PROSES TURUNNYA HUJAN DALAM AL-QUR'AN ( TELAAH PENAFSIRAN TANTAWI JAUHARI DALAM TAFSIR AL-JAWAHIR FI TAFSIR AL-QUR’AN AL-KARIM )

AHMAD TAUFIQ MUHARAM, NIM. 03531317 (2009) PROSES TURUNNYA HUJAN DALAM AL-QUR'AN ( TELAAH PENAFSIRAN TANTAWI JAUHARI DALAM TAFSIR AL-JAWAHIR FI TAFSIR AL-QUR’AN AL-KARIM ). Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (PROSES TURUNNYA HUJAN DALAM AL-QUR'AN ( TELAAH PENAFSIRAN TANTAWI JAUHARI DALAM TAFSIR AL-JAWAHIR FI TAFSIR AL-QUR’AN AL-KARIM ))
BAB I, V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img] Text (PROSES TURUNNYA HUJAN DALAM AL-QUR'AN ( TELAAH PENAFSIRAN TANTAWI JAUHARI DALAM TAFSIR AL-JAWAHIR FI TAFSIR AL-QUR’AN AL-KARIM ))
BAB II, III, IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (1MB)

Abstract

Al-Qur'an al-Karim dalam banyak ayatnya menuntut manusia agar senantiasa memperhatikan ayat-ayat (tanda kebesaran) Allah SWT. dan menarik pelajaran dari ayat-ayat tersebut setelah merenungkan dan memikirkannya. Banyaknya ayat al-Qur'an yang menjelaskan fenomena alam (proses kejadian) beserta segala isi dunia ini, di antara fenomena alamiah yang tidak luput dari penjelasan al-Qur'an adalah tentang proses turunnya hujan. Pada akhir abad ke-20, para ahli fisika dan meteorologi dengan kemampuan penelitian laboratorial, telah berhasil menemukan bukti-bukti bahwa hujan diturunkan Tuhan dalam struktur kejadian yang unik. Fenomena ini dijadikan landasan oleh sebagian ulama tafsir untuk melakukan pembaharuan wacana terhadap kajian al-Qur'an untuk menyingkap ilmu pengetahuan modern. Sehingga timbullah tafsir ilmi sebagai cerminan tafsir dengan menggunakan penafsiran ilmu modern. Di antara tafsir yang kental dengan corak ilminya adalah tafsir Tantawi Jauhari dengan kitabnya al-Jawahir fi Tafsir al-Qur'an al-Karim. Penelitian ini terfokus pada penafsiran Tantawi Jauhari dalam kitab tafsirnya berjudul al-Jawahir fi Tafsir al-Qur'an al-Karim sebagai sumber data primer, serta bukubuku lain yang terkait sebagai data sekunder. Adapun metode untuk mengolah data digunakan metode deskriptif analitik, di mana penyusun mencari dan mengumpulkan data tentang objek-objek penelitian kemudian disusun dan dijelaskan secara sistematis, obyektif, serta dianalisis secara eksplanatoris, yaitu suatu analasis yang berfungsi memberikan penjelasan yang lebih mendalam dari sekedar mendeskripsikan sebuah makna teks. Dengan tujuan mengetahui konsep Tantawi Jauhari tentang teori ilmiah yang terkandung dalam al-Qur'an khususnya tentang proses turunnya hujan, dan mengetahui konsistensi argumentasi yang dibangun oleh Tanttaw i Jauhari dalam melakukan klaim penemuan-penemuan ilmu pengetahuan modern, sehingga konsistensi berpikir tersebut dapat dijadikan bekal pengalaman bagi peneliti tafsir agar dapat menilai sebuah penafsiran dengan argumen yang lebih sistematis, ilmiah, dan dapat dipertanggung jawabkan. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa proses turunnya hujan berlangsung melalui lima fase. Kelima fase tersebut sebenarnya telah ditetapkan dengan jelas dalam Al-Qur'an berabad-abad yang lalu, yang memberikan informasi yang tepat mengenai pembentukan hujan, diambil dari QS. al-Nur(24): 43 yang penjelasannya sebagai berikut; Fase ke-1. Allah mengarak awan. Fase ke-2. Kemudian mengumpulkan antara bagianbagiannya, fase ke-3. Kemudian menjadikannya bertindih-tindih, fase ke-4. Maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya, dan yang ke-5. Allah menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gununggunung, maka ditampakkan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Dari kelima fase di atas sebenarnya dapat dikerucutkan kembali menjadi tiga tahap, sebagaimana para ilmuwan membagi tahapan ini di dalam penemuannya yaitu, Pertama, bahan baku hujan naik ke udara (fase ke-1 dan 2), kedua, lalu awan terbentuk (fase ke-3), dan Akhirnya ketiga, curahan hujan terlihat (fase ke-4 dan 5). Dari sini maka jelaslah sudah bahwa terlihat antara penemuan manusia dengan petunjuk dari Allah SWT. manusia telah berhasil membuktikan ayat-ayat Allah tentang turunnya hujan ini cocok satu sama lain, dalam artian penafsiran seorang ahli tafsir sama dengan cendikiawan Barat, berkaitan dengan ayat-ayat Allah sebagai pembuktian atas kebesaran-Nya. Berdasar kenyataan di atas, Tantawi Jauhari memadukan dua logos Tuhan, yakni al-Qur'an dan fenomena alam, karena ia termasuk salah seorang mufassir yang berupaya mensinergiskan ayat-ayat al-Qur’an dengan teori-teori ilmiah modern.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Drs. H. Mahfudz Masduki, MA,
Uncontrolled Keywords: Hujan, Tafsir al Qur'an
Subjects: Tafsir Hadist
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Tafsir Hadist (S1)
Depositing User / Editor: Zaenal Arifin, S.Sos.I., S.IPI.
Date Deposited: 23 Oct 2015 03:46
Last Modified: 23 Oct 2015 03:51
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/1681

Actions (login required)

View Item View Item