PENAFSIRAN ALQURAN MENGGUNAKAN ALQURAN DALAM TAFSĪR AL-JALĀLAIN

MISKI, NIM. 11530065 (2015) PENAFSIRAN ALQURAN MENGGUNAKAN ALQURAN DALAM TAFSĪR AL-JALĀLAIN. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (PENAFSIRAN ALQURAN MENGGUNAKAN ALQURAN DALAM TAFSĪR AL-JALĀLAIN)
11530065_bab-i_iv-atau-v_daftar-pustaka.pdf - Published Version

Download (3MB) | Preview
[img] Text (PENAFSIRAN ALQURAN MENGGUNAKAN ALQURAN DALAM TAFSĪR AL-JALĀLAIN)
11530065_bab-ii_sampai_sebelum-bab-terakhir.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (3MB)

Abstract

Seseorang yang hendak menafsirkan Alquran (baca: mufassir) terlebih dahulu harus mencari penafsirannya dari Alquran itu sendiri dengan alasan bahwa bagian Alquran pada dasarnya memang berfungsi menjelaskan bagian-bagian yang lain dan ini merupakan satu ketentuan yang sudah disepakati (baca: ijmak) oleh para ulama. Asumsi sederhana dari sebuah kesepakatan adalah mengikat seluruh elemen. Dalam konteks ini Tafsīr al-Jalālain – buah karya al-Maḥallī dan al-Suyūṭī – dijadikan fokus atau objek kajian, dengan beberapa alasan mendasar: karya tersebut dinilai sebagai karya yang dikemas dengan bahasa khas, lugas dan padat sehingga relatif mudah dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat. Selain itu dua penulisnya juga dikenal sebagai sosok yang mumpuni dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan termasuk dalam bidang tafsir Alquran. Bahkan untuk konteks Indonesia, keduanya memiliki reputasi yang tinggi serta pengaruh yang sangat kuat dan luas. Penelitian ini ingin menindaklanjuti, memperjelas atau membuktikan bahwa al- Maḥallī ataupun al-Suyūṭī dalam menafsirkan Alquran dalam Tafsīr al-Jalālain juga terikat dengan kesepakatan di atas. Secara khusus yang menjadi rumusan masalah adalah: bagaimana pola penafsiran Alquran menggunakan Alquran dalam Tafsīr al- Jalālain dan apa yang dijadikan acuan al-Maḥallī dan al-Suyūṭī dalam memberlakukan hal tersebut? Penelitian ini murni menggunakan bahan pustaka dengan pendekatan noninteraktif yang lebih difokuskan pada karya-karya tafsir dan ilmu-ilmu Alquran dan tafsir. Ada dua metode yang digunakan: deskriptif (memaparkan, menjelaskan dan menyajikan data apa adanya sesuai temuan) dan intertektualitas (mencari hubungan antar-teks, yang dalam konteks ini digunakan untuk melacak acuan yang digunakan oleh al-Maḥallī dan al-Suyūṭī dalam menafsirkan Alquran dengan Alquran). Sebagai hasil akhir, dapat disimpulkan bahwa penafsiran Alquran menggunakan penjelasan Alquran dalam Tafsīr al-Jalālain adalah benar adanya dan dipaparkan dengan dua pola: (1) pola penyebutan langsung adanya hubungan antar-ayat yang sedang ditafsirkan (penyebutan ayat mengikuti pola Alquran, penyebutan ayat yang dikuatkan dengan riwayat, penyebutan ayat disertai penyebutan nama surat dan penyebutan ayat tanpa disertai penyebutan nama surat); (2) pola tidak langsung (mengisyaratkan: isyarat ayat secara langsung, isyarat ayat dalam surat dan isyarat tanpa menyebut ayat dan surat). Dalam memaparkan dua pola tersebut, setidaknya ada empat macam acuan yang digunakan oleh al-Maḥallī atau al-Suyūṭī dalam menafsirkan Alquran menggunakan Alquran dalam Tafsīr al-Jalālain: (1) Alquran, (2) hadis atau (3) pendapat sahabat, (4) tabiin dan seterusnya (5) pendapat atau ijtihad pribadi (dan secara khusus untuk kategori yang terakhir ini menyisakan banyak celah untuk dikaji lebih jauh atau bahkan ditolak secara tegas).

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: Dr. Ahmad Baidawi, M.Si
Uncontrolled Keywords: al-Maḥallī, al-Suyūṭī, Tafsīr al-Jalālain, tafsir Alquran dengan Alquran.
Subjects: Ilmu Alqur’an dan Tafsir
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Ilmu Alqur’an dan Tafsir (S1)
Depositing User / Editor: H. Zaenal Arifin, S.Sos.I., S.IPI.
Date Deposited: 24 Apr 2015 02:52
Last Modified: 24 Apr 2015 02:52
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/15875

Actions (login required)

View Item View Item