KONSEP ETIKA SOSIAL HAMKA (DALAM ERA KEKINIAN)

AHMAD SIRAYUDIN, NIM. 10510037 (2015) KONSEP ETIKA SOSIAL HAMKA (DALAM ERA KEKINIAN). Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (KONSEP ETIKA SOSIAL HAMKA (DALAM ERA KEKINIAN))
10510037_bab-i_iv-atau-v_daftar-pustaka.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img] Text (KONSEP ETIKA SOSIAL HAMKA (DALAM ERA KEKINIAN))
10510037_bab-ii_sampai_sebelum-bab-terakhir.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (814kB)

Abstract

Hamka (Haji Abdul Malik Karim Amrullah), dikenal luas di Indonesia bahkan di belahan dunia lainnya. Kepopuleran ulama yang serba bisa ini, berangkat dari penerimaan karya-karya cemerlangnya oleh para pembacanya di seluruh dunia. Hamka tidak hanya masuk dalam satu bidang keilmuan, tetapi beliau benar-benar mumpuni dalam disiplin ilmu-ilmu lainnya. Maka tak salah bila, Hamka disebut sebagai ulama, muballigh, pengarang, sastrawan, sejarawan, dan politikus. Salah satu pemikiran Hamka yang menarik perhatian adalah etika sosial Hamka. Beliau tidak menulis buku yang khusus tentang etika sosial itu sendiri, namun bukan berarti dia tidak memiliki pemikiran etika atau tidak menulis pemikiran etikanya, Justru di berbagai karya-karyanya pemikiran etikanya bertebaran dan mudah kita temukan. Berangkat dari hal itu, penulis tertarik untuk meneliti mengenai bangunan konsep etika sosial Hamka. Dan motivasi lainnya yang sangat mendesak adalah kondisi sosial yang berkembang pada hari ini. Perkembangan sosial hari ini banyak mempertontankan kesombongan dan keegoisan manusia yang akut, sehingga seringkali menimbulkan konflik sosial yang tidak bisa dipungkiri. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode library research dengan analisis deskriptif. Penulis dalam mengumpulkan data dengan membagi data primer dan sekunder. Teknik yang digunakan dalam analisa data dalam penelitian ini adalah dengan cara memahami tesis-tesis dari pemikiran tokoh bersangkutan, lalu mendeskripsikan dan menafsirkan pemikiran tokoh tersebut. Dalam analisis pemikiran yang telah dipaparkan juga digunakan analisa historisfilosofis yang melingkupi pemikiran tersebut, yaitu latar belakang yang mempengaruhi munculnya pemikiran tersebut sehingga terungkap makna dan relevansi ketika digunakan untuk mengkaji manusia dan kehidupan sosial pada umumnya. Berdasarkan penelitian yang penulis lakukan, menemukan bahwa etika Hamka dapat dibagi menjadi dua, konsep etika secara teoritis dan konsep etika secara praktis. Etika teoritis Hamka menjelaskan tentang bangunan konsep yang dimulai dari struktur eksistensial manusia, sebab etika manusia berangkat dari manusia itu sendiri. Karena bagi Hamka, manusia merdeka dan bertanggung jawab melakukan segala tindakannya. Namun, etika dapat berubah buruk bila tidak dilandasi dengan dasar tauhid. Sementara etika praktisnya, etika Hamka dapat diterapkan pada hampir semua aspek kehidupan manusia, mulai dari etika pemerintahan, etika profesi, hingga etika pengarang. Hal ini bertujuan, bahwa setiap tindakan manusia kelak dipertanggung jawabkan dihadapkan Allah, oleh sebab itu, tindakan manusia perlu diperhatikan dan lebih-lebih harus diisi dengan perbuatan-perbuatan yang baik.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: Dr. H. Muhammad Taufik, M. Ag.,
Uncontrolled Keywords: Etika Sosial, Hamka,Era Kekinian
Subjects: Filsafat Agama
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Filsafat Agama (S1)
Depositing User / Editor: H. Zaenal Arifin, S.Sos.I., S.IPI.
Date Deposited: 16 Apr 2015 09:56
Last Modified: 16 Apr 2015 09:56
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/15784

Actions (login required)

View Item View Item