimat perintah hanya bisa digunakan secara konvensional, dan tidak bisa digunakan secara nonkonvensional. Bila ketiga kalimat tersebut difungsikan secara konvensional, tuturan tersebut dinamakan tindak tutur langsung (direct speech act), sedangkan apabila digunakan secara tidak konvensional, dinamakan tindak tutur tak langsung (indirect speech act). Penggunaan kalimat secara tidak langsung ini mempunyai tujuan, antara lain dalam rangka menjaga kesantunan. Suatu perintah yang pengutaraannya dengan menggunakan kalimat berita atau kalimat tanya, akan dirasa oleh lawan tutur lebih ringan, bahkan bagi lawan tutur perintah pada dirinya tersebut tidak dirasa sebagai perintah. Dalam Al-Quran terdapat banyak sekali kalimat yang difungsikan secara tidak konvensional, yang menunjukkan bahwa Al-Quran adalah kitab suci yang sangat menjunjung tinggi kesantunan berbahasa. Salah satunya surat Al-Anbiya’. Dalam surat Al-anbiya’, ditemukan beberapa ayat yang merupakan tuturan tak langsung. Dalam surat Al-Anbiya’ bentuk-bentuk tuturan tak langsung adalah sebagai berikut. 1. Tuturan deklaratif bermakna imperatif terdapat pada ayat 39, 41, 45, dan 47. 2. Tuturan interogatif bermakna deklaratif terdapat pada ayat 3, 6, 10, 21, 24, 30, 34, 36, 42, 43, 44, 50, 52, 55, 59, 66, dan 67. 3. Tuturan interogatif bermakna imperatif terdapat pada ayat 38, 80, dan 108

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: PEMBIMBING: ENING HERNITI, M.Hum.
Uncontrolled Keywords: KALAM, SURAT AL ANBIYA'
Subjects: Kesusastraan Arab
Divisions: Fakultas Adab dan Ilmu Budaya > Bahasa dan Sastra Arab (S1)
Depositing User / Editor: Sugeng Hariyanto, SIP (sugeng.hariyanto@uin-suka.ac.id)
Date Deposited: 04 Dec 2014 00:49
Last Modified: 10 Jul 2015 04:19
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/14969

Actions (login required)

View Item View Item