POSITIONING POLITIK CALEG PEREMPUAN PADA PEMILU LEGISLATIF 2014 DI SUMENEP

MIFTAHOL ARIFIN, NIM. 10720029 (2015) POSITIONING POLITIK CALEG PEREMPUAN PADA PEMILU LEGISLATIF 2014 DI SUMENEP. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA.

[img]
Preview
Text (POSITIONING POLITIK CALEG PEREMPUAN PADA PEMILU LEGISLATIF 2014 DI SUMENEP)
BAB I, V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (2MB) | Preview
[img] Text (POSITIONING POLITIK CALEG PEREMPUAN PADA PEMILU LEGISLATIF 2014 DI SUMENEP)
BAB II, III, IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (2MB)

Abstract

Pemilu Legislatif 2014 ternyata masih menyisakan persoalan, yaitu rendahnya keterwakilan perempuan di parlemen. Kendati tuntutan kuota keterwakilan perempuan 30% sebagaimana diamanatkan undang-undang pemilu dan partai politik, nyatanya masih jauh dari yang diharapkan. Padahal, representasi perempaun merupakan elemen penting untuk membangun demokrasi yang ramah gender (gender democracy). Di Kabupaten Sumenep, dari 202 caleg perempuan yang maju pada Pemilu Legislatif 2014, hanya 3 orang yang lolos ke parlemen yakni Dwita Andriani (PAN dapil 1), Ummul Hasanah (PDI Perjuangan dapil 2) dan Zulfah (Gerindra dapil 3). Artinya, dari total 50 kursi yang ada di DPRD Sumenep hanya 3 kursi yang diisi oleh wakil perempuan. Hasil tersebut tidak ada peningkatan dari Pemilu Legislatif 2009, sama-sama 3 caleg perempuan yang terpilih. Oleh sebab itu, penelitian ini dimaksudkan untuk memotret rendahnya keterwakilan perempuan di parlemen Sumenep dengan fokus pembahasan yaitu positioning politik perempuan pada Pemilu Legislatif 2014. Tujuannya adalah untuk mengetahui bagaimana positioning politik caleg perempuan, termasuk pula bagaimana pengaruhnya terhadap lolosnya mereka ke parlemen. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan teori positioning politik dan teori gender. Responden dalam penelitian ini adalah tiga caleg perempuan terpilih, beberapa caleg perempuan tidak terpilih, caleg periode sebelumnya, pengamat dan wartawan. Dalam proses pengumpulan data, peneliti menggunakan teknik wawancara tidak terstruktur dan dokumentasi, serta menggunakan teknik deskriptif-analitik sebagai metode analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi positioning politik menjadi faktor penting bagi caleg perempuan pada pemilu 2014 di Sumenep. Strategi positioning politik membantu mereka membangun citra dan sebagai pembeda dari lawan-lawan politiknya guna memperoleh segmen terbesar di mata pemilih. Dalam praktiknya, strategi positioning politik itu berpengaruh banyak terhadap kemenangan beberapa caleg perempuan seperti Dwita Andriani, Ummul Hasanah dan Zulfah. Adanya posisi perempuan yang masih subordinat dan kultur patriarki yang masih kuat di masyarakat menjadikan strategi positioning politik semakin urgen keberadaannya. Strategi tersebut diperlukan untuk melawan hegemongi politik patriarki yang ada di masyarakat. Hal itu juga untuk memperbesar peluang perempuan lolos ke parlemen. Sumber positioning politik yang digunakan oleh caleg perempuan adalah: (1) kualitas dan kemampuan diri, (2) kharisma dan ketokohan, (3) visi-misi dan program kerja dan (4) track record dan pengalaman. Sedangkan implementasinya berupa blusukan atau silaturrahmi kepada kelompok dan tokoh masyarakat dan kegiatan sosial yang berupa pemberian bantuan gratis kepada masyarakat. Faktor-faktor yang menghambat strategi positioning politik adalah: (1) kultur patriarki, (2) peran ganda perempuan, (3) kurangnya keberanian perempuan dan (4) mahalnya biaya kampanye politik.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: Dr. Phil.Ahmad-Norma Permata, MA,
Uncontrolled Keywords: positioning politik, perempuan, pemilu
Subjects: Sosiologi
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora > Sosiologi (S1)
Depositing User / Editor: H. Zaenal Arifin, S.Sos.I., S.IPI.
Date Deposited: 07 Apr 2015 07:46
Last Modified: 07 Apr 2015 07:46
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/15553

Actions (login required)

View Item View Item