RINGKASAN DISERTASI PERAN HUKUM ADA T LAR VUL NGABAL DALAM PENYELESAIAN KONFLIK ANT ARUMA T BERAGAMA DI KEPULAUAN KEI

ABD. RAUF, NIM. 03.3.386-BR (2009) RINGKASAN DISERTASI PERAN HUKUM ADA T LAR VUL NGABAL DALAM PENYELESAIAN KONFLIK ANT ARUMA T BERAGAMA DI KEPULAUAN KEI. Doctoral thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (RINGKASAN DISERTASI PERAN HUKUM ADA T LAR VUL NGABAL DALAM PENYELESAIAN KONFLIK ANT ARUMA T BERAGAMA DI KEPULAUAN KEI)
ABD. RAUF - NIM. 03.3.386-BR PERAN HUKUM.pdf

Download (8MB) | Preview

Abstract

Fokus penelitian ini adalah penyelesaian konflik antarumat beragama di Kepulauan Kei. Penyelesaian konflik itu dilakukan oleh sistem adat Lar Vul Ngabal. Konflik yang terjadi di Kepulauan Kei merupakan rentetan peristiwa yang bennula dari Ambon, Ibu Kota Propinsi Maluku. Korban jiwa dan harta pun tidak terhindarkan. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintab untuk menyelesaikan konflik tersebut, tennasuk penambahan pasukan TNI clan POLRI lengkap dengan persenjataan tempumya. Bersamaan dengan itu, tim rekonsiliasi pun dibentuk. Hasil yang diharapkan justru sebaliknya. Konflik semakin bereskalasi melanda hampir seluruh Kepulauan Kei. Masyarakat Kepulauan Kei memiliki hukum adat yang disebut Lar Vul Ngaba/. Adat itu diterima sebagai pemersatu masyarakat, baik masyarakat Islam maupun masyarakat Kristen. Nam.un, konflik antarumat beragama justru terjadi di tengah kebersamaan itu. Untuk itu, penelitian tentang penyelesaian konflik antarumat beragama ini berupaya untuk mengetahui operasionalisasi hukum adat Lar Vu/ Ngaba/ dalam kehidupan masyarakat. Demikian pula mekanisme serta efektivitas penyelesaian konflik antarwnat beragama melalui hukum adat tersebut. Hal yang menarik dari hukum adat Lar Vu/ Ngaba/ ini adalah bahwa ternyata pembentukannya diwarnai oleh hukum Islam dan menjadi ciri khas dalarn pelaksanaan hukum adat tersebut. Untuk mendapatkan basil optimal tentang penyelesaian konflik tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan antropologi. Pendekatan itu didasarkan pada analisis M. Lawrence Friedman tentang teori hukum substantif dan hukum prosedural. Konsep tersebut digunakan sebagai instrumen yang mengarahkan pada analisis normatif dalam Lar Vul Ngabal sebagai hukum yang hidup dalarn masyarakat. Konsep tersebut dipadu dengan teori etis dari Spuarmill. Penekanan teori etis Spuarmill adalah perlakuan yang seimbang terhadap individu, kelompok maupun golongan dalam berbagai persoalan kemasyarakatan. Demikian pula dengan teori utilitis dari J. Bentham. Penekanan teori utilitis J. Bentham adalah terutama bagaimana hukum dapat membahagiakan dan mengurangi penderitaan masyarakat. Penerapan teori hukum substantif dan hukum prosudural dipandang relevan mengingat fokus penelitian ini adalah penyelesaian konflik antarumat beragama di Kepulauan Kei melalui pendekatan antropologi, yakni hukum adat Lar Vu/ Ngabal. Dari pendekatan dan teori tersebut, ditemukan bahwa hukum adat Lar Vul Ngabal mampu menyelesaikan konflik antarumat beragama. Proses penyelesaian konflik yang dimotori oleh struktur hukum adat yang • tetap pada orbit Lar Vu/ Ngabal, dilandasi dengan falsafah Manut Anmehe Ti/ur, fuut Anmehe Ngifun" (semua orang Kei berasal dari satu keturunan) dan ain in ain (saling merniliki) yang menghasilkan perdamaian. Penyelesaian kon.flik tersebut dapat dilakukan secara simultan dalam tiga bentuk, yakni: mencegah kon.flik untuk memelihara perdamaian (peace keeping), mendorong transisi dan transfonnasi konflik dengan pembentukan perdamaian (peace making), dan mendorong rekonsiliasi dengan membangun perdamaian (peace building). Sedangkan penyelesaian konflik dalam konsep hukum Islam dengan mengedepankan sikap "memaafkan" (hermaaf) menjadi solusi terbaik. Dalam artian bahwa apa yang dilakukan dalam hukwn adat Lar Vu/ Ngaba/ sama dengan cara penyelesaian konflik dalam Islam. Karena itu hukum adat Lar Vul Ngaba/ memiliki peran yang sama dalam sumber hukum Islam, yakni memperkuat teori relasi hukum adat dengan hukum Islam. Di samping itu, studi ini juga menunjukkan bagaimana nilai-nilai agama dan nonna lokal dapat berfungsi dalam studi keagamaan atau studi kebudayaan. Selain itu, norma lokal juga dapat dinilai mampu mempertegas fungsi identitas teologis suatu kepercayaan keagamaan. Karena itu, norma lokal sebagaimana hukum adat Lar Vu/ Ngabal disamping sebagai identitas sebuah komunitas, ia juga akan mengubah pola pikir dan hubungan timbal bali.k individu dan kelompok dengan meletakkannya di atas common ground (kebudayaan yang dimiliki). Termasuk dalam hal ini adalah bagaimana konflik ataupun bentuk-bentuk kekerasan antarumat beragama mampu dipelihara dan dikelola menjadi suatu kreativitas baru yang bermanfaat bagi sebuah masyarakat berkonflik.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Subjects: Ilmu Agama Islam
Divisions: Pascasarjana > Ringkasan Disertasi > Ilmu Agama Islam
Depositing User / Editor: Users 3198 not found.
Date Deposited: 10 Aug 2015 04:11
Last Modified: 10 Aug 2015 04:11
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/16729

Actions (login required)

View Item View Item