PEREMPUAN DALAM HUKUM ADAT HINDU BALI Tinjauan Antrpologi Agama dan Feminimologi Agama di Desa Banjar Dawan Klungkung Kabupaten Semarapura Bal

ACHMAD MULIA SOBIRIN 02520966, (2009) PEREMPUAN DALAM HUKUM ADAT HINDU BALI Tinjauan Antrpologi Agama dan Feminimologi Agama di Desa Banjar Dawan Klungkung Kabupaten Semarapura Bal. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Dalam konsep Hindu yang merupakan dasar budaya Bali mengajarkan manusia untuk bisa menciptakan suasana yang harmonis dan seimbang sebagaimana termaktub dalam Trihitakarana. Perempuan Bali dapat dikatakan sebagai seorang pemimpin sejati. Hal ini terbukti bahwa perempun yang ada di Bali, ia begitu sangat tegar mengambil peran melebihi peran yang seharusnya ia lakukan. Di rumah sebagai perempuan, sebagai ibu, sebagai isteri, dan kadang – kadang sebagai quot;bapak quot;. Perempuan Bali adalah perempuan yang kuat baik dalam fisik dan kuat psykis atau mental. Sebagaimana dikemukakan diatas, maka penelitian ini akan mencoba mengankat beberapa permasalahan mengenai kedudukan maupun posisi perempuan baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat terhadap hukum adat Hindu Bali, masalah ini diawali dari sistem dan asas-asas hukum keluarga baik perkawinan, waris, serta pemahaman dari ajaran Hindu Bali sendiri mengenai posisi dan kedudukan perempuan yang selama ini menurut penulis lihat ada beberapa ketidak seimbangan terhadap perempuan dengan laki–laki pada kedudukan dan posisi di dalam keluarga dan masyarakat di mata hukum adat Hindu Bali. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan Antropologi agama dan pendekatan Feminimologi agama. Antropologi agama dalam memahami agama dan adat dapat diartikan sebagai salah satu upaya memahami agama dan hukum adat tersebut dengan cara melihat wujud praktik yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat. Melalui pendekatan ini semunya kelihatan akrab dan dekat dengan masalah–masalah yang dihadapi manusia dan berupaya menjelaskan dan memberikan jawabannya. Hasil dari penelitian dan analisis ini, penulis memprioritaskan hanya dengan mengambil satu wilayah yang akan dijadikan sebagai sampel. Akan tetapi dengan sampel tersebut kiranya dapat memberikan banyak penjelasan secara luas dari para responden mengenai permasalahan yang penulis angkat. Permasalahan tersebut, yakni Hubungan dan Kedudukan Perempuan Dalam Hukum Adat Hindu Bali, yang terdiri dari: menggambarkan tentang dasar pokok hukum Adat Hindu Bali, hukum adat perkawinan, kematian, hukum adat waris di Bali. Dan yang terakhir Membahas tentang perempuan dalam masyarakat adat Hindu di Bali, Yakni terdiri dari perempuan dan kepemimpinan, perempuan dan kerja, perempuan dan masyarakat. Dengan demikian kesimpulan dari masalah diatas, maka Bisakah perempuan Bali menempati posisi dan kedudukan yang sama dengan laki–laki baik dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat. Bisakah perempuan Bali meneruskan apa yang dilakukan Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan hak dan derajat perempuan sebagaimana atas seruan Dewi Saraswati dalam ajaran Hindu Bali ? Untuk menjawab pertanyaan diatas, penyusun mencoba mencari jawabanya melalui penelitian langsung dengan mengambil sampel baik dengan mendapatkan copy-an dokumen yang ada maupun melalui wawancara dalam satu wilayah setempat baik dengan tetap menggali kesubjektifitas dan objektifitasan dari beberapa perwakilan tokoh dan masyarakat dan mencari relevansinya dengan perkembangan hukum saat ini.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing : Prof. Dr. H. Djam’annuri, M.A.
Uncontrolled Keywords: Perempuan, Adat Hindu Bali
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 16:41
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/1673

Actions (login required)

View Item View Item