MAGIS DAN POLITIK (STUDI PENGGUNAAN MAGIS DALAM UPAYA PEMENANGAN PEMILIHAN UMUM LEGISLATIF OLEH CALON LEGISLATIF DAERAH PEMILIHAN III KECAMATAN PONJONG KABUPATEN GUNUNG KIDUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA TAHUN 2014)

KAHFI NUR HIDAYAT , NIM. 12.203.10103 (2014) MAGIS DAN POLITIK (STUDI PENGGUNAAN MAGIS DALAM UPAYA PEMENANGAN PEMILIHAN UMUM LEGISLATIF OLEH CALON LEGISLATIF DAERAH PEMILIHAN III KECAMATAN PONJONG KABUPATEN GUNUNG KIDUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA TAHUN 2014). Masters thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA.

[img]
Preview
Text (MAGIS DAN POLITIK (STUDI PENGGUNAAN MAGIS DALAM UPAYA PEMENANGAN PEMILIHAN UMUM LEGISLATIF OLEH CALON LEGISLATIF DAERAH PEMILIHAN III KECAMATAN PONJONG KABUPATEN GUNUNG KIDUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA TAHUN 2014))
1220310103_bab-i_iv-atau-v_daftar-pustaka.pdf

Download (2MB) | Preview
[img] Text (MAGIS DAN POLITIK (STUDI PENGGUNAAN MAGIS DALAM UPAYA PEMENANGAN PEMILIHAN UMUM LEGISLATIF OLEH CALON LEGISLATIF DAERAH PEMILIHAN III KECAMATAN PONJONG KABUPATEN GUNUNG KIDUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA TAHUN 2014))
1220310103_bab-ii_sampai_sebelum-bab-terakhir.pdf
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (2MB)

Abstract

MAGIS DAN POLITIK (Studi Penggunaan Magis Dalam Upaya Pemenangan Pemilihan Umum Legislatif oleh Calon Legislatif Daerah Pemilihan III Kecamatan Ponjong Kabupaten Gunung Kidul Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2014) Kahfi Nur Hidayat Dunia politik praktis sebagai alat kontestasi para elite menggapai kekuasaan, secara formal termanifestasikan dalam proses Pemilihan Umum (Pemilu). Dalam Pemilu, berbagai upaya dilakukan oleh kontestan. Masingmasing memoles dirinya untuk menarik simpati konstituen, mulai dari kampanye politik, pembentukan konsultan dan tim sukses, pembuatan iklan politik, dan mengadakan berbagai kegiatan sosial. Kontestasi dalam dunia politik khususnya Pemilu, dengan begitu akan meniscayakan terjadinya benturan (clash). Masyarakat Jawa dalam ruang dan bingkai tradisi yang terbentuk melalui akulturasi budaya animisme-dinamisme, Hindu-Buddha dan Islam, tersintesiskan menjadi masyarakat yang dikenal dengan Kejawen. Pola perilaku mereka terhadap dunia khususnya kekuasaan, melahirkan fenomena benturan-benturan yang unik di panggung politik. Persoalan yang tidak dapat dipecahkan dengan akal pikiran yang tenang, maka persoalan hidup dipecahkan melalui magis. Penelitian ini berusaha mencari fakta tentang penggunaan magis dalam upaya pemenengan Pemilu Legislatif oleh calon legistalif Daerah Pemilihan (Dapil) III Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunung Kidul, DIY tahun 2014, serta menjelaskan latar belakang praktek penggunaannya dan signifikansinya terhadap perolehan suara. Logika dalam penelitian ini didasarkan pada teori yang dikembangkan Max Weber tentang tiga sumber otoritas, yaitu: kharismatik, tradisional, dan legal-rasional. Secara keseluruhan penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Hasil dari penelitian adalah: (1). Penggunaan magis yang dilakukan oleh beberapa calon legislatif di antaranya: a) mendatangi dukun; b) mendatangi danyang atau kuburan keramat; c) menjalankan laku mistik dan tirakat; d) menggunakan penasehat spiritual. (2). Faktor yang melatar belakangi penggunaan magis yaitu: a) dorongan untuk mencari legitimasi otoritas kharismatik; b) dorongan untuk mencari legitimasi otoritas tradisional. (3). Tidak ditemukannya dampak penggunaan magis terhadap perolehan suara para calon legislatif Dapil III Kecamatan Ponjong (para pengguna magis tidak ada yang berhasil mendapatkan kursi dewan).

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing : Dr. Ahmad Yani Anshari, MA. Selaku
Uncontrolled Keywords: Keyword: magis, pemilu legislatif, kebudayaan Jawa, sumber otoritas Max Weber.
Subjects: Politik Islam dan Demokrasi
Divisions: Pascasarjana > Thesis > Hukum Islam
Depositing User / Editor: Miftahul Ulum [IT Staff] ---- youtube : ulum virgo -------- Facebook : digilibuin
Date Deposited: 10 Dec 2014 11:16
Last Modified: 17 Apr 2015 09:00
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/15094

Actions (login required)

View Item View Item