AL-NASIKH WA AL-MANSUKH DALAM PANDANGAN AL NAISABURI (TELAAH PEMIKIRAN AL NAISABURI DALAM GARA'IB AL QUR'AN WA RAGA'IB AL FURQAN)

SITI ROHMAH - NIM. 00530045, (2008) AL-NASIKH WA AL-MANSUKH DALAM PANDANGAN AL NAISABURI (TELAAH PEMIKIRAN AL NAISABURI DALAM GARA'IB AL QUR'AN WA RAGA'IB AL FURQAN). Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (AL-NASIKH WA AL-MANSUKH DALAM PANDANGAN AL NAISABURI (TELAAH PEMIKIRAN AL NAISABURI DALAM GARA'IB AL QUR'AN WA RAGA'IB AL FURQAN))
BAB I, BAB V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img] Text (AL-NASIKH WA AL-MANSUKH DALAM PANDANGAN AL NAISABURI (TELAAH PEMIKIRAN AL NAISABURI DALAM GARA'IB AL QUR'AN WA RAGA'IB AL FURQAN))
BAB II, BAB III, BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (841kB)

Abstract

ABSTRAK Fenomena naskh adalah suatu keniscayaan. Isyarat akan adanya al-nasikh wa al-mansukh tersirat dari firman Allah Q.S al-Baqarah (2) : 106. Ada banyak arti untuk memaknai kata naskh dalam ayat tersebut, di antaranya menghapus, membatalkan, dan mengganti. Sebagian ulama' mengartikan naskh dengan arti penghapusan ayat-ayat al-Qur'an yang berdampak pada pembatalan hukum, sehingga hal inilah yang menimbulkan kontroversi. Kajian tentang al-nasikh wa al-mansu kh sangat signifikan, karena begitu berpengaruh pada penetapan hukum. Jika al-nasikh wa al-mansu kh dimaknai sebagai penghapusan ayat-ayat al-Qur'an, maka yang menjadi persoalan adalah benarkah ada ayat-ayat al-Qur'an yang dihapus? Bagaimana nasib ayat-ayat tersebut kemudian? Oleh sebab itu, untuk memberikan klarifikasi tentang perdebatan konsep al-nasikh wa al-mansu kh, penulis mencoba menelusuri konsep tersebut dalam kitab tafsir Gara 'ib al-Qur'a n wa Raga 'ib al-Furqa n karya al-Naisaburi. Dengan metode deskriptif-analisis penelitian ini berusaha menguak konsep al-nasikh wa al-mansu kh yang ditawarkan oleh al-Naisaburi secara komprehensif dari dua segi pemaknaan naskh, yaitu dari penafsiran literal (al-Tafsir) dan penafsiran sufi (al-Ta'wil). Dari segi penafsiran literal (al-Tafsir) al-Naisaburi mengartikan kata naskh dalam dua arti, yaitu al-izalah dan al-naql, tetapi dalam praktiknya beliau sangat berhati-hati untuk memasukkan ayat-ayat al-Qur'an ke dalam ayat-ayat yang terkena al-nasikh wa al-mansu kh. Bahkan hampir semua ayat yang dimasukkan ke dalam ayat-ayat yang terkena al-nasikh wa al-mansu kh oleh sebagian ulama' beliau tolak. Hal ini didasari oleh prinsip beliau yang memaknai naskh pada unsur kemaslahatan, sehingga pelaksanaan hukum pada ayat-ayat tersebut sangat tergantung pada kondisi dan situasi yang melingkupinya. Yang menarik adalah penafsiran sufi al-Naisaburi tentang al-nasikh wa almansukh. Beliau mengartikan naskh sebagai perpindahan yang dialami para salik (para penempuh jalan sufi) dari satu hal (kondisi spiritual tertentu) menuju hal yang lebih tinggi yang nantinya akan membawa pada tingkat musyahadah, yaitu cahaya-cahaya penghambaan (anwar al-'ubudiyah) seorang salik tidak akan dinaskh (diganti) melainkan dengan cahaya ketuhanan (anwar al-rububiyah). Dari dua model penafsiran ini bisa diambil benang merah bahwa tidak ada ayat-ayat al-Qur'an yang dihapuskan atau dibatalkan hukumnya. Jika sekilas ada ayat-ayat al-Qur'an yang tampak bertentangan, maka pertentangan itu secara lahiriyahnya saja, bukan pertentangan secara hakiki. Dengan adanya konsep al-nasikh wa almansukh yang dipahami al-Naisaburi bisa diartikan bahwa Tuhan ingin mengajarkan kepada kita tentang akan adanya perubahan (change). Konsep alnasikh wa al-mansukh dalam ayat al-Qur'an bukan berarti bahwa Allah tidak mengetahui akan adanya kemaslahatan suatu hukum di masa mendatang sehingga harus menggantikannya dengan hukum baru, tetapi justru Allah memberikan tuntunan kepada kita untuk selalu melakukan perubahan yang positif, sehingga hidup menjadi dinamis. Dengan demikian, wacana keilmuan akan selalu berkembang.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing I : Dr. Suryadi, M.Ag., Pembimbing II : Dr. Abdul Mustaqim, M.Ag.
Uncontrolled Keywords: Al Naisaburi, nask
Subjects: Tafsir Hadist
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Tafsir Hadist (S1)
Depositing User / Editor: Miftakhul Yazid Fuadi, SIP.
Date Deposited: 12 Jul 2012 11:28
Last Modified: 18 Oct 2016 04:28
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/1574

Actions (login required)

View Item View Item