AYAT-AYAT TENTANG ILMU PENGETAHUAN DALAM AL-QUR’AN (STUDI ATAS PENAFSIRAN IBN JARIR AL-TABARI)

META PUSPITASARI, NIM. 10530016 (2015) AYAT-AYAT TENTANG ILMU PENGETAHUAN DALAM AL-QUR’AN (STUDI ATAS PENAFSIRAN IBN JARIR AL-TABARI). Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (AYAT-AYAT TENTANG ILMU PENGETAHUAN DALAM AL-QUR’AN (STUDI ATAS PENAFSIRAN IBN JARIR AL-TABARI))
10530016_bab-i_iv-atau-v_daftar-pustaka.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img] Text (AYAT-AYAT TENTANG ILMU PENGETAHUAN DALAM AL-QUR’AN (STUDI ATAS PENAFSIRAN IBN JARIR AL-TABARI))
10530016_bab-ii_sampai_sebelum-bab-terakhir.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (1MB)

Abstract

Allah SWT sangat menghargai ilmu pengetahuan hal ini tercermin pada ayat-ayat yang diturunkan Allah melalui malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW yaitu Q.S Al-„Alaq (96) :1-5. Disamping itu Allah SWT menyatakan bahwa orang-orang berilmu akan diangkat derajatnya oleh Allah hal ini terdapat dalam Q.S Al-Mujadalah (58) :11. Allah SWT juga mengisyaratkan bahwa ada perbedaan antara orang berilmu dengan orang yang tidak berilmu isyarat ini sesuai firman-Nya dalam Q.S Az-Zumar (39) :9. Pemilihan Ibn Jarir Al-Tabari dan kitab tafsirnya Jami‘ al-Bayan Fi Tafsir al-Qur’an karena Ibn Jarir Al-Tabari dipandang sebagai tokoh pewaris terpenting dalam tadisi keilmuan Islam klasik seperti ilmu hadits, fiqh, lughah, tarikh termasuk tafsir Al-Qur’an. Kitab tafsir Jami‘ al-Bayan Fi Tafsir al-Qur’an menjadi rujukan utama disamping itu tafsir bil ma’tsur yang dikembangkan oleh Al-Tabari telah mengilhami dan menyemangati para mufasir generasi berikutnya. Berdasarkan hal itu penulis mencoba memecahkan beberapa masalah yaitu bagaimana penafsiran Ibn Jarir Al-Tabari terhadap ayat-ayat tentang ilmu pengetahuan dalam al-Qur’an?, apa kelebihan dan kekurangan dari penafsiran Ibn Jarir Al-Tabari dalam menafsirkan ayat-ayat ilmu pengetahuan dalam al-Qur’an?, apa relevansi penafsiran Ibn Jarir Al-Tabari untuk konteks kekinian?. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitis. Hasil dari penelitian ini adalah ditemukan banyak ayat yang membahas tentang ilmu pengetahuan dan penulis menggunakan kata kunci ‘alima dan mengklasifikasikan ayat-ayat ilmu pengetahuan berdasarkan fi’il maka dapat disimpulkan bahwa ayat-ayat yang mengandung kata allama (fi’il madhi) menurut Al-Tabari menjelaskan bahwa Allah lah yang mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. Kemudian ayat-ayat yang mengandung kata ya’lamu(fi’il mudhari) menurut Al-Tabari menjelaskan bahwa Allah mengetahui segala sesuatu yang diperbuat manusia dan Allah memerintahkan makhluknya untuk mengesakann-Nya. Sedangkan ayat-ayat yang mengandung kata ilm (masdar) menurut Al-Tabari ayat-ayat tersebut menjelaskan bahwa ilmu yang para nabi miliki berasal dari Allah. Mengenai kekurangan dan kelebihan penafsiran Al-Tabari adalah terkadang Al-Tabari mrnggunakan riwayat-riwayat israilliyat untuk menafsirkan suatu ayat sehinga membuat hasil penafsirannya menjadi rancu. Kelebihan Al-Tabari penafsirannya sangat detail karena dalam menafsirkan suatu ayat Al-Tabari selalu menjelaskan makna-makna kata dalam ayat tersebut dalam terminologi arab, karena tafsir Al-Tabari adalah tafsir bil ma’tsur maka rujukan utama Al-Tabari dalam menafsirkan suatu ayat adalah hadits serta syair-syair kuno disamping itu Al-Tabari juga menafsirkan ayat dengan ayat (munasabah).

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: Prof. Dr. H Fauzan Naif, M.A,
Uncontrolled Keywords: tentang ilmu pengetahuan dalam al-qur’an, ibn jarir al-tabari
Subjects: Ilmu Alqur’an dan Tafsir
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Ilmu Alqur’an dan Tafsir (S1)
Depositing User / Editor: H. Zaenal Arifin, S.Sos.I., S.IPI.
Date Deposited: 22 Apr 2015 04:13
Last Modified: 22 Apr 2015 04:13
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/15832

Actions (login required)

View Item View Item