BABAD KRATON, Analisis Simbolisme Struktural Upaya untuk Memahami Konsep Berfikir Jawa Islam

MAHARSI, NIM. 04.3.434 (2007) BABAD KRATON, Analisis Simbolisme Struktural Upaya untuk Memahami Konsep Berfikir Jawa Islam. PhD thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (BABAD KRATON, Analisis Simbolisme Struktural Upaya untuk Memahami Konsep Berfikir Jawa Islam)
BAB I, VI, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (3MB) | Preview
[img] Text (BABAD KRATON, Analisis Simbolisme Struktural Upaya untuk Memahami Konsep Berfikir Jawa Islam)
BAB II, III, IV, V.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (9MB)

Abstract

Bangsa Indonesia memiliki banyak warisan budaya tertulis yang tersebar di berbagai daerah. Naskah-naskah yang ditinggalkan nenek moyang itu, dapat dipelajari untuk memperoleh gambaran kebudayaan pada waktu mereka hidup, dan kemudian menjadi bekal sejarah perkembangan bangsa. Salah satunya adalah naskah Babad Kraton yang ditulis oleh Tumenggung Jayengrat atas prakarsa Raja Pertama Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwana I. Berdasarkan asal-usul dan keasliannya, Babad Kraton merupakan babad yang paling baik dijadikan sumber sejarah. Sebagai karya sastra sejarah Jawa yang ditulis oleh kelanjutan Kerajaan Islam Mataram, Babad Kraton juga banyak mengandung unsur-unsur budaya Jawa Islam. Penelitian ini akan mengungkap bagaimana struktur budaya Jawa Islam pada abad XVIII yang terdapat dalam Babad Kraton. Langkah pertama yang dilakukan adalah melaksanakan penelitian filologi. Berdasarkan penelitian terhadap berbagai katalog Jawa dan Nusantara yang ada, hanya ditemukan satu naskah, yaitu naskah Babad Kraton Koleksi The British Library, London, dengan nomor katalog BM Add. MS. 12320. Mikrofilm naskah Babad Kraton, sekarang tersimpan di Kawedanan Ageng Punakawan Widya Budaya Kraton Yogyakarta. Oleh karena naskah yang ditemukan hanya ada satu, maka digunakan edisi naskah tunggal dan perbandingan tidak mungkin dilakukan (Baried, 1983: 108). Sebagaimana naskah klasik pada umumnya, dalam teks Babad Kraton ini terdapat berbagai kekurangan atau korup dan ketidakjelasan. Oleh karena itu peneliti berusaha mengadakan perbaikan atau kritik terhadap teks yang ada. Kritik atau perbaikan dilakukan berdasarkan kamus dan sumber-sumber naskah sezaman. Setelah diadakan edisi kritis, suntingan teks yang masih berbahasa Jawa ini diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Dengan harapan teks tersebut dapat dinikmati masyarakat secara lebih luas. Penelitian ini berusaha mengungkap makna cerita mitos yang terdapat dalam Babad Kraton, dalam hubungannya dengan struktur budaya Jawa Islam yang melahirkannya. Dalam hal ini mitos bukan hanya merupakan cerita pelipur lara, tetapi merupakan cerita yang mengandung sejumlah pesan. Pesan itu tidak hanya terdapat dalam sebuah mites, tetapi tersimpan dalam keseluruhan mitos. Logika ini dihubungkan dengan struktur bahasa yang mempunyai hubungan sintakmatik dan paradigmatik. Dalam karya sastra babad, mitos-mitos yang terdapat dalam cerita itu disampaikan oleh penulis babad masa lalu, sedangkan penerima pesan itu adalah pembaca babad masa sekarang. Dengan mengikuti alat analisis bahasa yaitu hubungan sintakmatik dan paradigmatik, pesan-pesan itu akan disusun dan dicari struktur pesan yang ada di dalamnya. Kajian ini memanfaatkan teori struktural Levi Strauss dengan analisis semiotik. Analisis semiotik digunakan untuk menginterpretasikan simbol-simbol yang terdapat dalam teks. Dengan kata lain, penelitian ini menggunakan analisis simbolisme struktural. Cerita mitos yang terdapat dalam Babad Kraton akan diinterpretasikan sesuai struktur budaya Jawa Islam yang menjadi pendukung mitos itu. Gabungan analisis struktur dan semiotik ini diharapkan dapat mengatasi kelemahan pada masing-masing pendekatan. Dengan menggabungkan analisis struktural Levi Strauss dengan analisis semiotik, disimpulkan bahwa struktur berpikir Jawa Islam yang terdapat dalam Babad Kraton membentuk sebuah model piramida. Masing-masing bidang mulai bidang I sampai V, merupakan tahap-tahap perjalanan yang harus dilalui oleh seorang tokoh yang akan mencapai puncak kehidupan “manunggaling kawula gusti”. Untuk mencapai bidang V, seorang tokoh harus mendapatkan cahaya dari Allah swt, yaitu ajaran agama Islam. Struktur inilah yang menjadi konsep berpikir Jawa Islam pada saat naskah ini ditulis di Kasultanan Yogyakarta pertengahan abad XVIII. Babad Kraton juga mengandung mitos-mitos yang mempunyai makna pentingnya keselarasan dalam pandangan dunia Jawa. Keselarasan Islam dengan budaya Hindu, keselarasan dengan lingkungan alam dan makhluk gaib, keselarasan dalam rumah tangga, dan keselarasan hubungan antara raja dan rakyatnya. Dengan adanya keselarasan dengan semua unsur tersebut, maka kehidupan dunia akan aman, tenteram, dan damai. Demikian pentingnya konsep keselarasan dalam masyarakat Jawa, sehingga konsep ini menjadi tujuan sekaligus cita-cita kehidupan orang Jawa. Temuan penelitian ini secara teoritis adalah pertama, memahami bentuk interaksi Islam dengan budaya Jawa sebelumnya yang terdapat dalam naskah lama. Kedua, penelitian ini menghasilkan dan mempertajam konsep atau pemahaman bahwa karya sastra sejarah seperti Babad Kraton dapat digunakan sebagai cumber dalam mengungkap kebudayaan masa lampau, khususnya untuk mengungkap struktur berpikir Jawa Islam pada abad XVIII. Secara praktis, penelitian ini berguna untuk memahami kebudayaan Jawa Islam masa lampau sebagai bekal untuk menyongsong kehidupan masyarakat Jawa masa depan yang mayoritas beragama Islam dan sampai saat iri masih menjadikan Kasultanan Yogyakarta sebagai panutan.

Item Type: Thesis (PhD)
Additional Information / Pembimbing: Promotor : Prof. Dr. Marsono, SU
Uncontrolled Keywords: Babad Kraton- struktur budaya Jawa Islam
Subjects: Kebudayaan Islam
Divisions: Pascasarjana > Disertasi > Study Islam
Depositing User / Editor: H. Zaenal Arifin, S.Sos.I., S.IPI.
Date Deposited: 21 Jan 2015 02:19
Last Modified: 07 Apr 2015 03:12
URI: https://digilib.uin-suka.ac.id:80/id/eprint/15264

Actions (login required)

View Item View Item