NILAI ILAHIAH DI KALANGAN REMAJA PELAJAR STUDI PADA JALUR PERSEKOLAHAN DI KALIMANTAN SELATAN

KAMRANI BUSERI , NIM. 87078 (2008) NILAI ILAHIAH DI KALANGAN REMAJA PELAJAR STUDI PADA JALUR PERSEKOLAHAN DI KALIMANTAN SELATAN. Doctoral thesis, UIN SUNAN KALIJAGA.

[img]
Preview
Text (NILAI ILAHIAH DI KALANGAN REMAJA PELAJAR STUDI PADA JALUR PERSEKOLAHAN DI KALIMANTAN SELATAN)
BAB I, V, DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text (NILAI ILAHIAH DI KALANGAN REMAJA PELAJAR STUDI PADA JALUR PERSEKOLAHAN DI KALIMANTAN SELATAN)
BAB II, III, IV.pdf
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (15MB)

Abstract

Pendidikan berfungsi untuk menumbuh kembangkan potensi subyek didik kea rah yang positif, meliputi ranah kognitif, psikomotorik dan afektif. Untuk yang terakhir, terutama dibutuhkan penumbuhan dan pembentukan nilai religious. Nilai religious atau nilai ilahiah—imaniah, ubudiyah dan muamalah—aadalah bagian terpenting dalam kerangka menjadikan manusia yang beriman, bertakwa terhadap Tuhan yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian yang mantap serta tumbuhnya rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Dalam proses pendidikan dewasa ini terlihat adanya ketimpangan antara pendidikan nilai dengan pendidikan keilmuan dan keterampilan. Akibat dari persoalan di atas, muncul beberapa fenomena social yang mmemprihatinkan. Banyak siswa dewasa ini yang berperilaku menyimpang, tidak sesuai dengan nilai-nilai keagamaan dan tidak sesuai dengan norma-norma sebagai warganegara yang baik. Disamping itu di kalangan remaja saat ini berkembang sikap ambiguous, di satu sisi menjalankan perintah agama, disisi lain mereka juga melakukan hal-hal yang bertentangan dengan agama. Gejala-gejala tersebut menunjukkan kegagalan pendidikan nilai keagamaan itu sendiri dan hal itu menarik untuk diteliti khususnya fotret nilai ilahiah di kalangan remaja pelajar juga aspek penumbuhan dan pembentukan nilai ilahiah tersebut melalui jalur persekolahan. Studi ini mengambil subyek remaja pelajar di Kalimantan Selatan yang bersekolah di SMUN 1 Banjarmasin dan SMUN Pelaihari, di MAN 1 Banjarmasin dan MAN Pelaihari serta remaja yang menjadi santri pada pondok pesantren Darussalam dan al-Falah yang keduanya berada di Kabupaten Banjar. Melalui pendekatan kualitatif fenomenologik, studi ini mencoba mendeskripsikan nilai-nilai ilahiah yang tumbuh dan terbentuk pada subyek penelitian; mendeskripsikan proses, iklim yang menyertai terbentuknya nilai ilahiah tersebut, serta dalam batas tertentu dicoba dikembangkan suatu model pembentukan nilai ilahiah sebgai suatu alternative. Untuk memaknai hasil penelitian ini dilakukan analisis paedagogis, psikologis, sosiologis, dan pendekatan agama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai ilahiah –imaniah, ubudiah dan muamalah—telah tumbuh dan berkembang di kalangan subyek penelitian ini, sejalan dengan pengaruh keluarga, lingkungan sosial dan pengaruh pendidikan, lingkungan dan tradisinya. Mengenai gambaran nilai ilahiah yang berkembang di kalangan santri, siswa Aliah dan SMUN, terdapat kesamaan-kesamaan terutama menyangkut nilai-nilai pokok, namun terdapat pula corak rincian nilai yang menunjukkan perbedaan-perbedaan. Corak rincian nilai tersebut menggambarkan adanya perbedaan pandangan, sikap maupun keyakinan antara siswa dan santri. Hal