NYAI AHMAD DAHLAN DAN KIPRAHNYA DALAM BIDANG PENDIDIKAN (1914-1946)

EKA RATNA CAHYANI - NIM. 03121446 , (2008) NYAI AHMAD DAHLAN DAN KIPRAHNYA DALAM BIDANG PENDIDIKAN (1914-1946). Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Pada awal abad ke-20, kaum wanita belum merasa mendapatkan persamaan hak dalam memperoleh pendidikan, sehingga bermuncullah tokoh-tokoh emansipasi wanita dalam sejarah Indonesia. Nyai Ahmad Dahlan merupakan salah satu dari sekian tokoh wanita yang memperjuangkan keetaraan hak wanita. Beliau tidak hanya aktif dalam dunia pendidikan, keagamaan, sosial, namun juga memiliki peranan yang sangat berarti dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Nyai Ahmad Dahlan mempunyai nama kecil Siti Walidah Binti Kiai Penghulu Haji Ibrahim bin Kiai Muhammad Hasan Pengkol bin Kiai Muhammad Ali Ngraden Pengkol. Ibunya dikenal dengan nama Nyai Mas. Beliau lahir di Yogyakarta pada tahun 1872 M. beliau di besarkan dalam lingkungan agamis tradisional. Sikap keagamaan pada waktu itu sangat tradisional terutama bagi kaum perempuan. Perempuan pada waktu tu tidak boleh mengenyam pendidikan formal, mereka hanya diperbolehkan belajar agama. Pendidikan yang didirikan oleh Belanda pada waktu itu terbatas dan hanya untuk goglongan tertentu. Walaupun dari kalangan kaum ulama, Nyai Ahmad Dahlan hanya dididik agama oleh kedua orang tuannya. Setelah beliau menikah dengan Muhammad Darwis, atau lebih dikenal dengan Kiai Haji Ahmad Dahlan, beliau mulai belajar banyak dari suaminya yang merupakan tokoh dan pendiri organisasi Muhammadiyah. beliau juga akrab dengan tokoh-tokoh nasioanl teman-teman suaminya. Di antara mereka adalah, Jenderal Soedirman, Bung Tomo, Bung Karno, dan Kiai Haji Mas Mansyur. Dari tokoh-tokoh itulah, Nyai Ahmad Dahlan meski hanya memperoleh pendidikan dari lingkungan keluarga, tumbuh menjadi seseorang yang berwawasan luas. Berangkat dari kenyataan yang ada, Nyai Ahmad Dahlan mulai memikirkan untuk memperjuangkan hak-hak wanita, dimulai dengan membuat pengajian untuk kalangan wanita, tidak hanya diisi dengan pengetahuan tentang agama tetapi juga mengajarkan tentang arti pentingnya pendidikan bagi masyarakat. Kelompok pengajian ini, kemudian diberi nama Sopo Tresno. Sebuah kelompok pengajian wanita yang didirikan pada tahun 1914, kemudian pada tahun, 1923 berganti nama menjadi 'Aisyiyah, lembaga khusus perempuan. Dalam organisasi Muhammadiyah, di bidang pendidikan. Nyai Ahmad Dahlan mencoba memperkenalkan pemikiran bahwa perempuan mempunyai hak yang sama untuk menuntut ilmu setinggi-tingginya. Di samping itu, dia juga menentang praktik kawin paksa.Pemikiran Nyai Ahmad Dahlan pada awalnya mendapat tantangan dari masyarakat, tetapi kemudian dapat diterima sedikit demi sedikit. Upaya Nyai Ahmad Dahlan ini mendapat dukungan s3ecara kelembagaan. Muhammadiyah, yang dikenal sebagai organisasi pembaharu yang mulai mengakar dalam masyarakat, mendukung gerakan Nyai Ahmad Dahlan. Muhammadiyah mulai berperan dalam memajukan pendidikan kaum perempuan kemudian berkiprah dalam merespon isu-isu perempuan dan sekaligus memberdayakannya melalaui jalur pendidikan dan pelayanan sosial. Pada masa perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaan republik Indonesia pada tahun 1945-1946, walau dalam keadaan sakit-sakitan, beliau senantiasa berbuat untuk kepentingan perjuangan bangsa Indonesia. Apapun yang ditempuh Nyai Ahmad Dahlan semata-mata beliau menginginkan agar bangsaIndonesia terutamakaum perempuan lebih maju dalam pendidikan, sosial agar terlepas dari penjajah.Aktivitas Nyai Ahmad Dahlan dalam memperjuangkan hak wanita membuktikan bahwa spirit Islam mampu mendorong kemajuan wanita. Inilah yang akhirnya menarik untuk dikaji ulang mengenai perjuangan beliau menyadarkan kaum perempuan tentang artinya pendidikan serta kiprah beliau mendidik kaum untuk turut serta melawan penjajah. Maka tidak berlebihan apabila pemerintah menganurehkan bintang anumerta pada Nyai Ahmad Dahlan. Kemudian sesuai surat Presiden no. 042/TK/TH 1971 tanggal 22 September 1971, pemerintah mengelompokkan sebagai Pahlawan Nasional.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: PEMBIMBING: DRS. MUNDZIRIN YUSUF, M.SI
Uncontrolled Keywords: Sejarah, pendidikan, wanita, Nyai Ahmad Dahlan
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 16:41
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/1512

Actions (login required)

View Item View Item