POLA KEPEMIMPINAN PONDOK PESANTREN AL-MUNAWWIR KRAPYAK YOGYAKARTA PERIODE KH ZAINAL ABIDIN MUNAWWIR DI TENGAH KEHIDUPAN MODERNISASI (STUDI TERHADAP FUNGSI-FUNGSI MANAJEMEN)

AKHMAD IQBAL NIM: 01240670, (2009) POLA KEPEMIMPINAN PONDOK PESANTREN AL-MUNAWWIR KRAPYAK YOGYAKARTA PERIODE KH ZAINAL ABIDIN MUNAWWIR DI TENGAH KEHIDUPAN MODERNISASI (STUDI TERHADAP FUNGSI-FUNGSI MANAJEMEN). Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (POLA KEPEMIMPINAN PONDOK PESANTREN AL-MUNAWWIR KRAPYAK YOGYAKARTA PERIODE KH ZAINAL ABIDIN MUNAWWIR DI TENGAH KEHIDUPAN MODERNISASI (STUDI TERHADAP FUNGSI-FUNGSI MANAJEMEN))
BAB I, BAB IV, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (624kB) | Preview
[img] Text (POLA KEPEMIMPINAN PONDOK PESANTREN AL-MUNAWWIR KRAPYAK YOGYAKARTA PERIODE KH ZAINAL ABIDIN MUNAWWIR DI TENGAH KEHIDUPAN MODERNISASI (STUDI TERHADAP FUNGSI-FUNGSI MANAJEMEN))
BAB II, BAB III.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (369kB)

Abstract

Pesantren merupakan lembaga pendidikan tradisional Islam tertua saat ini dan dianggap sebagai produk budaya Indonesia yang asli (indigenous). Kemunculan lembaga pendidikan tradisional Islam di negara kita ini dimulai sejak abad ke-13 yang diiringi dengan munculnya tempat-tempat pengajian. Perkembangan selanjutnya, tempat-tempat mengaji tersebut berubah menjadi tempat-tempat menginap bagi para pelajar (santri) yang kemudian kita mengenalnya sebagai pesantren. Sistem pembelajaran atau pendidikan dalam dunia pesantren memang berbeda bila dibandingkan dengan lembaga pendidikan formal yang ada. Perbedaan yang paling kentara adalah pesantren memiliki kultur khas yang berbeda dengan budaya sekitar. Beberapa peneliti menyebut sebagai sub-kultur yang bersifat idiosincratic. Cara pengajaran yang unik. Sang kyai, yang biasanya adalah pendiri sekaligus pemilik pesantren, membacakan manuskrip-manuskrip keagamaan klasik berbahasa Arab (dikenal dengan sebutan quot;kitab kuning quot;), sementara para santri mendengarkan sambil memberi catatan pada kitab yang sedang dibaca. Metode ini disebut bandongan atau layanan kolektif (collective learning process). Saat ini ketika kehidupan modernisasi (yang ditandai dengan munculnya lembaga-lembaga pendidikan modern dan perubahan nilai-nilai sosial) hadir menjumpai kita, setiap lembaga pendidikan, termasuk pesantren dituntut untuk memberikan pelayanan sebaik mungkin kepada siswa/ santrinya. Berdasarkan pemikiran di atas, nampak menarik dan relevan jika keadaan pesantren digunakan untuk menganalisis peran dan eksistensinya di tengah gelombang kehidupan modernisasi dan perubahan nilai-nilai sosial. Dengan tema ini pula peneliti memberanikan diri untuk melakukan penelitian ini, meski scope nya dipersempit pada wilayah kepemimpinan pesantrennya. Pesantren yang peneliti gunakan dalam penelitian ini yaitu di Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta. Pengambilan objek penelitian ini didasarkan karena pondok pesantren yang saat ini diasuh oleh KH Zaenal Abidin Munawwir ini terletak di daerah perkotaan yang notabenenya amat lekat dengan kehidupan modernisasi. Deskripsi yang segera terlihat dari penelitian ini adalah bagaimana peneliti mengajukan rumusan atau pertanyaan tentang bagaimana pola kepemimpinan yang diterapkan, apa tujuan dari pesantren itu dibangun dan dikembangkan, untuk memenuhi kebutuhan apakah ia, dengan sarana dan bagaimana sistem manajemen yang diterapkan sehingga ia bisa bertahan di tengah kehidupan modernisasi ini, serta target apa yang ingin dicapai oleh pesantren ini.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing : Drs A Machfudz Fauzy M Pd,
Uncontrolled Keywords: Pondok Pesantren, Kepemimpinan
Subjects: Manajemen Dakwah
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Manajemen Dakwah (S1)
Depositing User / Editor: Miftakhul Yazid Fuadi, SIP.
Date Deposited: 16 Jul 2012 09:02
Last Modified: 11 Jan 2017 01:53
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/1704

Actions (login required)

View Item View Item