MORAL ISLAM DALAM LAKON BIMA SUCI

TEGUH, NIM: 993155 (2008) MORAL ISLAM DALAM LAKON BIMA SUCI. Doctoral thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (MORAL ISLAM DALAM LAKON BIMA SUCI)
TEGUH - NIM 993155 MORAL ISLAM.pdf

Download (4MB) | Preview

Abstract

Penelitian yang berjudul MORAL ISLAM DALAM LAKON BIMA SUCI ini berangkat dari sebuah kegelisahan akademik tentang adanya kecenderungan merosotnya/dekadensi moral yang melanda kepribadian umat manusia, sementara pada sisi yang lain di Nusantara ini banyak terdapat sumber moral, seperti agama dan karya-karya adiluhung bangsa. Dalam konteks inilah lakon-lakon wayang sebagai sebuah karya seni dapat dijadikan sebagai salah satu sumber ajaran moral yang perlu dikaji sehingga dapat dijadikan sebagai sebuah tuntunan bagi kehidupan •manusia. Lakon Bima Suci mengandung ajaran tentang pengalaman spiritual puncak dalam kehidupan rohani, yaitu ajaran tentang manunggaling kawula Gusti. Berdasarkan pada latar belakang di atas, maka yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah: l. Mengapa wayang digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan moral? 2. Bagaimana hubungan antara moral Islam dengan moral Jawa? 3. Mengapa ajaran monisme menjadi prinsip dalam lakon Bima Suet? Dan 4. Apa saja pesan moral Islam yang terkandung di dalam lakon Bima Suei'l Adapun yang menjadi tujuan <lalam Penelitian ini adalah untuk menemukan jawaban dari masalah yang diangkat, yaitu: mengapa wayang digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan moral, bagaimana pola hubungan antara moral Islam dengan moral Jawa, mengapa ajaran monisme menjadi prinsip dalam lakon Bima Suet, dan apa saja pesan moral Islam yang terkandung di dalam lakon Bima Suci. Sesuai dengan bentuk dan sifat penelitian, yaitu suatu tinjauan teoretis yang lebih menfokuskan pada kajian kepustakaan, maka jenis penelitian ini adalah kepustakaan (library research) dengan membaca serat pedhalangan lakon Bima Suci karya Ki Anom Sukatno sebagai data primer dan juga karya lain yang berhubungan dengan masalah sebagai sumber sekunder. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis struktural dan semiotik, sementara pembacaan terhadap teks dilakukan dengan cara heuristik dan hermeneutik. Telaah heuristik untuk mendapatkan kejelasan makna serta alur ceritanya, sedangkan telaah hermeneutik untuk menemukan nilai moral yang terkandung di dalam lakon tersebut. Hasil temuan pertama dari penelitian ini adalah bahwa alasan mengapa wayang digunakan untuk menyampaikan pesanpesan moral: pertama, karena wayang telah membuktikan diri sebagai sebuah karya seni yang banyak digemari olch banyak orang mulai jaman Erlangga hingga saat ini; kedua, karena bentuk dakwah kultural dipa:idang sebagai bentuk dakwah yang paling tepat dibandingkan dengan bentuk dakwah lainnya; ketiga karena sifat lentur dan terbukanya wayang untuk scbuah interpretasi sehingga siapapun dapat memasukkan nilai-nilai moral ke dalamnya. Temuan kedua memperlihatkan bahwa pola hubungan antara moral Islam dan moral Jawa menunjukkan adanya hubungan imperatif atau saling mewamai dan tetap dalam kemandiriannya masing-masing. Temuan ketiga memperlihatkan bahwa monisme dijadikan sebagai prinsip ajaran dalam lakon Bima Suci karena ajaran tersebut merupakan pengalaman spiritual puncak yang menggambarkan adanya manunggaling kawu/a Gusti. Temuan terakhir adalah bahwa pesan-pesan moral Islam yang terkandung di dalam lakon Bima Suci secara garis besar ada empat, yaitu syariat, tarekat, hakikat, dan makrifat yang dalam konsep Jawa dikenal dengan ajaran sembah raga, sembah cipta, sembahjiwa, dan sembah rasa. Jika keempat ajaran tersebut dapat dilaksanakan, seseorang akan sampai pada derajat insan kamil 'manusia sempurna'.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Subjects: Ilmu Agama Islam
Divisions: Pascasarjana > Ringkasan Disertasi > Ilmu Agama Islam
Depositing User / Editor: Users 3198 not found.
Date Deposited: 11 Aug 2015 08:41
Last Modified: 11 Aug 2015 08:41
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/16769

Actions (login required)

View Item View Item