tersebut dipengaruhi oleh terdapatnya perbedaan persepsi dan kognisi keagamaan yang ditumbuhkan oleh lembaga pendidikan, lingkungan dan tradisinya tempat siswa atau santri belajar. Perbedaan pandangan tentang atribut Tuhan misalnya mengharuskan tawassul bagi santri, sementara siswa tidak mengenalnya. Mencintai Rasuldengan membaca mauled habsyi menurut siswa hanya berisi puji-pujian, sedangkan menurut santri meyakini sebagai membaca shalawat.keyakinan terhadap takdir, santri lebih bersifat Jabariyah, sementara siswa lebih dekat kepada Asy’ariyah. Dilain pihak, santri lebih disiplin menjalankan salat wajib disbanding siswa, dan kalaupun santri dan siswa sama-sama berdoa dan membaca zikir, tetapi amalan bacaan bagi santri lebih banyak ragamnya. Hal yang terakhir ini karena sosialisasi yang continue di pesantren. Nilai ilahiah-imaniah berkembang dari teosentris-subyektif ke arah keimanan objektif-rasional, dari kecenderunngan fatalis kea rah yang lebih maju. Nilai ilahiah-ubudiyah dan muamalah berkembang dari teologis normative ke proporsional, dari formal ke substansial. Gambaran nilai yang ada hampir seluruhnya merujuk kepada nilai-nilai statis yang menunjukkan tingkat kesalehan sebagai hamba Allah, belum menunjukkan nilai-nilai dinamis yang mendorong seorang muslim menjadi kreatif dan dinamis sebagai cerminan dari khalifatullah. Tampak kecenderungan bahwa SMUN dan MAN lebih berperan dalam mengembangkan pendekatan rasional sehingga mampu memberikan koreksi dan pengembangan nilai ilahiah-imaniah, ubudiah maupun muamalah. Sedangkan pesantren lebih berperan sebagai pelestari nilai yakni menumbuhkan nilai sesuai dengan tradisi yang hidup di masyarakat. Ini sejalan dengan tradisi di pesantren dan sejalan pila dengan berkembangnya pendekatan teologis-normatif. Lebih spesifik, pola piker objektif-proporsional hanya tumbuh di kalangan siswa SMUN, sementara di kalangan siswa MAN dan santri belum tampak. Belum berperannya pesantren dan dalam hal-hal tertentu MAN untuk melakukan koreksi terhadap nilai ilahiah yang diterima secara tutun temurun dan yang diterima dari tradisi sosial, karena kurang mengembangkan kecakapan kognisi keagamaan dan rasio subyek didik. Meskipun nilai termasuk nilai ilahiah pada dasarnya bersifat ajeg, akan tetapi perubahan selalu saja bisa terjadi. Salah satu hal penting adalah bagaimana memerankan lembaga pendidikan dan menciptakan tradisinya yang mendukung sehingga terjadi proses perubahan dan pengembangan nilai kea rah yang positif, melalui pengembangan dan pengluasan kognisi keagamaan. Untuk itu dituntut penerapan strategi penumbuhan dan pembentukan nilai yang sesuai seperti strategi klarifikasi dan transinternal. Sebaliknya untuk memperkuat pendekatan rasional yang telah tumbuh dab berkembang di kalangan siswa agar jangan terjebak hanya menjadi juru bicara nilai, perlu diperkuat dengan penghayatan landasan normative tekstual baik dari Al-Qur’an maupun Hadis.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Subjects: Ilmu Agama Islam
Divisions: Pascasarjana > Disertasi > Ilmu Agama Islam
Depositing User / Editor: Miftahul Ulum [IT Staff] ---- youtube : ulum virgo -------- Facebook : digilibuin
Date Deposited: 21 Jan 2015 02:10
Last Modified: 13 Apr 2015 03:03
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/15253

Actions (login required)

View Item View Item