RASIONALITAS TAFSIR AL-MISBĀḤ KARYA M. QURAISH SHIHAB (KAJIAN TERHADAP AYAT-AYAT KEIMANAN)

HIDAYATI FAOZIYAH, NIM. 11530036 (2015) RASIONALITAS TAFSIR AL-MISBĀḤ KARYA M. QURAISH SHIHAB (KAJIAN TERHADAP AYAT-AYAT KEIMANAN). Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (RASIONALITAS TAFSIR AL-MISBĀḤ KARYA M. QURAISH SHIHAB (KAJIAN TERHADAP AYAT-AYAT KEIMANAN))
11530036_bab-i_iv-atau-v_daftar-pustaka.pdf

Download (2MB) | Preview
[img] Text (RASIONALITAS TAFSIR AL-MISBĀḤ KARYA M. QURAISH SHIHAB (KAJIAN TERHADAP AYAT-AYAT KEIMANAN))
11530036_bab-ii_sampai_sebelum-bab-terakhir.pdf
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (2MB)

Abstract

Dalam setiap periode, penafsiran mempuyai ciri-ciri khusus yang membedakan periode satu dengan yang lainnya. Hal ini bisa kita lihat hasil-hasil karya para mufassir pada setiap zaman tersebut. Penafsiran al-Qur'an pada awal mula Islam hanya dilakukan oleh Nabi, kemudian dilanjutkan oleh sahabat, tabi‟in, dan seterusnya. Penafsiran pada masa ini masih didominasi oleh penafsiran bi al-ma’ṡ ur. Penafsiran al-Qur'an pun mengalami perkembangan sampai memasuki masa tafsir periode modern-kontemporer. Hal ini bisa ditandai dengan banyaknya karya tafsir yang bernuansa rasional. Mereka banyak menggunakan ijtihad pemikirannya untuk menafsirkan al-Qur'an. Sedangkan perkembangan tafsir di Indonesia pada periode modernkontemporer ini sedikit banyak juga dipengaruhi oleh para mufassir tersebut. Salah satu tafsir yang yang menjadi rujukan utama di Indonesia adalah Tafsir al- Misbāḥ karya M. Quraish Shihab. Dalam tafsirnya, selain mengambil dari riwayat Quraish juga menuangkan pemikiran-pemikirannya yang terkait dengan tema yang dibahas. Begitu pula ketika membahas ayat-ayat tentang keimanan yaitu tentang rukun iman yang 6. Dari gambaran tersebut peneliti dapat membatasi penelitian ini dengan rumusan masalah, bagaimana penafsiran Quraish Shihab tentang ayat-ayat rukun iman dalam Tafsir al-Misbāḥ ?, bagaimana bentuk rasionalitas penafsiran Quraish Shihab dalam menafsirkan ayat-ayat rukun iman?. Serta apa implikasi metodologis terhadap penafsiran Quraish terkait ayat-ayat rukun iman? Peneliti dalam penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dan juga menggunakan pendekatan deduktif-induktif. Hasil dari penelitian terhadap rasionalitas Tafsir al-Misbāḥ khususnya tentang ayat-ayat keimanan adalah dalam penafsirannya Quraish mengemukakan pendapat-pendapatnya. Ia tidak hanya mengutip pendapat-pendapat para ulama saja. terkadang ia juga mencontohkan dan menganalogikan suatu pembahasan supaya memudahkan pemahaman pembacanya. Contoh yang diberikan oleh Quraish terbilang logis dan mudah dicerna oleh akal. Tetapi ia juga mengingatkan bahwa dalam wilayah keimanan ada hal-hal yang tidak dapat terjangkau oleh akal. Sehingga perlu membatasi diri dalam merasionalkan tentang keimanan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Drs. Mohammad Yusup, M.Si
Subjects: Ilmu Alqur’an dan Tafsir
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Ilmu Alqur’an dan Tafsir (S1)
Depositing User / Editor: Miftahul Ulum, S.Kom ------- youtube : ulum virgo -------- Facebook : digilibuin
Date Deposited: 25 Sep 2015 07:37
Last Modified: 25 Sep 2015 07:37
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/17257

Actions (login required)

View Item View Item