ANALISIS PENGURANGAN AKTIFITAS PEMBOROSAN PADA PRODUKSI GULA DENGAN TAHAPAN DMAIC (DEFINE, MEASURE, ANALYZE, IMPROVE, CONTROL) (Studi Kasus: PG. Pakis Baru Pati)

MUSTAFIDAH, NIM. 10660051 (2015) ANALISIS PENGURANGAN AKTIFITAS PEMBOROSAN PADA PRODUKSI GULA DENGAN TAHAPAN DMAIC (DEFINE, MEASURE, ANALYZE, IMPROVE, CONTROL) (Studi Kasus: PG. Pakis Baru Pati). Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (ANALISIS PENGURANGAN AKTIFITAS PEMBOROSAN PADA PRODUKSI GULA DENGAN TAHAPAN DMAIC (DEFINE, MEASURE, ANALYZE, IMPROVE, CONTROL) (Studi Kasus: PG. Pakis Baru Pati))
BAB I, V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img] Text (ANALISIS PENGURANGAN AKTIFITAS PEMBOROSAN PADA PRODUKSI GULA DENGAN TAHAPAN DMAIC (DEFINE, MEASURE, ANALYZE, IMPROVE, CONTROL) (Studi Kasus: PG. Pakis Baru Pati))
BAB II, III, IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (2MB)

Abstract

Berdasarkan pengamatan awal, aktifitas antrian truk tebu dan inventory yang berlebihan pada cane yard merupakan waste yang sering terjadi. Kedua waste tersebut disebabkan supply tebu yang fluktuatif karena jumlah tebu yang dikirim petani melebihi ketentuan kuantitas penebangan. Truk tebu membutuhkan waktu 5 jam untuk mengantri dan bongkar muatan serta terjadi kelebihan persediaan sebesar 210 ton tebu per hari. Dua waste ini berdampak pada menurunnya kadar sukrosa tebu sehingga merugikan perusahaan. Proses identifikasi menggunakan tahapan DMAIC. Dari hasil penelitian teridentifikasi 6 waste yaitu defect, waiting, transportation, inventories, unnecessary motion dan excess processing. Hasil pembobotan FMEA menunjukkan Antrian (waiting) dengan nilai RPN 207.4, penebangan tebu melebihi rencana (inventory) dengan nilai RPN 206.8, penempatan tebu di cane yard kurang tepat (tranportation) dengan nilai RPN 152, penempatan pompa berjauhan (unnecessary motion) dengan nilai RPN 122.8 serta defect dengan nilai RPN 91.6. Antrian dan inventory merupakan waste dengan nilai RPN tertinngi, usulan yang diberikan adalah penambahan cane lifter pada antrian pembongkaran tebu serta penambahan capasitas dari 3500 TCD menjadi 3700 TCD. Dengan penambahan cane lifter menjadi 2 unit, ratarata waktu menunggu dalam antrian berkurang dari 4.77 jam menjadi 1.04 jam. Jumlah truk yang mengantri turun dari 172 unit menjadi 37unit. Penambahan kapasitas menyebabkan inventori harian berkurang 210 ton. Total investasi yang dikeluarkan PG.Pakis baru untuk menambah cane lifter dan menambah kapasitas Rp. 620.160.000 dengan asumsi pendapatan perusahaan dari hasil penjualan gula sebesar Rp. 11.988.000.000. Dengan menggunakan metode analisis kelayakan investasi NPV, investasi bernilai positif dengan nilai NPV +Rp. 105.854.000.000. Kata kunci: Waste, FMEA,DMAIC, analisis kelayakan NPV.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Arya Wirabhuana, M.Sc
Uncontrolled Keywords: Waste, FMEA,DMAIC, analisis kelayakan NPV.
Subjects: Tehnik Industri
Divisions: Fakultas Sains dan Teknologi > Teknik Industri (S1)
Depositing User / Editor: Sugeng Hariyanto, SIP (sugeng.hariyanto@uin-suka.ac.id)
Date Deposited: 07 Sep 2015 08:03
Last Modified: 07 Sep 2015 08:03
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/17137

Actions (login required)

View Item View Item