KESETARAAN GENDER DALAM PEMBAHARUAN HUKUM KELUARGA ISLAM DI INDONESIA (STUDI KOMPARATIF KOMPILASI HUKUM ISLAM [KHI] DAN COUNTER LEGAL DRAFT KOMPILASI HUKUM ISLAM [CLD KHI] TENTANG PASAL POLIGAMI DAN PASAL PEMBAGIAN WARIS ANAK LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN)

KHATIMATUS SA’ADAH, NIM. 11360042 (2015) KESETARAAN GENDER DALAM PEMBAHARUAN HUKUM KELUARGA ISLAM DI INDONESIA (STUDI KOMPARATIF KOMPILASI HUKUM ISLAM [KHI] DAN COUNTER LEGAL DRAFT KOMPILASI HUKUM ISLAM [CLD KHI] TENTANG PASAL POLIGAMI DAN PASAL PEMBAGIAN WARIS ANAK LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN). Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (KESETARAAN GENDER DALAM PEMBAHARUAN HUKUM KELUARGA ISLAM DI INDONESIA (STUDI KOMPARATIF KOMPILASI HUKUM ISLAM [KHI] DAN COUNTER LEGAL DRAFT KOMPILASI HUKUM ISLAM [CLD KHI] TENTANG PASAL POLIGAMI DAN PASAL PEMBAGIAN WARIS ANAK LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN))
11360042_bab-i_iv-atau-v_daftar-pustaka.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img] Text (KESETARAAN GENDER DALAM PEMBAHARUAN HUKUM KELUARGA ISLAM DI INDONESIA (STUDI KOMPARATIF KOMPILASI HUKUM ISLAM [KHI] DAN COUNTER LEGAL DRAFT KOMPILASI HUKUM ISLAM [CLD KHI] TENTANG PASAL POLIGAMI DAN PASAL PEMBAGIAN WARIS ANAK LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN))
11360042_bab-ii_sampai_sebelum-bab-terakhir.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (1MB)

Abstract

Kompilasi Hukum Islam (KHI) dan Counter Legal Draft Kompilasi Hukum Islam (CLD KHI) merupakan produk hukum pembaharuan hukum keluarga Islam di Indonesia. Materi hukum yang dimuat dalam KHI dinilai bias gender dan diskriminatif terhadap perempuan, misalnya pasal poligami dan pasal pembagian waris anak laki-laki dan perempuan. Maka lahirlah CLD KHI yang bertujuan merevisi pasal-pasal bias gender dalam KHI, dengan salah satu pendekatan yang digunakan dalam merumuskan hukum berlandaskan atas kesetaraan gender. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan menganalisis faktor kesetaraan gender yang mempengaruhi pembaharuan hukum dalam KHI dan CLD KHI mengenai pasal poligami dan bagian waris anak laki-laki dan perempuan serta menganalisis pembaharuan hukum keluarga dalam KHI dan CLD KHI. Jenis penelitian ini adalah library research (kepustakaan), yang bersifat deskriptif-analitis-komparatif yaitu menggambarkan, menganalisis, dan membandingkan produk hukum KHI dan CLD KHI, dengan menggunakan pendekatan filosofis untuk mengetahui metode pembaharuan di balik pasal-pasal poligami dan bagian waris anak laki-laki dan perempuan dalam KHI dan CLD KHI. Penelitian ini menghasilkan temuan sebagai berikut: Pertama, pembaharuan hukum keluarga Islam dalam KHI pasal poligami meng-counter dari fikih klasik dari pembolehan poligami dengan terbatas empat istri dan bersyaratkan adil, menjadi membolehkan poligami dengan sejumlah persyaratan diantaranya: tidak lebih dari empat istri, harus adil, ada ijin dari pengadilan agama, istri tidak dapat menjalankan kewajiban sebagai istri, istri tidak dapat melahirkan keturunan dan cacat badan (Pasal 55-59). Menurut CLD KHI pasalpasal tersebut sangat diskriminatif terhadap perempuan maka semua pasal tersebut dihapuskan dan kembali ke Pasal 3 CLD KHI bahwa pada hakikatnya asas perkawinan adalah monogami bukan poligami. Pembagian waris anak laki-laki dan perempuan dalam KHI bagian anak laki-laki dan perempuan dua banding satu sesuai dengan ketentuan dalam al-Quran (An-Nisa’ ayat 11) sedangkan CLD KHI berbeda dalam menafsirkan ketentuan dalam al-Qur’an, zaman sekarang berbeda dengan konteks sosial turunnya ayat tersebut karena saat ini peran perempuan dan laki-laki tidak jauh berbeda sehingga berhak mendapat bagian yang sama. Kedua, perbandingan pembaharuan hukum keluarga dalam KHI dan CLD KHI diantaranya: penyusunan KHI belum dipengaruhi faktor gender mainstreaming sedangkan CLD KHI sudah, pembaharuan hukum dalam KHI mendapatkan legislasi dari pemerintah sedangkan CLD KHI gagal dalam proses legislasi karena draft CLD KHI telah dibekukan, dalam penafsiran terhadap ayat al-Qur’an KHI cenderung tekstual sedang CLD KHI lebih kontekstual, dan paradigma yang digunakan KHI adalah logika agama karena mengacu pada fikih klasik sedangkan CLD KHI menggunakan logika hukum yang mengedepankan asas kesetaraan, keadilan, hak asasi manusia, dan kemaslahatan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Dr. Sri Wahyuni, S.Ag., M.Ag., M.Hum.
Uncontrolled Keywords: kesetaraan gender, poligami, pembagian waris
Subjects: Perbandingan Madzhab
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Perbandingan Madzab (S1)
Depositing User / Editor: H. Zaenal Arifin, S.Sos.I., S.IPI.
Date Deposited: 07 Aug 2015 02:48
Last Modified: 07 Aug 2015 02:48
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/16659

Actions (login required)

View Item View Item